

KHAMENEI.ID – Setiap generasi selalu mewarisi satu pertanyaan yang sama: apa sebenarnya peran mereka dalam perjalanan sebuah bangsa? Sebagian anak muda tumbuh dengan keyakinan bahwa perubahan adalah urusan para pemimpin, pejabat, atau tokoh-tokoh besar. Mereka merasa hanya penumpang dalam kereta sejarah yang melaju di hadapan mereka. Padahal, dalam pandangan Imam

KHAMENEI.ID – Di tengah krisis kepemimpinan yang berulang dalam sejarah manusia, selalu muncul pertanyaan yang sama: seperti apa sosok pemimpin yang layak memegang amanah masyarakat? Apakah cukup dengan popularitas? Kekuatan politik? Atau kemampuan mengelola kekuasaan? Dalam salah satu ceramahnya, Imam Ali Khamenei qs mengajak umat Islam kembali kepada sosok yang menurutnya

KHAMENEI.ID – Di tengah terik padang pasir yang membakar, ribuan orang berhenti melangkah. Mereka baru saja menyelesaikan Haji Wada’, haji terakhir Nabi Muhammad saw. Sebagian telah berjalan jauh meninggalkan rombongan, sebagian lain masih tertinggal di belakang. Namun pada hari itu, di sebuah tempat bernama Ghadir Khum, sejarah Islam seakan diminta

KHAMENEI.ID – Setiap masyarakat selalu bergulat dengan satu pertanyaan yang sama: siapa yang berhak memimpin dan untuk apa kekuasaan digunakan? Sejarah manusia dipenuhi pergantian raja, presiden, panglima, dan penguasa. Namun, di tengah panjangnya perjalanan sejarah itu, ada satu peristiwa yang dalam pandangan Islam memiliki makna jauh melampaui penunjukan seorang pemimpin.