Politik

Selama Hati Masih Berani Menegur 

KHAMENEI.ID – Ada yang lebih berbahaya daripada melakukan kesalahan: kehilangan kemampuan untuk menyadari bahwa dirinya sedang salah. Sebab, selama seseorang masih bersedia menegur dirinya sendiri, masih ada pintu yang terbuka untuk kembali. Namun, ketika suara hati mulai bungkam, kesalahan dapat tumbuh menjadi kebiasaan, kebiasaan menjelma pembenaran dan pembenaran perlahan membentuk watak

Diam di Hadapan Kezaliman: Mengapa Imam Husain Mengajarkan bahwa Netralitas Bisa Menjadi Dosa

KHAMENEI.ID– Sejarah sering kali tidak runtuh karena kekuatan para penindas. Ia justru runtuh karena terlalu banyak orang baik memilih diam. Ketika kebatilan berdiri di panggung kekuasaan dan kebenaran tersingkir ke sudut-sudut sunyi, yang menentukan masa depan bukan hanya tindakan para pelaku kezaliman, melainkan juga sikap mereka yang menyaksikannya. Lima puluh

Imam Ali bin Abi Thalib as adalah Standar Pemimpin Ideal

KHAMENEI.ID – Di tengah krisis kepemimpinan yang berulang dalam sejarah manusia, selalu muncul pertanyaan yang sama: seperti apa sosok pemimpin yang layak memegang amanah masyarakat? Apakah cukup dengan popularitas? Kekuatan politik? Atau kemampuan mengelola kekuasaan? Dalam salah satu ceramahnya, Imam Ali Khamenei qs mengajak umat Islam kembali kepada sosok yang menurutnya

Muhasabah Para Pemimpin: Ketika Kekuatan Bertindak Lebih Penting daripada Sekadar Niat Baik

KHAMENEI.ID– Setiap akhir tahun, setiap pergantian jabatan, atau setiap kali sebuah program selesai dijalankan, kita sering mendengar laporan keberhasilan. Angka-angka dipamerkan, capaian dirinci, dan daftar prestasi disusun dengan rapi. Semua itu memang penting. Namun ada satu pertanyaan yang sering luput diajukan: apakah keberhasilan itu sudah cukup membuat kita puas? Pertanyaan

Palestina dan Kebangkitan Islam: MengapaSebuah Bangsa yang Terjajah Tak Pernah Benar-Benar Kalah?

KHAMENEI.ID– Ada ironi besar dalam sejarah modern. Sebuah bangsa bisa kehilangan tanahnya, rumahnya dihancurkan, anak-anaknya dibunuh, dan pemimpinnya dipenjara. Namun bangsa itu tetap hidup. Bahkan semakin kuat. Itulah kisah Palestina. Selama puluhan tahun, banyak orang mengira persoalan Palestina telah selesai. Sejak berdirinya negara Israel pada 1948, dunia menyaksikan bagaimana rakyat Palestina

Perubahan Dimulai dari Diri: Mengapa Bangsa Besar Tidak Lahir dari Keluhan, tetapi dari Tekad 

KHAMENEI.ID– Di banyak negeri, kemajuan sering dibayangkan sebagai sesuatu yang megah: gedung pencakar langit, teknologi mutakhir, universitas kelas dunia, atau ekonomi yang tumbuh pesat. Namun sejarah menunjukkan bahwa semua pencapaian besar itu sebenarnya berawal dari sesuatu yang jauh lebih sederhana: keputusan manusia untuk berubah. Pertanyaan pentingnya bukanlah apakah sebuah bangsa

Pemisahan Agama dan Politik: Ketika Narasi Musuh Menjadi Keyakinan Kita

KHAMENEI.ID– Ada satu gagasan yang berulang kali muncul dalam perdebatan modern: agama sebaiknya dipisahkan dari politik. Kalimat itu terdengar sederhana, bahkan bagi sebagian orang terdengar masuk akal. Politik dianggap wilayah kekuasaan yang keras dan penuh kompromi, sementara agama dipandang sebagai urusan pribadi yang suci dan spiritual. Namun benarkah keduanya memang

Ghadir Khum: Ketika Kepemimpinan Bukan Sekadar Kekuasaan

KHAMENEI.ID – Setiap masyarakat selalu bergulat dengan satu pertanyaan yang sama: siapa yang berhak memimpin dan untuk apa kekuasaan digunakan? Sejarah manusia dipenuhi pergantian raja, presiden, panglima, dan penguasa. Namun, di tengah panjangnya perjalanan sejarah itu, ada satu peristiwa yang dalam pandangan Islam memiliki makna jauh melampaui penunjukan seorang pemimpin.