Kajian Keislaman

Empat Sifat yang Perlahan Menghancurkan Sebuah Masyarakat

KHAMENEI.ID – Sebuah masyarakat tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Ada kalanya kehancuran justru bermula dari sesuatu yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya: keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, pendirian yang dipertahankan meski terbukti keliru, kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, dan kebiasaan menunda pekerjaan sampai kesempatan berlalu. Tak ada ledakan besar

Sunnah Ilahiyah dan Hukum Kehidupan yang Tak Bisa Ditawar

KHAMENEI.ID– Ada hukum yang terlihat oleh mata dan ada hukum yang baru terasa setelah manusia menabraknya. Gravitasi membuat benda jatuh ke tanah. Matahari bergerak pada garis edarnya. Bulan mempunyai fase-fasenya. Semua berlangsung tanpa menunggu manusia percaya atau tidak. Namun Al-Qur’an berbicara tentang hukum yang lebih sunyi: hukum yang bekerja dalam kehidupan

Janji Tuhan dan Godaan untuk Tidak Sabar

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika manusia tidak lagi meragukan Tuhan, tetapi mulai meragukan waktu. Janji diyakini, namun kesabaran menipis. Yang semula terdengar sebagai keyakinan perlahan berubah menjadi pertanyaan: kapan? Mengapa belum? Sampai kapan harus menunggu? Barangkali di situlah ujian yang paling halus bermula. Bukan ketika seseorang terang-terangan menolak janji Tuhan, melainkan ketika

Revolusi yang Menang Tanpa Senjata: Ketika Rakyat Mengalahkan Kekuasaan

KHAMENEI.ID – Ada sebuah kekuatan yang sering diremehkan oleh penguasa: rakyat yang tidak lagi takut. Selama ketakutan masih hidup, kekuasaan dapat bertahan dengan tentara, polisi, penjara, dan propaganda. Tetapi ketika rasa takut itu runtuh, senjata yang paling modern sekalipun mulai kehilangan pengaruhnya. Begitulah Imam Ali Khamenei qs menggambarkan salah satu

Islam sebagai Pandangan Dunia: Ketika Agama Menjadi Sistem Kehidupan

KHAMENEI.ID – Agama sering kali dipersempit menjadi sesuatu yang tinggal di sudut kehidupan. Ia hadir di tempat ibadah, mengiringi doa, mengatur ritual, lalu selesai ketika manusia kembali memasuki urusan politik, ekonomi, ilmu pengetahuan, dan kehidupan sosial. Pandangan semacam itulah yang sejak awal ditolak oleh Imam Ali Khamenei qs. Dalam sebuah

Hidup yang Perlahan Jauh dari Teladan 

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika perubahan sebuah masyarakat tidak dimulai dari gedung parlemen, pidato politik, atau pergantian penguasa. Ia justru tumbuh diam-diam dari hal yang paling dekat dengan manusia: cara makan, cara berpakaian, cara bekerja, cara menggunakan uang, cara memperlakukan keluarga, bahkan cara seseorang menghabiskan waktunya. Di sanalah persoalan gaya hidup Islam

Tidak Semua Jalan Menuju Tujuan Berupa Garis Lurus 

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika mundur terlihat seperti kekalahan. Ada pula saat ketika bertahan justru menjadi bentuk kegagalan. Dalam politik, perang, bahkan perjalanan hidup, arah gerak tidak selalu bisa dibaca dari langkah kaki: maju belum tentu menang, mundur belum tentu kalah. Yang menentukan adalah ke mana seseorang hendak sampai. Dari kegelisahan semacam

Menjaga Diri Sebelum Menjaga Perjuangan

KHAMENEI.ID– Ada bentuk kekalahan yang tidak dimulai di medan pertempuran. Ia tumbuh jauh sebelumnya, diam-diam, di dalam diri seseorang: dari kelalaian kecil, disiplin yang longgar, ilmu yang tidak diperbarui, atau akhlak yang perlahan kehilangan ketajamannya. Ketika saat genting tiba, kelemahan yang selama ini tersembunyi itu tiba-tiba muncul ke permukaan. Gagasan semacam

Yang Hilang dari Umat Bukan Jumlah, Melainkan Persatuan 

KHAMENEI.ID– Ada jenis penderitaan yang tidak selalu datang dari kekurangan. Sebuah bangsa bisa memiliki tanah yang luas, sumber daya yang melimpah, sejarah yang panjang, dan jumlah penduduk yang besar, tetapi tetap berada dalam posisi lemah. Penderitaan semacam itu sering kali bukan semata-mata akibat apa yang dimiliki atau tidak dimiliki, melainkan karena

Istighfar dan Keteguhan di Tengah Perjuangan

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika manusia merasa bahwa masalah terbesar dalam hidupnya berada di luar dirinya: musuh yang datang, keadaan yang memburuk, jalan yang terasa buntu. Dalam situasi semacam itu, orang biasanya mencari kekuatan dengan memperbesar tenaga, menyusun strategi, atau menghimpun sebanyak mungkin dukungan. Al-Quran menawarkan satu jalan yang tampak sederhana, tetapi

Mereka yang Bertahan di Tanah yang Terluka

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika Palestina seolah hanya menjadi urusan orang Palestina. Ada pula masa ketika persoalan itu dipersempit menjadi konflik agama, pertikaian kawasan, atau sengketa yang terlalu rumit untuk disentuh dunia. Namun setiap kali kekerasan kembali membuka luka yang lama, batas-batas itu perlahan runtuh. Palestina muncul bukan sekadar sebagai nama sebuah