

KHAMENEI.ID – Ada orang yang semakin dipuji semakin sulit melihat kekurangannya sendiri. Ia mengira sanjungan sebagai bukti kebaikan, keselamatan sebagai tanda bahwa dirinya tidak bersalah, dan kelimpahan nikmat sebagai pengakuan bahwa hidupnya berada di jalan yang benar. Tanpa disadari, ia sedang membangun keyakinan tentang dirinya dari hal-hal yang justru belum tentu

KHAMENEI.ID– Ada satu sisi dari kehidupan Imam Ali bin Abi Thalib a.s yang jarang dibicarakan. Orang mengenalnya sebagai ksatria yang tak terkalahkan, panglima perang yang disegani, sekaligus hakim yang adil dan pemimpin yang bijaksana. Namun di balik keberanian dan keteguhannya, ada seorang manusia yang berkali-kali menangis karena kehilangan sahabat-sahabat terbaiknya.

KHAMENEI.ID– Malam-malam Ramadan selalu menghadirkan pemandangan yang sulit dijelaskan hanya dengan angka. Ribuan orang memenuhi masjid, musala, dan ruang-ruang ibadah. Tangan-tangan terangkat. Mata-mata basah. Bibir-bibir bergetar mengucapkan doa yang mungkin sudah dihafal sejak kecil, atau justru baru pertama kali diucapkan dengan sungguh-sungguh. Yang menarik, di antara kerumunan itu ada pelajar,

KHAMENEI.ID– Ada ironi yang sering luput kita sadari dalam kehidupan modern. Kita mengeluh tak punya waktu untuk beribadah, tetapi tanpa sadar sanggup menghabiskan puluhan menit menunggu sesuatu yang bahkan tidak penting. Kita duduk berlama-lama menonton iklan sebelum acara favorit dimulai, menunggu kendaraan datang, menunggu teman yang terlambat, atau sekadar menggulir

KHAMENEI.ID– Lima puluh tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad saw, sesuatu yang nyaris tak terbayangkan terjadi. Kursi yang dahulu diduduki seorang nabi yang membawa risalah tauhid dan keadilan kini ditempati oleh penguasa yang, menurut banyak catatan sejarah Islam, tenggelam dalam kemewahan, penyimpangan, dan penyalahgunaan kekuasaan. Yang lebih mengejutkan bukanlah kemunculan penguasa

Pernikahan sering dipahami sekadar seremoni, pesta, atau bahkan transaksi sosial. Tapi, bagaimana jika pernikahan sejatinya adalah sayap untuk terbang, bukan jangkar yang membelenggu? Inilah pesan mendasar yang disampaikan oleh Imam Ali Khamenei dalam sebuah acara pembacaan akad nikah, dimana ia mengajak kita merefleksikan ulang makna pernikahan, keluarga, dan anak dalam

Kini tibalah momen agung pertemuan dua jiwa yang diridhai Allah. Dua insan muda, dengan kesadaran penuh, hendak mengarungi hidup bergandengan tangan menuju tujuan tertinggi. Sungguh, ikatan ini begitu dalam dan penting. Naluri menginginkan pasangan, jiwa yang gelisah mendambakan teman hidup, dan ruh yang resah merasa tak sempurna tanpa belahan jiwa.

KHAMENEI.ID – Ada satu kesalahan yang sering terjadi ketika membicarakan musuh. Kita membayangkannya selalu datang dari luar: dengan ancaman militer, propaganda media, atau tekanan politik. Padahal dalam banyak kasus, musuh tidak perlu bersusah payah menciptakan celah. Mereka cukup menunggu kelemahan itu muncul dari dalam diri kita sendiri. Di sinilah letak

KHAMENEI.ID– Di tengah perlombaan global yang semakin sengit, banyak bangsa berlomba membangun kekuatan melalui teknologi, ekonomi, dan militer. Namun ada pertanyaan yang jarang diajukan secara mendalam: dari mana sesungguhnya kekuatan sebuah bangsa berasal? Apakah cukup dari senjata yang canggih, industri yang besar, atau kekayaan alam yang melimpah? Pertanyaan itu menjadi

KHAMENEI.ID– Di tengah padang pasir yang terik, dalam perjalanan pulang dari haji terakhir Nabi Muhammad saw, sebuah peristiwa terjadi yang terus menggema melampaui batas zaman. Di sebuah tempat bernama Ghadir Khum, Nabi saw menghentikan ribuan pengikutnya. Di sana, di hadapan umat yang baru saja menyelesaikan ibadah terbesar dalam Islam, beliau

KHAMENEI.ID– Ada satu pertanyaan yang jarang diajukan ketika berbicara tentang agama: apakah masyarakat bisa menjadi baik hanya karena individu-individunya saleh? Kita sering mengukur keberagamaan dari hal-hal yang tampak personal. Seberapa rajin seseorang salat, berpuasa, bersedekah, atau membaca kitab suci. Semua itu memang penting. Namun, ada dimensi lain yang sering luput









