Politik

Selama Hati Masih Berani Menegur 

KHAMENEI.ID – Ada yang lebih berbahaya daripada melakukan kesalahan: kehilangan kemampuan untuk menyadari bahwa dirinya sedang salah. Sebab, selama seseorang masih bersedia menegur dirinya sendiri, masih ada pintu yang terbuka untuk kembali. Namun, ketika suara hati mulai bungkam, kesalahan dapat tumbuh menjadi kebiasaan, kebiasaan menjelma pembenaran dan pembenaran perlahan membentuk watak

Kita yang Tanpa Sadar Membantu Melengkapi Puzzel Musuh

KHAMENEI.ID – Ada bentuk kelengahan yang lebih berbahaya daripada tidak mengetahui adanya ancaman: mengetahui bahwa ancaman itu ada, tetapi perlahan berhenti melihatnya. Sebuah masyarakat bisa sibuk menghitung kesalahannya sendiri, memperdebatkan kelemahan pemerintah, mencaci buruknya keadaan, atau saling menyalahkan atas berbagai krisis. Semua itu mungkin benar. Bahkan, sebagian besar persoalan memang lahir

Amerika di Teluk Persia dan Jejak Panjang Permusuhan terhadap Revolusi Iran

KHAMENEI.ID – Kekuatan militer sering datang dengan sebuah alasan yang terdengar mulia. Menjaga keamanan. Melindungi perdamaian. Menstabilkan kawasan. Tetapi sejarah selalu mengajukan pertanyaan yang lebih sulit: apakah kehadiran kekuatan asing benar-benar menciptakan stabilitas, atau justru membawa konflik baru? Pertanyaan itulah yang dikemukakan Imam Ali Khamenei qs ketika berbicara tentang kehadiran

Ketika Dewan Keamanan Gagal Menghukum Penyerang

KHAMENEI.ID – Sebuah lembaga internasional dibentuk untuk menjaga perdamaian. Tetapi apa yang terjadi ketika perang benar-benar meletus dan lembaga itu justru gagal menyebut siapa yang memulainya? Pertanyaan itulah yang menjadi salah satu inti paling tajam dalam pidato Imam Ali Khamenei qs di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada masa perang

Ada Keyakinan yang Hanya Lahir dari Luka 

KHAMENEI.ID– Ada perbedaan besar antara mengetahui bahwa sesuatu itu benar dan pernah mengalaminya sendiri. Kita bisa membaca tentang keberanian, membicarakan keteguhan, bahkan meyakini bahwa kesulitan pada akhirnya dapat dilalui. Namun semua itu berubah ketika hidup benar-benar menempatkan kita di hadapan sebuah rintangan. Di situlah sebuah keyakinan diuji: apakah ia hanya tinggal

Takdir Sebuah Bangsa Ditulis oleh Mereka yang Bertahan 

KHAMENEI.ID– Ada bangsa yang menjadi kuat karena kekayaan alamnya. Ada yang besar karena luas wilayahnya. Ada pula yang bertahan bukan karena memiliki segalanya, melainkan karena tidak berhenti bekerja ketika keadaan memaksanya untuk berjuang lebih keras. Di situlah arti sebuah bangsa diuji: bukan ketika jalan terbuka lebar, melainkan ketika jalan itu dipersempit

Kebebasan yang Membuat Kita Kehilangan Diri 

KHAMENEI.ID– Kebebasan sering terdengar paling indah ketika tidak disertai kata “batas”. Kita membayangkan manusia yang bebas sebagai manusia yang dapat berbicara tanpa takut, memilih tanpa dipaksa, dan menjalani hidup tanpa ada tangan yang terlalu jauh mengatur. Karena itu, ketika seseorang berbicara tentang batas kebebasan, kecurigaan segera muncul: bukankah itu berarti membatasi

Ketika Parlemen Menjadi Sumber Kegaduhan: Krisis Etika Politik dan Keamanan Psikologis Publik

KHAMENEI.ID – Parlemen semestinya menjadi salah satu tempat paling penting untuk menjaga kewarasan sebuah negara. Di sana perbedaan pendapat dipertukarkan, kebijakan diperdebatkan, dan keputusan yang menyangkut kehidupan jutaan orang dirumuskan. Tetapi ada satu persoalan yang kerap luput dari perdebatan politik: apa yang terjadi pada masyarakat ketika para wakilnya justru memproduksi

Yang Belum Terlihat Bukan Berarti Tidak Ada 

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika sebuah janji terdengar lebih mustahil daripada kenyataan yang sedang dihadapi. Seorang ibu melihat bayinya dihanyutkan ke sungai karena ancaman kekuasaan. Sebuah bangsa hidup di bawah pendudukan dan perang. Sekelompok manusia yang jumlahnya kecil berhadapan dengan kekuatan yang jauh lebih besar. Dalam keadaan seperti itu, janji bukan sekadar

Revolusi yang Menang Tanpa Senjata: Ketika Rakyat Mengalahkan Kekuasaan

KHAMENEI.ID – Ada sebuah kekuatan yang sering diremehkan oleh penguasa: rakyat yang tidak lagi takut. Selama ketakutan masih hidup, kekuasaan dapat bertahan dengan tentara, polisi, penjara, dan propaganda. Tetapi ketika rasa takut itu runtuh, senjata yang paling modern sekalipun mulai kehilangan pengaruhnya. Begitulah Imam Ali Khamenei qs menggambarkan salah satu

Hidup yang Perlahan Jauh dari Teladan 

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika perubahan sebuah masyarakat tidak dimulai dari gedung parlemen, pidato politik, atau pergantian penguasa. Ia justru tumbuh diam-diam dari hal yang paling dekat dengan manusia: cara makan, cara berpakaian, cara bekerja, cara menggunakan uang, cara memperlakukan keluarga, bahkan cara seseorang menghabiskan waktunya. Di sanalah persoalan gaya hidup Islam