Aqidah

Selama Hati Masih Berani Menegur 

KHAMENEI.ID – Ada yang lebih berbahaya daripada melakukan kesalahan: kehilangan kemampuan untuk menyadari bahwa dirinya sedang salah. Sebab, selama seseorang masih bersedia menegur dirinya sendiri, masih ada pintu yang terbuka untuk kembali. Namun, ketika suara hati mulai bungkam, kesalahan dapat tumbuh menjadi kebiasaan, kebiasaan menjelma pembenaran dan pembenaran perlahan membentuk watak

Meminta Keyakinan dan Keselamatan: Dua Bekal Menghadapi Hidup

KHAMENEI.ID – Ada doa yang terdengar sederhana, tetapi diam-diam menyimpan tuntutan yang besar: meminta keyakinan kepada Allah Ta’ala. Sebab keyakinan bukan sekadar rasa tenang dalam hati. Ia adalah sesuatu yang menentukan bagaimana seseorang berdiri, memilih, takut, bertahan, bahkan ketika hidup memaksanya berjalan di tengah ketidakpastian. Dalam sebuah khotbah yang dinisbatkan kepada

Saat Harga Diri Tak Boleh Ditukar dengan Dunia

KHAMENEI.ID – Ada manusia yang setiap pagi bangun dengan satu pertanyaan sederhana: apa yang harus kulakukan agar hidupku menjadi lebih baik? Ada pula yang pertanyaannya lebih jauh: untuk apa semua yang kulakukan ini? Pertanyaan kedua itulah yang menentukan arah hidup. Sebab seseorang mungkin tampak sibuk berbuat baik, bekerja keras, bahkan berbicara

Imam Khamenei: Menolak Senjata Nuklir Bukan Karena Takut, tetapi Karena Prinsip Islam

KHAMENEI.ID – Selama bertahun-tahun, isu nuklir Iran kerap dikaitkan dengan satu kekhawatiran: kemungkinan Iran mengembangkan senjata nuklir. Namun Imam Khamenei qs menempatkan persoalan tersebut dalam kerangka yang berbeda. Menurut beliau, penolakan Iran terhadap senjata pemusnah massal bukanlah strategi yang lahir karena tekanan negara lain, melainkan bagian dari keyakinan agama. “Senjata

Menjadi Jembatan bagi Mereka yang Tak Punya Jalan

KHAMENEI.ID – Ada orang yang memiliki kebutuhan, tetapi tidak memiliki jalan untuk menyampaikannya. Ia tahu kepada siapa harus berbicara, tahu bahwa ada keputusan yang mungkin bisa mengubah keadaannya, tetapi tidak tahu bagaimana mengetuk pintu yang tepat. Di hadapan kekuasaan, jarak sering kali bukan soal tempat. Ia bisa berupa jabatan, prosedur, birokrasi,

Baca Al-Qur’an, Berpikir, Lalu Bergerak: Pesan Sayyid Ali Khamenei untuk Generasi Muda

KHAMENEI.ID – Apa gunanya pengetahuan jika tidak pernah melahirkan tindakan? Dan apa artinya semangat perubahan jika tidak didasarkan pada pemikiran yang matang? Bagi Sayyid Ali Khamenei qs, dua pertanyaan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang mampu memanfaatkan zamannya. Ia tidak mengajak anak muda sekadar memenuhi kepala dengan

Zuhud Bukan Meninggalkan Dunia, Melainkan Tidak Dikuasai Olehnya

KHAMENEI.ID – Ada orang yang mengira zuhud berarti menjauh dari dunia. Menolak kenyamanan, mencurigai harta, membatasi kesenangan, lalu menganggap semakin sedikit yang dimiliki semakin dekat seseorang kepada Tuhan. Padahal, dalam pengertian Islam, zuhud tidak sesederhana itu. Yang menjadi persoalan bukan berapa banyak yang berada di tangan seseorang, melainkan seberapa jauh sesuatu

Khusyuk yang Hanya Tampak di Mata

KHAMENEI.ID – Ada jenis kekhusyukan yang mudah dikenali mata, tetapi tidak selalu sampai ke hati. Kepala tertunduk, gerakan tubuh tenang, suara dilirihkan, wajah tampak penuh penghayatan. Di hadapan orang lain, seseorang bisa terlihat begitu dekat dengan Tuhan. Namun ketika pandangan manusia tidak lagi tertuju kepadanya, yang tersisa belum tentu ketundukan yang

Dari Palestina hingga Lebanon, Mengapa Gelombang Islamisme Makin Kuat di Timur Tengah?

KHAMENEI.ID – Kebangkitan sebuah gagasan tidak selalu dimulai dari gedung pemerintahan. Kadang ia muncul dari jalan-jalan, ruang kelas, masjid, kampus, medan perjuangan, dan terutama dari generasi muda yang mulai mempertanyakan kembali identitas mereka. Itulah yang oleh Syahid Ali Khamenei qs dibaca sebagai salah satu tanda paling penting dari perubahan dunia

Di Mana Cinta Berhenti Menjadi Milik Kita 

KHAMENEI.ID – Ada hal-hal dalam hidup yang tampak sangat pribadi: kepada siapa kita memberi kasih, kepada siapa kita menjaga jarak, siapa yang kita bela, dan kepada siapa kita menolak memberi sesuatu. Perasaan-perasaan itu biasanya dianggap sebagai wilayah paling bebas dalam diri manusia. Kita mencintai karena merasa cocok, membenci karena pernah terluka,

Menempuh Jalan Sebab Dalam Meminta Kepada Tuhan

KHAMENEI.ID – Ada saat ketika manusia merasa seluruh pintu tertutup. Ia membutuhkan pekerjaan, pertolongan, kesembuhan, jalan keluar dari utang, atau sekadar seseorang yang bersedia mengulurkan tangan. Dalam keadaan seperti itu, kita biasanya segera mencari sebab: menelepon seseorang, mengirim pesan, mendatangi kantor, mengajukan permohonan, atau mengerahkan segala kemampuan yang ada. Itu bukan