

Kini tibalah momen agung pertemuan dua jiwa yang diridhai Allah. Dua insan muda, dengan kesadaran penuh, hendak mengarungi hidup bergandengan tangan menuju tujuan tertinggi. Sungguh, ikatan ini begitu dalam dan penting. Naluri menginginkan pasangan, jiwa yang gelisah mendambakan teman hidup, dan ruh yang resah merasa tak sempurna tanpa belahan jiwa.

Tafsir إِیّاکَ نَعبُدُ Setelah kesadaran tentang “مٰلِکِ یَومِ الدّین” menegaskan bahwa seluruh hidup manusia akan bermuara pada satu hari pertanggungjawaban di bawah kekuasaan mutlak Tuhan, maka secara alami lahirlah satu sikap batin yang paling mendasar: penyerahan diri sepenuhnya. Dari titik inilah ayat beralih menjadi sebuah pernyataan yang tidak lagi sekadar

Tafsir Ayat مَلِکِ یَومِ الدّین Setelah ayat-ayat awal Surah Al-Fatihah menuntun kita mengenal Tuhan sebagai Rabb semesta alam dan sumber kasih sayang yang tak terbatas, Al-Qur’an kemudian membawa kesadaran kita melangkah lebih dalam, menuju satu kenyataan yang tak terelakkan: “مٰلِکِ یَومِ الدّین” — Pemilik Hari Pembalasan. Di titik ini, hubungan

Setiap kali istilah “pemerintahan agama” atau wilayat al-faqih muncul, bayangan yang sering muncul justru yang paling sederhana—dan sering kali keliru. Seorang pemimpin duduk di puncak, memutuskan apa pun yang ia mau, sementara yang lain tinggal mengangguk. Gambaran ini terasa familiar, bahkan masuk akal, karena dalam banyak pengalaman sejarah, kekuasaan memang

Makna Ar-Rahman dan Ar-Rahim Ar-Rahman dan Ar-Rahim keduanya diambil dari akar kata “Rahmat”, namun dengan dua perhatian dan sudut pandang yang berbeda. Ar-Rahman: Adalah sighah mubalaghah (bentuk hiperbolis). Dalam bahasa Arab, salah satu bentuk mubalaghah adalah fa’lan. Rahman menunjukkan banyaknya rahmat dan limpahan rahmat; menunjukkan luasnya lingkaran rahmat Ilahi. Ar-Rahim:

Bismillahirrahmanirrahim Kami telah menyampaikan pendahuluan mengenai keharusan menafsirkan Al-Qur’an dan keharusan merujuk kepadanya, serta metode kerja tafsirnya. Ringkasnya adalah bahwa dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an, kami lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat berbahasa Persia saat ini, yaitu mengetahui terjemahan yang jelas dan lancar dari Al-Qur’an, kemudian menjelaskan konsep-konsep Al-Qur’an pada tingkat menengah. (Maksud

Ada kecenderungan yang kian menguat dalam perbincangan publik: membelah rohaniwan ke dalam dua kubu yang seolah saling berseberangan—“pro-pemerintah” dan “non-pemerintah”. Yang satu dianggap dekat dengan kekuasaan, yang lain dipersepsikan lebih “murni”. Dari sana, lahirlah penilaian moral yang tergesa: yang ini bernilai, yang itu tercela. Padahal, pembelahan semacam itu bukan hanya

Ruang sidang sering dibayangkan sebagai tempat yang dingin. Meja kayu yang berat, palu hakim yang keras, berkas perkara yang menumpuk. Segalanya terasa tegas, pasti, dan tak kenal kompromi. Di sana, hukum bekerja seperti mesin: presisi, tajam, dan menentukan. Namun, dalam salah satu pandangan yang dinisbatkan kepada Imam Ali Khamenei, ada

Ada satu pertanyaan sederhana yang sering luput kita ajukan: jika kenabian adalah peristiwa terbesar dalam sejarah manusia, sebenarnya hadiah apa yang dibawanya untuk dunia? Apakah hukum? Apakah ritual? Atau sesuatu yang lebih mendasar dari itu semua? Dalam pemikiran Imam Ali Khamenei qs, misi kenabian Nabi Muhammad bukan hanya peristiwa keagamaan

Ada masa ketika sebuah gagasan tampak kecil, bahkan rapuh—dibicarakan di ruang-ruang terbatas, diperdebatkan oleh segelintir orang, dan diragukan oleh banyak pihak. Tapi sejarah sering bergerak dengan cara yang tak terduga. Ia diam-diam mengumpulkan energi, menumbuhkan keyakinan, hingga pada satu titik berubah menjadi gelombang besar yang tak bisa dibendung. Gelombang itu

Penjelasan Singkat Ayatullah Sayyid Ali Khamenei Tentang Sebuah Hadis عَن اَبی عَبدِ اللهِ عَلَیهِ السَّلام قالَ: یَنبَغی لِلمُؤمِنِ اَن یَکونَ فیهِ ثَمانُ خِصالٍ وَقورٌ عِندَ الهَزاهِزِ صَبورٌ عِندَ البَلاءِ شَکورٌ عِندَ الرَّخاءِ قانِعٌ بِما رَزَقَهُ اللهُ لا یَظلِمُ الاَعداءَ وَ لا یَتَحامَلُ لِلاَصدِقاءِ بَدَنُهُ مِنهُ فی تَعَبٍ وَ النّاسُ مِنهُ