Kabar

Menjaga Martabat Seorang Mukmin: Ketika Kebenaran Tak Harus Mempermalukan

KHAMENEI.ID– Di zaman ketika informasi bergerak lebih cepat daripada kebijaksanaan, nama baik seseorang sering kali menjadi korban pertama. Sekali tuduhan dilemparkan ke ruang publik, ia akan hidup jauh lebih lama daripada klarifikasi. Yang tersisa bukan lagi pencarian kebenaran, melainkan jejak prasangka yang sulit dihapus. Padahal, dalam pandangan Islam, kehormatan manusia bukan

Pesan Pemimpin Revolusi dalam Rangka Memperingati Hari Buruh dan Hari Guru

Hadrat Ayatullah Sayyid Mujtaba Khamenei hf, dalam sebuah pesan yang disampaikan untuk memperingati Hari Buruh dan Hari Guru, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kedudukan dan martabat kedua jenis profesi tersebut. Beliau menegaskan urgensi untuk mematahkan ambisi dan memupus harapan musuh-musuh kemajuan dan kejayaan Iran dalam kancah Jihad Ekonomi dan Kebudayaan, sebagaimana

Pidato Imam Ali Khamenei qs dalam Pertemuan dengan Ribuan Wanita dan Anak-anak

Bismillahirrahmanirrahim (1) Alhamdulillahirabbil ‘alamin, wash-shalatu was-salamu ‘ala sayyidina wa nabiyyina Abil Qashimil Mushthafa Muhammad wa ‘ala alihi al-athyyibinath-thahirin al-muntajabin, si-ma baqiyyatillahi fil-aradhin. Selamat datang kepada seluruh hadirat para wanita yang terhormat, khususnya keluarga para syuhada tercinta, dan secara khusus pula keluarga dari para syuhada yang baru gugur, yang merupakan manifestasi

Dinding-Dinding di Jalan Keshvar Dost: Hikayat Kerinduan Bangsa Iran pada Sang Pemimpin yang Syahid

Di mata media global, beliau sering disematkan dengan berbagai julukan: Ayatullah Khamenei, Pemimpin Umat Islam, Sayyid Ali, Ayatullah, Pemimpin Iran, dan Pemimpin Agung. Namun, istilah “Pemimpin Agung” (Supreme Leader) kerap disajikan dengan nuansa yang mengesankan tirani dan despotisme. Bayang-bayang kelam kata “diktator”—terutama di media-media tertentu yang memusuhi beliau—sering kali menutupi

Terjemahan Bahasa Mandarin untuk Buku “Cell No. 14: The Autobiography of Ayatollah Khamenei” Diluncurkan di Pameran Buku Internasional Beijing

Di luar riuh rendah suara mesiu di medan laga, konflik soft power acap kali melahirkan gelombang reaksi yang sulit ditebak. Sejarah mencatat, setelah serangan 11 September 2001, dunia justru menyaksikan lonjakan minat baca Al-Qur’an yang tajam, memaksa penerbit-penerbit Barat merilis ulang kitab suci itu demi memuaskan rasa ingin tahu publik.

Pengumuman Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah al-Uzhma Khamenei qs

Pengumuman Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah al-Uzhma Khamenei (semoga Allah swt menyucikan jiwa sucinya) mengenai kegiatan publikasi dan penyebaran informasi terkait beliau. Seiring dengan wafatnya pemimpin agung umat dan panutan bangsa Iran yang gugur sebagai syahid (pemimpin syahid), gelombang cinta dan kasih sayang yang luar biasa dan terus meningkat

Anak-anak Berkumpul di Makam Imam Ridho as untuk Memperingati Peristiwa Minab

Suasana khidmat menyelimuti pelataran Makam Suci Imam Ali Ar-Ridho as, Sabtu, 25 April lalu. Di tengah semarak perayaan 10 Hari Mulia (Dahe-ye Karamat), tak kurang dari 12.000 santri cilik penghafal Al-Quran berkumpul, bersimpuh bersama ibu mereka. Namun, pertemuan kolosal bertajuk “Malaikat Perlawanan” ini bukan sekadar perayaan rutin; ia adalah sebuah

Wasiat di Pusara Suci Imam Ridha as: Goresan Pena Imam Ali Khamenei Terungkap

Di sela keriuhan perayaan 10 Hari Mulia (Dahe-ye Karamat) dan milad Imam Ridho as, sebuah fragmen sejarah yang intim tersingkap di kompleks Makam Suci Imam Ridho. Direktur Jenderal Wakaf Astan Quds Razavi, Alireza Esmaeilzadeh, secara resmi memamerkan catatan tangan (manuskrip) asli peninggalan Asy-Syahid Ayatollah Seyed Ali Khamenei qs. ​Catatan-catatan ini