

KHAMENEI.ID – Ada orang yang semakin dipuji semakin sulit melihat kekurangannya sendiri. Ia mengira sanjungan sebagai bukti kebaikan, keselamatan sebagai tanda bahwa dirinya tidak bersalah, dan kelimpahan nikmat sebagai pengakuan bahwa hidupnya berada di jalan yang benar. Tanpa disadari, ia sedang membangun keyakinan tentang dirinya dari hal-hal yang justru belum tentu

KHAMENEI.ID – Setiap tahun jutaan Muslim berangkat ke Tanah Suci membawa doa, harapan, dan air mata. Namun, Imam Ali Khamenei qs mengingatkan bahwa haji bukan hanya perjalanan spiritual. Ada dimensi lain yang sering terlupakan: dimensi sikap, salah satunya adalah Bara’ah—haji yang menegaskan pembebasan diri dari kezaliman. Sejak awal Revolusi Islam,

KHAMENEI.ID — Ada satu konsep dalam Islam yang kerap dipersempit maknanya hanya menjadi nasihat personal atau teguran moral sehari-hari. Padahal, dalam salah satu ceramahnya, Imam Ali Khamenei menegaskan bahwa amar makruf nahi mungkar sesungguhnya adalah fondasi seluruh gerakan sosial dalam Islam. Ia bukan sekadar etika individual, melainkan kerangka besar yang

KHAMENEI.ID — Di tengah perdebatan global tentang identitas, agama, dan politik, ada satu istilah yang semakin sering muncul: Islamofobia. Sebagian melihatnya sebagai fenomena sosial, sebagian lain sebagai propaganda politik. Dalam salah satu ceramahnya, Imam Ali Khamenei qs memandang isu ini dari sudut yang berbeda: Islamofobia bukan sekadar kebencian terhadap Islam,

Ada satu pertanyaan yang kerap muncul setiap kali bangsa menghadapi tekanan besar: apakah harapan masih rasional ketika semua tanda di permukaan tampak suram? Dalam sejumlah pidatonya, Imam Ali Khamenei qs mengajak pendengarnya melihat satu faktor yang sering dianggap terlalu sederhana—bahkan naif—namun justru menentukan arah sejarah: kepercayaan pada janji Tuhan. Bagi

KHAMENEI.ID – Ada paradoks yang sunyi namun nyata di dunia Islam hari ini: kitab suci dibaca di mana-mana, tetapi cahaya yang dijanjikannya belum sepenuhnya menyinari kehidupan umat. Masjid penuh, lantunan ayat menggema, tetapi kebingungan, perpecahan, dan konflik tetap mengintai. Pertanyaannya sederhana sekaligus mengguncang: apakah kita benar-benar bertemu dengan Al-Qur’an, atau

Di banyak sudut dunia Islam hari ini, sebuah paradoks terasa semakin terlihat jelas. Islam kerap hadir sebagai nama, tetapi justru dipakai untuk melawan Islam itu sendiri. Fenomena ini bukan sekadar konflik teologis, melainkan pergulatan identitas, politik, dan kekuasaan. Di tengah kabut itulah muncul istilah yang diinisiasi oleh Imam Khomeini ra

Haji kerap dipahami sebagai puncak ritual individual: perjalanan spiritual menuju pengampunan. Namun dalam perspektif Imam Ali Khamenei qs, haji tidak berhenti pada dimensi personal. Ia adalah peristiwa besar yang menyatukan langit dan bumi—ibadah yang sekaligus membentuk manusia, masyarakat, dan peradaban. Di titik inilah haji menjadi ibadah yang unik: spiritual sekaligus