Politik

Dunia Memuji Imam Ali Setelah Wafat, Tapi Menolaknya Saat Berkuasa 

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

Jangan Terlelap oleh Lullaby Musuh: Kewaspadaan sebagai Iman dan Politik

Ada masa ketika senyum terasa lebih berbahaya daripada ancaman. Ia datang tanpa dentuman, tanpa suara keras, hanya sebuah bisikan yang menenangkan. Dalam salah satu ceramahnya, Imam Ali Khamenei qs mengingatkan bahwa sejarah berkali-kali memperlihatkan bagaimana bangsa atau individu justru tumbang bukan karena serangan langsung, melainkan karena tertidur oleh rasa aman

Netralitas yang Mematikan: Mengapa Ulama Tak Boleh Diam Menurut Imam Ali Khamenei

Ada satu anggapan yang kerap terdengar setiap kali agama bersentuhan dengan politik: bukankah lebih baik lembaga keagamaan tetap netral, menjauh dari konflik, dan fokus pada urusan spiritual? Bukankah dengan begitu wibawa mereka akan lebih terjaga? Dalam sejumlah ceramahnya, Imam Ali Khamenei menyebut gagasan ini sebagai sebuah kekeliruan logika—sebuah ilusi yang

Poros Perlawanan: Dari Qasem Soleimani hingga Nurani Dunia yang Terbangun

Sejarah sering bergerak diam-diam—hingga suatu hari ia meledak menjadi kesadaran global. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia menyaksikan sebuah kata yang semakin sering terdengar dari Timur Tengah hingga kampus-kampus Barat: resistensi. Ia bukan sekadar slogan politik, melainkan istilah yang menjelma menjadi identitas, gerakan, bahkan harapan. Dalam kerangka pemikiran yang konsisten disampaikan

Membaca Ulang Wajah Islam di Era Konflik Global

Di banyak sudut dunia Islam hari ini, sebuah paradoks terasa semakin terlihat jelas. Islam kerap hadir sebagai nama, tetapi justru dipakai untuk melawan Islam itu sendiri. Fenomena ini bukan sekadar konflik teologis, melainkan pergulatan identitas, politik, dan kekuasaan. Di tengah kabut itulah muncul istilah yang diinisiasi oleh Imam Khomeini ra

Kekuasaan yang Kehilangan Malu: Dari Pelayanan Publik ke Bisnis Pribadi 

KHAMENEI.ID— Ada masa ketika jabatan dipandang sebagai beban. Bukan kehormatan, apalagi kesempatan memperkaya diri. Ia dipikul dengan rasa takut, dijalani dengan kehati-hatian, dan ditinggalkan tanpa penyesalan. Tapi zaman berubah. Hari ini, kekuasaan sering tampak seperti pintu menuju kenyamanan: rumah besar, fasilitas mewah, pengaruh sosial, dan lingkar elite yang sulit disentuh

Benarkah Amerika Melemah? Membaca Perubahan Kekuatan Dunia dalam Perspektif Imam Ali Khamenei qs

Apakah dominasi Amerika Serikat benar-benar sedang memudar? Pertanyaan ini kerap muncul dalam perdebatan geopolitik global. Bagi sebagian orang, ini terdengar seperti slogan politik. Namun dalam berbagai ceramahnya, Imam Ali Khamenei qs menegaskan bahwa klaim tersebut bukan sekadar retorika, melainkan pembacaan terhadap perubahan nyata dalam keseimbangan kekuatan dunia. Menurutnya, bahkan media

Perang Tanpa Senjata: Strategi “Perang Hibrida” dan Upaya Memadamkan Harapan Generasi

Tidak semua perang dimulai dengan dentuman bom atau deru tank. Dalam pandangan Imam Ali Khamenei qs, ada jenis perang yang jauh lebih sunyi namun dampaknya lebih dalam: perang terhadap keyakinan. Ia menyebutnya sebagai “perang hibrida”—sebuah serangan yang tidak diarahkan pada wilayah fisik, melainkan pada iman, harapan, dan kepercayaan masyarakat. Inilah

Standar Ganda Barat di Gaza: Ketika Retorika HAM Bertabrakan dengan Realitas Perang

Ada momen-momen dalam sejarah ketika sebuah tragedi tidak hanya menelan korban manusia, tetapi juga meruntuhkan klaim moral sebuah peradaban. Dalam sejumlah pidatonya, Imam Ali Khamenei qs melihat perang di Gaza sebagai momen semacam itu. Sebuah peristiwa yang, menurutnya, membuka wajah sesungguhnya peradaban Barat di hadapan dunia. Barat, kata Imam Khamenei,

Imam Ali Khamenei qs, Kemandirian Nasional dan Mitos Isolasi

Di tengah dunia yang makin terhubung—dan sekaligus makin tegang—gagasan tentang “tidak bergantung pada kekuatan asing” sering terdengar seperti ajakan menutup diri. Tuduhan itu pula yang kerap diarahkan pada Iran. Namun dalam sejumlah ceramahnya, Ali Khamenei justru mengajak melihat ulang makna kemandirian nasional: bukan isolasi, melainkan keberanian berdiri sejajar. Gagasan itu