Kabar

Menjaga Martabat Seorang Mukmin: Ketika Kebenaran Tak Harus Mempermalukan

KHAMENEI.ID– Di zaman ketika informasi bergerak lebih cepat daripada kebijaksanaan, nama baik seseorang sering kali menjadi korban pertama. Sekali tuduhan dilemparkan ke ruang publik, ia akan hidup jauh lebih lama daripada klarifikasi. Yang tersisa bukan lagi pencarian kebenaran, melainkan jejak prasangka yang sulit dihapus. Padahal, dalam pandangan Islam, kehormatan manusia bukan

Haji, Persatuan, dan Harapan: Membaca Ayat-Ayat Ketahanan dalam Pesan Haji

Setiap tahun, jutaan orang pulang dari Mekkah dengan label baru: haji. Gelar sosial yang melekat, foto kenangan yang tersimpan, kisah perjalanan yang diceritakan ulang. Namun sebuah pertanyaan sering luput diajukan: apa sebenarnya yang dibawa pulang dari perjalanan itu selain pengalaman spiritual pribadi? Pertanyaan inilah yang menjadi benang merah dalam banyak

Mengenal Konsep Wilayat Faqih (3)  Mengkaji Ulang Makna Kekuasaan dalam Islam: Pemerintahan, Tujuan atau Sekadar Alat Kekuasaan?

Kekuasaan selalu memikat. Ia menjanjikan pengaruh, kendali, dan—sering kali—kehormatan. Dalam percakapan sehari-hari, ketika orang menyebut “pemerintahan”, yang terbayang biasanya adalah kursi-kursi tinggi, keputusan besar, dan tangan-tangan yang menentukan arah nasib banyak orang. Namun, di balik gemerlap itu, terselip satu pertanyaan yang jarang diajukan secara jujur: apakah pemerintahan memang tujuan utama,

Haji dan Politik Umat: Dari Ayat “Bara’ah” Menuju Persatuan Dunia Islam

Ada momen dalam sejarah Islam ketika haji berubah dari sekadar ibadah ritual menjadi peristiwa politik yang terang benderang. Momen itu terjadi pada tahun kesembilan hijriah, ketika pada musim haji diumumkan sebuah deklarasi yang mengguncang lanskap keagamaan Arab: pemutusan hubungan dengan kaum musyrik. Sejak saat itu, haji tidak pernah benar-benar hanya

Jangan Lari dari Dunia: Cara Islam Menyembuhkan Salah Paham tentang Akhirat

Ada satu kecenderungan yang diam-diam tumbuh di banyak kepala: menganggap dunia dan akhirat sebagai dua kutub yang harus dipilih salah satunya. Seolah-olah semakin kita mencintai kehidupan dunia—bekerja, merancang masa depan, membangun keluarga—semakin jauh pula kita dari akhirat. Sebaliknya, semakin kita tenggelam dalam ibadah dan spiritualitas, semakin kita dituntut menjauh dari

Menelusuri Cinta, Rahasia, dan Keteladanan dalam Islam dalam Diri Fathimah

Ada momen-momen dalam hidup yang tak bisa dijelaskan dengan logika sederhana. Tangis dan senyum bisa hadir dalam satu waktu—bukan karena labil, melainkan karena kedalaman rasa yang tak terjangkau kata. Dalam sejarah Islam, salah satu momen paling sunyi sekaligus paling menggugah adalah peristiwa ketika Fatimah, putri Nabi, menangis lalu tersenyum di

Mengenal Konsep Wilayat Faqih (2) Siapa yang Layak Menjalankan Hukum? Dari Kekuasaan hingga Amanah dalam Perspektif Islam

Hukum, dalam bayangan banyak orang, sering dipahami sebagai sekumpulan pasal yang tegas dan dingin. Ia tertulis, baku, dan tampak tak tergoyahkan. Namun sejarah manusia berulang kali menunjukkan satu hal yang ganjil: hukum yang baik tidak selalu melahirkan keadilan. Ada jarak yang sunyi—dan sering kali berbahaya—antara apa yang tertulis dan bagaimana

Mengenal Konsep Wilayat Faqih (1): Dari Ide yang Menggerakkan Iran, ke Istilah yang Kita Abaikan

Kita hidup di tengah kata-kata yang sering diulang, tetapi jarang dipikirkan. Ia melintas di televisi, terselip dalam buku pelajaran, mengendap di pidato-pidato resmi, bahkan muncul dalam obrolan santai. Namun justru karena terlalu sering hadir, maknanya pelan-pelan menguap. Kita merasa sudah paham, padahal mungkin belum pernah benar-benar berhenti untuk bertanya: sebenarnya

Optimisme dalam Islam: Antara Tawakal, Sejarah, dan Masa Depan yang Pasti

Di tengah dunia yang kian gelisah—penuh krisis makna, konflik tak berujung, dan kelelahan kolektif—pertanyaan paling mendasar kembali mengemuka: apakah masa depan masih layak diharapkan? Banyak peradaban tampak gagap menjawabnya. Mereka gaduh di permukaan, tetapi rapuh di dalam. Di titik inilah, pandangan Islam tentang optimisme terasa bukan sekadar alternatif, melainkan tawaran