

KHAMENEI.ID – Ada yang lebih berbahaya daripada melakukan kesalahan: kehilangan kemampuan untuk menyadari bahwa dirinya sedang salah. Sebab, selama seseorang masih bersedia menegur dirinya sendiri, masih ada pintu yang terbuka untuk kembali. Namun, ketika suara hati mulai bungkam, kesalahan dapat tumbuh menjadi kebiasaan, kebiasaan menjelma pembenaran dan pembenaran perlahan membentuk watak

KHAMENEI.ID – Ada jenis kemewahan yang jarang dianggap sebagai bahaya: kemampuan memenuhi hampir semua keinginan. Makanan tersedia ketika lidah menginginkannya. Pakaian dapat dipilih sesuai selera. Kendaraan dapat diganti ketika yang lama mulai terasa membosankan. Bahkan keinginan-keinginan yang dahulu hanya tinggal angan kini bisa dipesan melalui layar dan tiba di depan pintu.

KHAMENEI.ID – Ada masa ketika dunia Muslim seolah berada di ujung sejarah. Selama berabad-abad, umat Islam menyaksikan kekuatan politik, ekonomi, dan kebudayaan Barat berkembang begitu pesat, sementara dunia Islam justru mengalami perpecahan, kemunduran, dan ketergantungan. Banyak orang kemudian sampai pada kesimpulan yang tampak tak terbantahkan: masa depan adalah milik Barat,

KHAMENEI.ID – Ada kekalahan yang baru terasa setelah uang dalam jumlah besar habis dibelanjakan. Ada pula kekuasaan yang baru menyadari kegagalannya setelah bertahun-tahun menanam pengaruh, mengatur arah politik, dan mengerahkan segala macam kekuatan. Pada titik tertentu, angka-angka yang semula dimaksudkan untuk menunjukkan keperkasaan justru berubah menjadi bukti bahwa sebuah ambisi telah

KHAMENEI.ID – Sebuah negara bisa kehilangan orang-orang terbaiknya jauh sebelum mereka benar-benar meninggalkan negeri itu. Kehilangan itu bermula ketika seorang anak muda yang berprestasi merasa bahwa kelebihannya tidak berarti apa-apa; ketika kecerdasannya tidak membuka pintu, ketika kerja kerasnya kalah oleh hubungan, dan ketika kampus atau lembaga negara justru membuatnya bertanya-tanya: untuk

KHAMENEI.ID – Ada bentuk kelengahan yang lebih berbahaya daripada tidak mengetahui adanya ancaman: mengetahui bahwa ancaman itu ada, tetapi perlahan berhenti melihatnya. Sebuah masyarakat bisa sibuk menghitung kesalahannya sendiri, memperdebatkan kelemahan pemerintah, mencaci buruknya keadaan, atau saling menyalahkan atas berbagai krisis. Semua itu mungkin benar. Bahkan, sebagian besar persoalan memang lahir

KHAMENEI.ID – Ada masa ketika manusia merasa dunia terlalu gelap untuk diperbaiki. Ketidakadilan datang bertubi-tubi, kekuasaan berpihak kepada yang kuat, dan mereka yang menindas seolah selalu menemukan cara untuk bertahan. Dalam keadaan semacam itu, keputusasaan bukan lagi sekadar perasaan. Ia perlahan menjadi cara memandang dunia. Sejarah manusia memang panjang oleh

KHAMENEI.ID– Ada perbedaan besar antara mengetahui bahwa sesuatu itu benar dan pernah mengalaminya sendiri. Kita bisa membaca tentang keberanian, membicarakan keteguhan, bahkan meyakini bahwa kesulitan pada akhirnya dapat dilalui. Namun semua itu berubah ketika hidup benar-benar menempatkan kita di hadapan sebuah rintangan. Di situlah sebuah keyakinan diuji: apakah ia hanya tinggal

KHAMENEI.ID– Ada bangsa yang menjadi kuat karena kekayaan alamnya. Ada yang besar karena luas wilayahnya. Ada pula yang bertahan bukan karena memiliki segalanya, melainkan karena tidak berhenti bekerja ketika keadaan memaksanya untuk berjuang lebih keras. Di situlah arti sebuah bangsa diuji: bukan ketika jalan terbuka lebar, melainkan ketika jalan itu dipersempit

KHAMENEI.ID– Kebebasan sering terdengar paling indah ketika tidak disertai kata “batas”. Kita membayangkan manusia yang bebas sebagai manusia yang dapat berbicara tanpa takut, memilih tanpa dipaksa, dan menjalani hidup tanpa ada tangan yang terlalu jauh mengatur. Karena itu, ketika seseorang berbicara tentang batas kebebasan, kecurigaan segera muncul: bukankah itu berarti membatasi

KHAMENEI.ID – Perdamaian adalah kata yang hampir tidak pernah ditolak. Semua orang mengaku menginginkannya. Para pemimpin dunia berbicara tentang perdamaian. Negara-negara besar menjadikan perdamaian sebagai tema pidato. Bahkan mereka yang memproduksi senjata paling mematikan pun dapat berbicara tentang pentingnya perdamaian. Tetapi Imam Ali Khamenei qs mengajukan sebuah pertanyaan yang lebih









