

KHAMENEI.ID– Di zaman ketika informasi bergerak lebih cepat daripada kebijaksanaan, nama baik seseorang sering kali menjadi korban pertama. Sekali tuduhan dilemparkan ke ruang publik, ia akan hidup jauh lebih lama daripada klarifikasi. Yang tersisa bukan lagi pencarian kebenaran, melainkan jejak prasangka yang sulit dihapus. Padahal, dalam pandangan Islam, kehormatan manusia bukan

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan babak baru dalam peta kekuatan di kawasan Teluk Persia. Melalui pesan resmi yang dirilis Jumat malam, IRGC menegaskan bahwa “aturan main” dan formula manajemen baru di wilayah perairan strategis tersebut telah dirumuskan dan siap dijalankan berdasarkan instruksi bersejarah dari Pemimpin Tertinggi Revolusi

Hadrat Ayatullah Sayyid Mujtaba Khamenei hf, dalam sebuah pesan yang disampaikan untuk memperingati Hari Buruh dan Hari Guru, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kedudukan dan martabat kedua jenis profesi tersebut. Beliau menegaskan urgensi untuk mematahkan ambisi dan memupus harapan musuh-musuh kemajuan dan kejayaan Iran dalam kancah Jihad Ekonomi dan Kebudayaan, sebagaimana

Bismillahirrahmanirrahim (1) Alhamdulillahirabbil ‘alamin, wash-shalatu was-salamu ‘ala sayyidina wa nabiyyina Abil Qashimil Mushthafa Muhammad wa ‘ala alihi al-athyyibinath-thahirin al-muntajabin, si-ma baqiyyatillahi fil-aradhin. Selamat datang kepada seluruh hadirat para wanita yang terhormat, khususnya keluarga para syuhada tercinta, dan secara khusus pula keluarga dari para syuhada yang baru gugur, yang merupakan manifestasi

Di mata media global, beliau sering disematkan dengan berbagai julukan: Ayatullah Khamenei, Pemimpin Umat Islam, Sayyid Ali, Ayatullah, Pemimpin Iran, dan Pemimpin Agung. Namun, istilah “Pemimpin Agung” (Supreme Leader) kerap disajikan dengan nuansa yang mengesankan tirani dan despotisme. Bayang-bayang kelam kata “diktator”—terutama di media-media tertentu yang memusuhi beliau—sering kali menutupi

Di luar riuh rendah suara mesiu di medan laga, konflik soft power acap kali melahirkan gelombang reaksi yang sulit ditebak. Sejarah mencatat, setelah serangan 11 September 2001, dunia justru menyaksikan lonjakan minat baca Al-Qur’an yang tajam, memaksa penerbit-penerbit Barat merilis ulang kitab suci itu demi memuaskan rasa ingin tahu publik.

Pengumuman Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah al-Uzhma Khamenei (semoga Allah swt menyucikan jiwa sucinya) mengenai kegiatan publikasi dan penyebaran informasi terkait beliau. Seiring dengan wafatnya pemimpin agung umat dan panutan bangsa Iran yang gugur sebagai syahid (pemimpin syahid), gelombang cinta dan kasih sayang yang luar biasa dan terus meningkat

Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei hf, dalam sebuah pesan memperingati 10 Ordibehesht (30 April), Hari Nasional Teluk Persia, menekankan bahwa setelah dua bulan berlalu sejak mobilisasi militer dan agresi terbesar oleh para penguasa zalim dunia di kawasan ini, sebuah babak baru bagi Teluk Persia dan Selat Hormuz telah dimulai. Beliau menilai

Suasana khidmat menyelimuti pelataran Makam Suci Imam Ali Ar-Ridho as, Sabtu, 25 April lalu. Di tengah semarak perayaan 10 Hari Mulia (Dahe-ye Karamat), tak kurang dari 12.000 santri cilik penghafal Al-Quran berkumpul, bersimpuh bersama ibu mereka. Namun, pertemuan kolosal bertajuk “Malaikat Perlawanan” ini bukan sekadar perayaan rutin; ia adalah sebuah

Di sela keriuhan perayaan 10 Hari Mulia (Dahe-ye Karamat) dan milad Imam Ridho as, sebuah fragmen sejarah yang intim tersingkap di kompleks Makam Suci Imam Ridho. Direktur Jenderal Wakaf Astan Quds Razavi, Alireza Esmaeilzadeh, secara resmi memamerkan catatan tangan (manuskrip) asli peninggalan Asy-Syahid Ayatollah Seyed Ali Khamenei qs. Catatan-catatan ini

TEHERAN – Ibu kota Iran memutih. Rabu sore itu, ribuan orang tumpah ruah ke jalanan, mengubah poros utama dari Alun-alun Imam Hossein hingga Alun-alun Azadi menjadi lautan manusia. Mereka berkumpul untuk merayakan milad Imam Reza—Imam kedelapan dalam tradisi Syiah—namun suasana tahun ini terasa berbeda. Tak sekadar seremoni religius, kerumunan ini