Tafsir

Tugas Pemimpin Islam: Membuka Jalan Manusia Menuju Surga

KHAMENEI.ID– Kekuasaan sering kali diukur dari angka. Berapa besar pertumbuhan ekonomi, seberapa tinggi investasi, atau berapa banyak pembangunan yang berhasil diwujudkan. Semua itu penting. Namun dalam pandangan Islam, ada ukuran yang jauh lebih mendasar daripada sekadar keberhasilan administratif. Seorang pemimpin tidak hanya diminta mengatur kehidupan dunia, tetapi juga membantu manusia menemukan

Tafsir Surah Al-Fatihah (Bag. 13): Nikmat yang Bisa Hilang dan Bahaya Kemunduran Spiritual

KHAMENEI.ID – Mengapa Al-Qur’an mengingatkan bahwa tidak semua orang yang pernah diberi nikmat akan tetap berada di jalan yang lurus? Banyak orang menganggap hidayah sebagai titik akhir perjalanan. Begitu seseorang mengenal kebenaran, beriman, atau berhasil membangun masyarakat yang lebih baik, seolah-olah semuanya telah selesai. Padahal, Al-Qur’an justru mengajarkan kewaspadaan yang

Tafsir Surah Al-Fatihah (Bag. 12): Peringatan Al-Qur’an tentang Bahaya Kemunduran Iman

KHAMENEI.ID –  Tafsir Imam Ali Khamenei tentang makna “ghairil maghdhūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn” dalam Surah Al-Fatihah Setiap hari, seorang muslim memohon kepada Allah swt agar ditunjukkan jalan orang-orang yang telah diberi nikmat. Namun, doa itu tidak berhenti di sana. Al-Qur’an segera melanjutkannya dengan kalimat yang tidak kalah penting: صِرَاطَ الَّذِينَ

Tafsir Surah Al-Fatihah (Bag. 11): Mengapa Kita Terus Memohon Hidayah?

KHAMENEI.ID – Tafsir Imam Ali Khamenei tentang makna mengulang “Ihdinash Shirathal Mustaqim” setiap hari Ada satu pertanyaan yang sering luput ketika membaca Surah Al-Fatihah. Jika seorang muslim telah beriman, mengenal Allah swt, dan berusaha menjalankan agama-Nya, mengapa ia masih harus berulang kali memohon, اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ “Tunjukilah kami jalan yang

Tafsir Surah Al-Fatihah (Bag. 10): Siapa Orang-Orang yang Diberi Nikmat Allah swt?

KHAMENEI.ID – Tafsir Imam Ali Khamenei tentang ayat Shiratalladzina An’amta ‘alaihim teladan yang harus diikuti di jalan lurus Setelah seorang muslim memohon, اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ—”Tunjukilah kami jalan yang lurus”—Al-Qur’an langsung menjelaskan jalan seperti apa yang dimaksud. Jalan itu bukan konsep yang abstrak dan tidak berjejak. Jalan itu adalah jalan yang

Tafsir Surah Al-Fatihah (Bag. 9): Jawaban Al-Qur’an atas Krisis Peradaban Modern

KHAMENEI.ID – Tafsir Imam Ali Khamenei qs terhadap ayat Ihdinash Shirathal Mustaqim; mengapa manusia terus tersesat dalam menjawab persoalan hidup Setiap hari, setidaknya tujuh belas kali dalam salat wajib, seorang muslim mengucapkan doa yang sama: اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ “Tunjukilah kami jalan yang lurus.” (QS. Al-Fatihah [1]: 6) Karena begitu sering

Ketika Tauhid Menjadi Kekuatan yang Mengguncang Dominasi Kekuatan Dunia

KHAMENEI.ID – Mengapa nilai-nilai Islam terus menjadi sasaran permusuhan? Mengapa setiap kebangkitan umat Islam yang berlandaskan ajaran agamanya hampir selalu dihadapkan pada tekanan politik, ekonomi, budaya, bahkan militer? Dalam pandangan Imam Ali Khamenei qs, jawabannya tidak terletak pada identitas umat Islam semata, melainkan pada substansi ajaran Islam itu sendiri. Yang

Tafsir Surah Al-Fatihah (Bag. 8): Mengapa Islam Menolak Konsep “Anak Tuhan”?

KHAMENEI.ID – Tafsir Imam Ali Khamenei tentang hakikat hubungan manusia dengan Allah swt dalam Surah Al-Fatihah, ayat 5 Ketika seorang muslim mengucapkan إِيَّاكَ نَعْبُدُ—”Hanya kepada Engkaulah kami menyembah” (QS. Al-Fatihah [1]: 5)—ia sedang mendefinisikan kembali siapa dirinya di hadapan Tuhan. Bukan sebagai anak, bukan sebagai mitra, bukan pula sebagai bagian

Tafsir Surah Al-Fatihah (Bag. 7): Mengapa Al-Qur’an Memuliakan Manusia sebagai Hamba Allah?

KHAMENEI.ID – Tafsir Imam Ali Khamenei tentang Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’in, makna penghambaan yang justru membebaskan manusia Di zaman yang menjadikan kebebasan sebagai ukuran tertinggi, kata hamba terdengar seperti istilah yang usang. Tidak ada orang yang ingin disebut budak. Manusia modern ingin merdeka, menentukan jalan hidupnya sendiri, dan bebas

Tafsir Surah Al-Fatihah (Bag. 6): Ilusi Kepemilikan Manusia

KHAMENEI.ID – Bagaimana iman kepada “Malik Yaumiddin” membebaskan manusia dari kesombongan dan ilusi kekuasaan Apa yang benar-benar kita miliki dalam hidup ini? Rumah yang kita tempati? Harta yang kita kumpulkan? Jabatan yang kita sandang? Atau bahkan tubuh yang setiap hari kita sebut sebagai “milik saya”? Dalam lanjutan tafsir Malik Yaumiddin,

Tafsir Surah All-Fatihah (Bag. 5): Mengapa Allah swt Menyebut Diri-Nya Pemilik Hari Pembalasan?

KHAMENEI.ID – Tafsir Imam Ali Khamenei tentang makna “Māliki Yaumid-Dīn” dalam Surah Al-Fatihah Setelah memperkenalkan Allah swt sebagai Rabbul ‘Alamin—Pengatur, Pemelihara, sekaligus Penguasa seluruh alam—Surah Al-Fatihah membawa pembacanya kepada satu kenyataan yang tak dapat dihindari: setiap manusia sedang berjalan menuju hari ketika seluruh amalnya akan dipertanggungjawabkan. Karena itulah, ayat berikutnya