Tafsir

Empat Sifat yang Perlahan Menghancurkan Sebuah Masyarakat

KHAMENEI.ID – Sebuah masyarakat tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Ada kalanya kehancuran justru bermula dari sesuatu yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya: keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, pendirian yang dipertahankan meski terbukti keliru, kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, dan kebiasaan menunda pekerjaan sampai kesempatan berlalu. Tak ada ledakan besar

Tafsir Surah Al-Fatihah Oleh Ayatullah Sayyid Ali Khamaenei qs (Part 1)

Bismillahirrahmanirrahim Kami telah menyampaikan pendahuluan mengenai keharusan menafsirkan Al-Qur’an dan keharusan merujuk kepadanya, serta metode kerja tafsirnya. Ringkasnya adalah bahwa dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an, kami lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat berbahasa Persia saat ini, yaitu mengetahui terjemahan yang jelas dan lancar dari Al-Qur’an, kemudian menjelaskan konsep-konsep Al-Qur’an pada tingkat menengah. (Maksud

Tidak Zalim Bahkan pada Musuh: Standar Tinggi yang Dilupakan Banyak Orang

Penjelasan Singkat Ayatullah Sayyid Ali Khamenei Tentang Sebuah Hadis عَن اَبی عَبدِ اللهِ عَلَیهِ السَّلام قالَ: یَنبَغی لِلمُؤمِنِ اَن یَکونَ فیهِ ثَمانُ خِصالٍ وَقورٌ عِندَ الهَزاهِزِ صَبورٌ عِندَ البَلاءِ شَکورٌ عِندَ الرَّخاءِ قانِعٌ بِما رَزَقَهُ اللهُ لا یَظلِمُ الاَعداءَ وَ لا یَتَحامَلُ لِلاَصدِقاءِ بَدَنُهُ مِنهُ فی تَعَبٍ وَ النّاسُ مِنهُ

Mengenal Konsep Wilayat Faqih (4) Perjuangan Tanpa Tujuan Adalah Kelelahan yang Panjang

Ada masa ketika masa depan terasa seperti lorong panjang tanpa ujung. Gelap, sunyi, dan membingungkan. Orang-orang bergerak, tetapi tak benar-benar tahu ke mana hendak menuju. Dalam situasi seperti itu, yang paling melelahkan bukanlah perjuangan itu sendiri, melainkan ketiadaan arah. Dan sejarah, berkali-kali, menunjukkan bahwa satu gagasan yang tepat bisa mengubah

Manfaat Haji; Rumah Tuhan untuk Semua, dan Ilusi Kekuatan Musuh

Umat Jika pada bagian sebelumnya haji dipahami sebagai perjalanan menaklukkan ego, maka ayat berikutnya membuka lapisan yang lebih luas: haji bukan hanya perjalanan spiritual pribadi, tetapi juga proyek peradaban. Ia bukan sekadar ibadah individu, melainkan pertemuan akbar umat manusia yang sarat manfaat—manfaat spiritual, sosial, bahkan politik dalam arti paling luas.

Haji, Persatuan, dan Harapan: Membaca Ayat-Ayat Ketahanan dalam Pesan Haji

Setiap tahun, jutaan orang pulang dari Mekkah dengan label baru: haji. Gelar sosial yang melekat, foto kenangan yang tersimpan, kisah perjalanan yang diceritakan ulang. Namun sebuah pertanyaan sering luput diajukan: apa sebenarnya yang dibawa pulang dari perjalanan itu selain pengalaman spiritual pribadi? Pertanyaan inilah yang menjadi benang merah dalam banyak

Mengenal Konsep Wilayat Faqih (3)  Mengkaji Ulang Makna Kekuasaan dalam Islam: Pemerintahan, Tujuan atau Sekadar Alat Kekuasaan?

Kekuasaan selalu memikat. Ia menjanjikan pengaruh, kendali, dan—sering kali—kehormatan. Dalam percakapan sehari-hari, ketika orang menyebut “pemerintahan”, yang terbayang biasanya adalah kursi-kursi tinggi, keputusan besar, dan tangan-tangan yang menentukan arah nasib banyak orang. Namun, di balik gemerlap itu, terselip satu pertanyaan yang jarang diajukan secara jujur: apakah pemerintahan memang tujuan utama,

Jangan Lari dari Dunia: Cara Islam Menyembuhkan Salah Paham tentang Akhirat

Ada satu kecenderungan yang diam-diam tumbuh di banyak kepala: menganggap dunia dan akhirat sebagai dua kutub yang harus dipilih salah satunya. Seolah-olah semakin kita mencintai kehidupan dunia—bekerja, merancang masa depan, membangun keluarga—semakin jauh pula kita dari akhirat. Sebaliknya, semakin kita tenggelam dalam ibadah dan spiritualitas, semakin kita dituntut menjauh dari

Gaya Hidup Sederhana Nabi Muhammad dan Teladan Kepemimpinan dalam Islam

Ayatullah Khamenei pada awal pelajaran fikih tingkat lanjut hari Selasa, 24 Desember 2019, menjelaskan sebuah hadis tentang gaya hidup Nabi Muhammad SAW, khususnya tentang pentingnya hidup merakyat dan bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat.   أَخبَرَنَا ابنُ مَخلَدٍ قَالَ: أَخبَرَنَا الخَلَدِیُّ قَالَ: حَدَّثَنَا الحَسَنُ بنُ عَلِیٍّ القَطَّانُ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبَّادُ بنُ