Politik

Selama Hati Masih Berani Menegur 

KHAMENEI.ID – Ada yang lebih berbahaya daripada melakukan kesalahan: kehilangan kemampuan untuk menyadari bahwa dirinya sedang salah. Sebab, selama seseorang masih bersedia menegur dirinya sendiri, masih ada pintu yang terbuka untuk kembali. Namun, ketika suara hati mulai bungkam, kesalahan dapat tumbuh menjadi kebiasaan, kebiasaan menjelma pembenaran dan pembenaran perlahan membentuk watak

Hukum dan Janji tentang Hari Esok 

KHAMENEI.ID– Sebuah masyarakat tidak hanya membutuhkan kebebasan untuk bergerak. Ia juga membutuhkan kepastian tentang ke mana gerak itu akan dibawa. Tanpa kepastian, kehidupan bersama perlahan berubah menjadi ruang tunggu yang gelisah: orang bekerja tanpa tahu aturan besok, pelaku usaha berinvestasi tanpa tahu kebijakan berikutnya, dan pemerintah mengambil keputusan tanpa pijakan yang

Sebelum Kabut Membuat Kita Lupa Cara Melihat 

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika kebohongan tidak lagi datang sebagai kebohongan. Ia mengenakan pakaian hukum, berbicara tentang hak asasi manusia, mengaku membela orang tertindas, dan berdiri dengan wajah seolah-olah berada di pihak kebenaran. Justru karena itulah ia menjadi berbahaya. Kebenaran dan kebatilan, dalam banyak keadaan, tidak hadir sebagai dua benda yang mudah

Ketika Zaman Berubah, Mampukah Fikih Menjawabnya? 

KHAMENEI.ID– Ada bentuk kemunduran yang tidak selalu tampak sebagai kebodohan. Ia bahkan bisa datang dengan pakaian kesalehan, mengutip teks-teks agama, dan berbicara atas nama kehati-hatian. Kemunduran itu disebut tahajjur: keadaan ketika seseorang begitu terpaku pada bentuk lahiriah hukum sehingga kehilangan kemampuan membaca daya hidup yang terkandung di dalamnya. Masalahnya bukan pada

Di Negeri yang Kebenarannya Diselimuti Kabut 

KHAMENEI.ID– Ada saat ketika kebohongan tidak datang sebagai kebohongan. Ia mengenakan pakaian kebenaran, meminjam bahasa keadilan, lalu berjalan di tengah kerumunan tanpa mudah dikenali. Justru karena itulah ia berbahaya. Yang membuat sebuah masyarakat rapuh bukan semata-mata hadirnya orang yang terang-terangan memusuhi, melainkan ketika batas antara kawan dan lawan, antara kebenaran dan

Cahaya yang Tak Selalu Berarti Terang 

KHAMENEI.ID– Ada ironi yang sulit diabaikan dalam politik dunia: mereka yang paling lantang berbicara tentang kebebasan tidak selalu menjadi yang paling setia menjaganya. Kata hak asasi manusia dapat terdengar begitu mulia di podium, tetapi menjadi kehilangan makna ketika berhadapan dengan kepentingan politik. Di titik itulah kritik terhadap Barat menemukan persoalan dasarnya.

Politik Luar Negeri dan Tiga Jalan Menjaga Martabat

KHAMENEI.ID– Dalam politik luar negeri, sebuah negara tidak hanya berhadapan dengan negara lain. Ia berhadapan dengan dirinya sendiri: seberapa teguh ia memegang prinsip, seberapa jernih ia membaca keadaan, dan seberapa lentur ia mencari jalan ketika di hadapannya berdiri tembok yang sulit ditembus. Di situlah tiga kata izzah, hikmah dan maslahat menjadi

Mengapa Karbala Tak Pernah Menjadi Kekalahan

KHAMENEI.ID– Ada kekalahan yang dikenang sebagai kemenangan, dan ada kemenangan yang justru dilupakan sejarah. Karbala termasuk yang pertama. Di padang tandus itu, Husain bin Ali a.s kehilangan hampir seluruh orang yang berdiri di sisinya. Keluarganya menjadi tawanan. Darah tertumpah. Tubuh-tubuh bergelimpangan. Secara kasatmata, tidak banyak yang tersisa selain duka. Namun sejarah

Di Hadapan Tuhan, Satu Orang Tak Pernah Menjadi Kecil 

KHAMENEI.ID– Ada jenis kekuasaan yang membuat seseorang takut kehilangan jabatan. Ada pula kekuasaan yang justru membuat seseorang takut berlaku zalim. Keduanya sama-sama berbicara tentang kepemimpinan, tetapi berdiri di dua dunia moral yang berbeda. Imam Ali bin Abi Thalib a.s berada di dunia yang kedua. Pada suatu masa ketika wilayah kekuasaannya membentang

Di Mana Kita Berdiri Ketika Sejarah Memanggil? 

KHAMENEI.ID– Sejarah tidak selalu berubah karena orang jahat merencanakannya dengan cermat. Kadang-kadang sejarah berubah karena orang baik terlalu lama diam. Sebuah masyarakat bisa kehilangan arah bukan hanya karena kekuatan kebatilan terlalu besar, melainkan karena mereka yang mengetahui kebenaran tidak bergerak ketika kebenaran membutuhkan keberanian. Di situlah makna “jihad pemikiran” menjadi penting.