

KHAMENEI.ID – Sebuah masyarakat tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Ada kalanya kehancuran justru bermula dari sesuatu yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya: keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, pendirian yang dipertahankan meski terbukti keliru, kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, dan kebiasaan menunda pekerjaan sampai kesempatan berlalu. Tak ada ledakan besar

KHAMENEI.ID – Kemajuan sering dipuja sebagai ukuran keberhasilan sebuah bangsa. Gedung-gedung tinggi berdiri, teknologi berkembang, produksi meningkat, angka ekonomi membaik. Tetapi ada pertanyaan yang lebih mengganggu: kemajuan itu dinikmati siapa? Sebab kemajuan yang tidak berjalan bersama keadilan berisiko melahirkan paradoks. Sebuah negara bisa semakin kaya, tetapi kesenjangan semakin lebar. Pendidikan

KHAMENEI.ID – Di tengah dunia yang gemar memisahkan ilmu dari moral, kekuasaan dari kebijaksanaan, dan perjuangan dari kasih sayang, sosok Nabi Muhammad saw justru menawarkan sesuatu yang berlawanan: kesatuan. Dalam pandangan Imam Ali Khamenei qs, Rasulullah saw bukan sekadar matahari yang menerangi satu ruang tertentu. Ia lebih menyerupai galaksi—ruang luas yang

KHAMENEI.ID– Ada luka yang tak kunjung menutup bukan karena waktu berhenti, melainkan karena dunia terus menolak melihatnya. Palestina adalah salah satunya. Selama puluhan tahun, tanah itu menjadi tempat sebuah bangsa kehilangan rumah, tanah air, dan ruang hidupnya sendiri, sementara dunia yang mengaku menjunjung hak asasi manusia berkali-kali menyaksikannya dari kejauhan. Bagi

KHAMENEI.ID– Di banyak tempat, umat Islam seperti hidup di tengah dua arus yang berlawanan. Arus pertama mengajak mereka berhenti sejenak dari perbedaan, melihat persamaan, lalu berdiri sebagai satu kekuatan. Arus kedua justru bekerja sebaliknya: membesarkan perbedaan, menyalakan kecurigaan, dan membuat sesama Muslim saling memandang sebagai musuh. Pertarungan itu bukan semata-mata pertarungan

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika peta dunia seolah memiliki satu pusat gravitasi. Keputusan satu negara dapat mengguncang pemerintahan di negeri lain. Sebuah operasi intelijen bisa mengubah arah sejarah. Sebuah koper berisi uang dapat menjadi alat untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah. Banyak bangsa belajar, dengan cara yang pahit, bahwa kedaulatan di atas kertas

KHAMENEI.ID– Ada pemimpin yang tampak besar karena kekuasaan yang berada di tangannya. Ada pula yang menjadi besar justru karena dirinya tidak pernah sepenuhnya ditelan oleh kekuasaan. Pada titik itulah sosok Imam Khomeini qs menjadi menarik untuk dibaca kembali: bukan semata sebagai pemimpin Revolusi Iran, melainkan sebagai gambaran tentang bagaimana kekuasaan politik

KHAMENEI.ID – Ada cara sederhana untuk mengenang Nabi Muhammad: memperbanyak pujian, menggelar perayaan, lalu kembali menjalani kehidupan seperti biasa. Tetapi bagi Imam Khamenei, cara semacam itu terlalu kecil untuk seorang Nabi yang pengaruhnya melampaui zamannya. Dalam sebuah pidato di hadapan para peziarah dan warga sekitar Haram Imam Ali Ridha, Imam Ali

KHAMENEI.ID – Ada penyimpangan yang lahir bukan karena penolakan besar terhadap kebenaran, melainkan karena satu langkah kecil yang dibiarkan terus berjalan. Pada awalnya hampir tidak terlihat. Jaraknya dengan jalan yang benar hanya sejengkal. Namun semakin lama, jarak itu melebar. Sedikit demi sedikit, hati menjadi semakin asing terhadap kebenaran yang dulu

KKHAMENEI.ID – Tafsir Al-Baqarah ayat 10; Penyakit nifak dan bagaimana penyakit itu bertambah karena pilihan manusia sendiri. Ada penyakit yang menyerang tubuh dan membuat seseorang terbaring lemah. Namun ada pula penyakit yang jauh lebih berbahaya: penyakit hati. Penyakit ini tidak membuat penderitanya demam atau kehilangan tenaga, tetapi membuatnya sulit menerima

KHAMENEI.ID– Ada kegagalan yang tidak selalu tampak sebagai kegagalan. Ia tidak menimbulkan keruntuhan gedung, tidak membuat sirene berbunyi, bahkan kadang tetap terlihat rapi di atas kertas. Salah satunya adalah ketika sebuah gagasan besar tentang transformasi pendidikan disimpan terlalu lama tanpa pernah benar-benar dijalankan. Di situlah persoalan pendidikan sering bermula: bukan karena









