Aqidah

Empat Sifat yang Perlahan Menghancurkan Sebuah Masyarakat

KHAMENEI.ID – Sebuah masyarakat tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Ada kalanya kehancuran justru bermula dari sesuatu yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya: keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, pendirian yang dipertahankan meski terbukti keliru, kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, dan kebiasaan menunda pekerjaan sampai kesempatan berlalu. Tak ada ledakan besar

Ada Harga yang Terlalu Mahal untuk Sebuah Perdamaian 

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika sebuah bangsa diuji bukan hanya oleh krisis yang datang dari luar, melainkan oleh cara ia memahami krisis itu sendiri. Di tengah kerusuhan, tekanan politik, dan kegaduhan informasi, selalu muncul suara yang menawarkan jalan keluar yang tampak sederhana: duduklah, berundinglah, selesaikan masalah dengan Amerika. Ada pula seruan lain

Kesetaraan Gender dan Keadilan Gender: Ketika Hak Tak Harus Seragam

KHAMENEI.ID– Ada dua kata yang sering dipertentangkan dalam perbincangan tentang perempuan: kesetaraan dan keadilan. Keduanya terdengar seperti saudara dekat, tetapi dalam praktik dapat membawa kita ke arah yang berbeda. Kesetaraan mengandaikan ukuran yang sama; keadilan bertanya apakah ukuran itu memang tepat bagi setiap orang. Dalam pandangan Islam yang disampaikan melalui pidato

Saat Sebuah Bangsa Menggugat Dunia 

KHAMENEI.ID– Sebuah revolusi tidak selalu mengguncang istana. Kadang ia mengguncang sesuatu yang lebih sulit disentuh: cara manusia memahami dunia. Pada mulanya, sebuah gagasan mungkin hanya terdengar seperti suara dari pinggir sejarah. Ia berbicara tentang keadilan ketika dunia merasa telah menemukan bentuk kekuasaan yang paling masuk akal. Ia mengkritik dominasi ketika dominasi

Mereka yang Menunggu Negara Retak 

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika sebuah perbedaan kecil di dalam pemerintahan tiba-tiba dibaca sebagai pertanda keretakan besar. Satu keputusan yang diperdebatkan, satu persoalan kelembagaan, atau satu ketegangan antarpejabat dapat berubah menjadi berita tentang “krisis”. Bukan karena persoalannya memang sebesar itu, melainkan karena ada pihak yang menunggu celah untuk membesarkannya. Gambaran semacam itu

Ketika Ilmu Kehilangan Arah

KHAMENEI.ID– Universitas sering dibayangkan sebagai tempat manusia mengejar pengetahuan. Di sana buku dibaca, teori diperdebatkan, penelitian dilakukan, dan gelar dibagikan. Tetapi ada pertanyaan yang lebih sulit: untuk apa ilmu itu digunakan setelah seseorang menemukannya? Pertanyaan itu menjadi penting ketika kampus semakin sibuk berbicara tentang politik, karier, teknologi, dan kompetisi global. Semua

Imam Khamenei Peringatkan Dunia Islam: Jangan Terjebak di Bawah Bayang-Bayang Amerika

KHAMENEI.ID – Persatuan dunia Islam bukanlah jalan yang tanpa rintangan. Di balik seruan untuk mempererat hubungan antarnegara dan antarma­zhab, terdapat kepentingan-kepentingan besar yang justru memperoleh keuntungan dari perpecahan. Karena itu, menurut Syahid Imam Ali Khamenei qs, siapa pun yang benar-benar menginginkan persatuan umat Islam harus memahami pula siapa dan apa

Mengapa Dunia Islam Terus Dilanda Konflik? Ketika Persatuan Paling Dasar Pun Diabaikan

KHAMENEI.ID – Di tengah luasnya wilayah dunia Islam, besarnya jumlah penduduk Muslim, dan melimpahnya sumber daya yang dimiliki negeri-negeri Islam, sebuah pertanyaan besar terus mengemuka: mengapa umat Islam masih menghadapi begitu banyak konflik, peperangan, dan penderitaan? Dalam pandangan Sayyid Ali Khamenei qs, jawabannya mungkin terletak pada sesuatu yang sangat mendasar:

Perhitungan Musuh yang Berulang Kali Keliru

KHAMENEI.ID– Ada kekuatan yang tampak besar karena suara yang ditimbulkannya. Ia memiliki teknologi, uang, senjata, pengaruh, dan jaringan kekuasaan yang membuat orang lain gentar sebelum pertarungan dimulai. Namun sejarah berkali-kali memperlihatkan sesuatu yang ganjil: kekuatan sebesar itu tidak selalu pandai membaca masa depan. Ada saat ketika mereka merasa sedang memberikan pukulan

Merdeka di Tanah Sendiri, Asing di Dalam Pikiran 

KHAMENEI.ID– Ada bentuk penjajahan yang tidak membutuhkan tentara. Ia tidak selalu datang dengan kapal perang, pagar kawat, atau bendera asing yang dikibarkan di atas gedung pemerintahan. Ia bisa bekerja lebih halus: melalui buku yang kita baca, teori yang kita anggap ilmiah, kebiasaan yang kita tiru, bahkan melalui cara kita memahami siapa

Ketika Anak Muda Menolak Menyerah pada Masa Depan

KHAMENEI.ID– Ada cara sederhana untuk mengukur harapan sebuah negeri: lihat anak mudanya. Bukan dari apa yang mereka katakan di ruang-ruang resmi, melainkan dari ke mana kaki mereka melangkah ketika tidak ada yang menyuruh. Di tengah derasnya kabar tentang kegelisahan generasi muda, tentang anak-anak muda yang dianggap semakin jauh dari nilai-nilai, apatis