

KHAMENEI.ID – Sebuah masyarakat tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Ada kalanya kehancuran justru bermula dari sesuatu yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya: keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, pendirian yang dipertahankan meski terbukti keliru, kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, dan kebiasaan menunda pekerjaan sampai kesempatan berlalu. Tak ada ledakan besar

KHAMENEI.ID – Tafsir Imam Khamenei, surah Al-Baqarah ayat 22 melanjutkan argumentasi ayat 21 tentang mengapa manusia harus mengabdi hanya kepada Allah, yakni karena Allah adalah sumber ilmu dan kekuasaan yang tak terbatas. Manusia sering tunduk kepada sesuatu yang lebih tinggi darinya. Di hadapan seseorang yang ilmunya jauh melampaui pengetahuan kita,

KHAMENEI.ID – Tafsir Imam Khamenei surah Al-Baqarah ayat 21; Jika Hidup Bukan Sekadar Makan dan Mati, Untuk Apa Manusia Diciptakan? Ada pertanyaan yang terus berulang dalam kehidupan manusia: untuk apa kita hidup? Al-Qur’an tidak membiarkan pertanyaan itu menggantung. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 21, manusia diarahkan kepada satu titik yang sekaligus

KHAMENEI.ID– Ada gagasan yang kadang baru terasa nilainya setelah bencana datang. Persatuan Islam adalah salah satunya. Ketika seruan untuk menyatukan umat terdengar, ia mungkin dianggap terlalu idealistis, bahkan mengganggu kepentingan politik yang sudah telanjur mapan. Namun ketika perang saudara pecah, masyarakat tercerai, dan satu per satu negeri Muslim dilanda kekacauan, pertanyaan

KHAMENEI.ID– Ada kecenderungan untuk menempatkan agama di satu ruang yang dianggap aman: masjid, mimbar, doa, dan urusan batin. Sementara politik, pemerintahan, kekuasaan, dan tata kehidupan bersama diletakkan di ruang lain, seolah keduanya tak pernah saling bersinggungan. Pemisahan itu tampak sederhana. Namun dalam sejarah Islam, terutama sejak kenabian Muhammad saw, batas tersebut

KHAMENEI.ID– Ada pekerjaan yang selesai setelah tenaga dicurahkan. Ada pula pekerjaan yang menuntut sesuatu yang lebih sulit: bertahan setelah tenaga hampir habis, ketika hasil belum tampak dan jalan di depan masih dipenuhi ketidakpastian. Di titik semacam itu, manusia tidak hanya membutuhkan kemampuan bekerja. Ia membutuhkan kesabaran untuk terus berjalan dan tawakal

KHAMENEI.ID– Ada satu ujian keadilan yang sering kali luput justru ketika kita merasa paling benar: bagaimana bersikap terhadap orang yang kita benci. Kepada mereka yang sehaluan, bersikap adil relatif mudah. Tetapi ketika berhadapan dengan orang yang berbeda keyakinan, berbeda pandangan politik, atau bahkan dianggap sebagai musuh, ukuran keadilan berubah menjadi jauh

KHAMENEI.ID– Ada jenis perpecahan yang tidak dimulai dari perang. Ia tumbuh perlahan dari prasangka, fanatisme, dan keyakinan bahwa kelompok sendiri adalah satu-satunya pemilik kebenaran. Mula-mula hanya perbedaan pendapat. Lalu menjadi jarak. Jarak berubah menjadi kecurigaan. Dan pada akhirnya, sesama bagian dari satu umat mulai saling memandang sebagai lawan. Al-Quran mengingatkan bahaya

KHAMENEI.ID – Setiap tahun, dari 12 hingga 17 Rabiul Awal, Republik Islam Iran memperingati apa yang dikenal sebagai Pekan Persatuan (Hafte-ye Vahdat). Rentang hari itu bukan sekadar penamaan kalender keagamaan atau agenda seremonial tahunan. Di baliknya terdapat sebuah gagasan yang lebih mendasar: keyakinan bahwa umat Islam tidak seharusnya terpecah oleh

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika sebuah bangsa tidak lagi cukup hanya bertahan. Ia harus memilih. Memilih apakah akan tetap berjalan dalam bayang-bayang perpecahan, atau menemukan kembali kekuatan yang pernah membuatnya berdiri tegak. Bagi dunia Islam, pilihan semacam itu bukan sekadar urusan politik. Ia menyangkut martabat, masa depan, bahkan cara sebuah umat memandang

KHAMENEI.ID– Ada jenis ketidaksabaran yang tidak selalu tampak seperti kemarahan. Ia bisa hadir sebagai pertanyaan yang diulang-ulang: mengapa belum terjadi, kapan keadaan berubah, sampai kapan harus menunggu? Pada mulanya pertanyaan itu terdengar wajar. Tetapi jika terus dipelihara, ia dapat berubah menjadi sesuatu yang lebih berbahaya: kecurigaan kepada janji Tuhan. Al-Qur’an menyimpan









