

KHAMENEI.ID – Sebuah masyarakat tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Ada kalanya kehancuran justru bermula dari sesuatu yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya: keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, pendirian yang dipertahankan meski terbukti keliru, kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, dan kebiasaan menunda pekerjaan sampai kesempatan berlalu. Tak ada ledakan besar

KHAMENEI.ID– Ada godaan yang selalu muncul ketika sebuah kelompok merasa sedang berada dalam masa perubahan: menyaring orang. Yang dianggap kurang teguh disisihkan, yang berbeda dicurigai, yang pernah keliru ditempatkan di luar lingkaran. Atas nama kemurnian, batas-batas diperketat. Atas nama perjuangan, jumlah orang justru diperkecil. Di titik itulah pertanyaan tentang persatuan dan

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika nasib sebuah negara tidak ditentukan oleh pidato para pejabat, rapat para elite, atau kalkulasi para penguasa. Ia justru bergantung pada anak-anak muda yang bersedia berdiri ketika keadaan memaksa banyak orang untuk menunduk. Dalam sejarah Iran modern, mereka disebut syahid yaitu orang-orang yang mempertaruhkan hidupnya demi sesuatu yang

KHAMENEI.ID– Ada zaman ketika kekerasan tak lagi datang dengan wajah garang. Ia mengenakan jas, berdiri di podium, berbicara tentang perdamaian, hak asasi manusia, dan keamanan dunia. Kalimat-kalimatnya terdengar santun. Senyumnya terukur. Di belakangnya berkibar bendera negara dan lambang lembaga internasional. Namun di tempat lain, bom jatuh, kota-kota hancur, dan manusia kehilangan

KHAMENEI.ID– Ada pekerjaan yang selesai ketika laporan ditandatangani, gedung berdiri, anggaran terserap, atau sebuah kebijakan mulai berjalan. Tetapi ada pekerjaan yang ukurannya jauh lebih panjang: ia meninggalkan bekas bukan hanya pada dunia, melainkan juga pada batin orang yang mengerjakannya. Di situlah pekerjaan seorang pemimpin menemukan maknanya. Mengurus negara, lembaga, masyarakat, bahkan

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika anak muda merasa paling revolusioner. Suaranya lantang, sikapnya tegas, dan keberaniannya menantang siapa saja yang dianggap tidak cukup radikal. Tetapi waktu mempunyai cara sendiri untuk menguji keberanian semacam itu. Ia memisahkan keyakinan yang tumbuh dari kedalaman pikiran dari keyakinan yang sekadar hidup di permukaan slogan. Di situlah

KHAMENEI.ID– Ada kekuasaan yang membuat manusia semakin tinggi, tetapi ada pula kekuasaan yang justru membuatnya kehilangan ukuran tentang dirinya sendiri. Di situlah politik sering berubah menjadi permainan: siapa yang paling lihai membaca kelemahan lawan, siapa yang paling pandai menyusun siasat, siapa yang mampu mempertahankan kuasa lebih lama. Dalam permainan semacam itu,

KHAMENEI.ID – Di tengah dunia yang gemar memisahkan ilmu dari moral, kekuasaan dari kebijaksanaan, dan perjuangan dari kasih sayang, sosok Nabi Muhammad saw justru menawarkan sesuatu yang berlawanan: kesatuan. Dalam pandangan Imam Ali Khamenei qs, Rasulullah saw bukan sekadar matahari yang menerangi satu ruang tertentu. Ia lebih menyerupai galaksi—ruang luas yang

KHAMENEI.ID– Ada pemimpin yang tampak besar karena kekuasaan yang berada di tangannya. Ada pula yang menjadi besar justru karena dirinya tidak pernah sepenuhnya ditelan oleh kekuasaan. Pada titik itulah sosok Imam Khomeini qs menjadi menarik untuk dibaca kembali: bukan semata sebagai pemimpin Revolusi Iran, melainkan sebagai gambaran tentang bagaimana kekuasaan politik

KHAMENEI.ID – Di sebuah perekonomian yang sehat, ada hubungan yang sederhana tetapi mendasar: seseorang memperoleh pendapatan karena ia bekerja, mencipta, menghasilkan, atau memberikan sesuatu yang bernilai. Ketika hubungan itu terputus, persoalannya bukan lagi sekadar soal kesenjangan pendapatan. Ia dapat berubah menjadi persoalan budaya, bahkan menjadi sumber korupsi yang merusak struktur masyarakat.

KHAMENEI.ID– Ada kerusakan yang tidak selalu bermula dari kemiskinan. Kadang ia lahir justru ketika sebagian orang mulai merasa terlalu kaya untuk peduli. Di sebuah masyarakat, jarak antara mereka yang hidup sederhana dan mereka yang mempertontonkan kemewahan bukan sekadar soal gaya hidup. Ia dapat berubah menjadi persoalan moral, bahkan politik, ketika kemewahan









