Kajian Keislaman

Terlena oleh Pujian, Lupa Mengadili Diri Sendiri

KHAMENEI.ID – Ada orang yang semakin dipuji semakin sulit melihat kekurangannya sendiri. Ia mengira sanjungan sebagai bukti kebaikan, keselamatan sebagai tanda bahwa dirinya tidak bersalah, dan kelimpahan nikmat sebagai pengakuan bahwa hidupnya berada di jalan yang benar. Tanpa disadari, ia sedang membangun keyakinan tentang dirinya dari hal-hal yang justru belum tentu

Kemuliaan yang Terlupakan: Mengapa Penjaga Al-Qur’an dan Penghidup Malam Adalah Elite Sejati dalam Islam?

KHAMENEI.ID– Di zaman ketika ukuran keberhasilan sering dihitung dari jabatan, kekayaan, jumlah pengikut, atau seberapa sering nama seseorang muncul di ruang publik, ada satu pertanyaan yang jarang diajukan: siapa sebenarnya orang-orang mulia di mata Tuhan? Masyarakat modern memiliki definisi sendiri tentang kehormatan. Mereka yang duduk di kursi kekuasaan dianggap penting.

Pelajaran Ramadan yang Sering Dilupakan

KHAMENEI.ID– Setiap tahun, jutaan orang merayakan Idulfitri dengan pakaian terbaik, hidangan istimewa, dan pertemuan keluarga yang hangat. Namun di balik gema takbir dan tradisi saling memaafkan, ada pertanyaan yang jarang diajukan: apa sebenarnya yang kita rayakan pada hari kemenangan itu? Idulfitri bukan sekadar penanda berakhirnya puasa Ramadan. Ia adalah cermin

Shalat dan Krisis Manusia Modern: Mengapa Dunia yang Maju Justru Semakin Gelisah? 

KHAMENEI.ID– Di tengah kemajuan teknologi yang melesat, manusia justru menghadapi paradoks yang sulit diabaikan. Kita hidup di zaman dengan akses informasi tanpa batas, kecanggihan komunikasi yang belum pernah ada sebelumnya, serta berbagai kemudahan yang menjanjikan kenyamanan. Namun pada saat yang sama, kegelisahan, kekerasan, ketidakadilan, dan kehampaan batin tetap menjadi bagian

Ghadir Khum dan Krisis Kepemimpinan: Mengapa Islam Tidak Membiarkan Umat Berjalan Tanpa Arah? 

KHAMENEI.ID– Di tengah dunia yang terus memperdebatkan soal kepemimpinan, satu pertanyaan mendasar sering luput diajukan: apakah agama hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, atau juga memberikan petunjuk tentang bagaimana masyarakat harus dipimpin? Pertanyaan ini bukan sekadar isu politik modern. Lebih dari empat belas abad lalu, menjelang akhir hayatnya, Nabi Muhammad

Diam di Hadapan Kezaliman: Mengapa Imam Husain Mengajarkan bahwa Netralitas Bisa Menjadi Dosa

KHAMENEI.ID– Sejarah sering kali tidak runtuh karena kekuatan para penindas. Ia justru runtuh karena terlalu banyak orang baik memilih diam. Ketika kebatilan berdiri di panggung kekuasaan dan kebenaran tersingkir ke sudut-sudut sunyi, yang menentukan masa depan bukan hanya tindakan para pelaku kezaliman, melainkan juga sikap mereka yang menyaksikannya. Lima puluh

Imam Ali bin Abi Thalib as adalah Standar Pemimpin Ideal

KHAMENEI.ID – Di tengah krisis kepemimpinan yang berulang dalam sejarah manusia, selalu muncul pertanyaan yang sama: seperti apa sosok pemimpin yang layak memegang amanah masyarakat? Apakah cukup dengan popularitas? Kekuatan politik? Atau kemampuan mengelola kekuasaan? Dalam salah satu ceramahnya, Imam Ali Khamenei qs mengajak umat Islam kembali kepada sosok yang menurutnya