

KHAMENEI.ID – Ada orang yang semakin dipuji semakin sulit melihat kekurangannya sendiri. Ia mengira sanjungan sebagai bukti kebaikan, keselamatan sebagai tanda bahwa dirinya tidak bersalah, dan kelimpahan nikmat sebagai pengakuan bahwa hidupnya berada di jalan yang benar. Tanpa disadari, ia sedang membangun keyakinan tentang dirinya dari hal-hal yang justru belum tentu

KHAMENEI.ID– Ada saat-saat ketika seseorang selesai berdoa, tetapi hatinya tetap terasa hampa. Bibir telah mengucapkan rangkaian kalimat yang panjang, tangan telah terangkat tinggi, bahkan air mata sempat menetes. Namun, setelah semuanya usai, tidak ada kedamaian yang menetap. Seolah doa itu hanya berhenti di langit-langit ruangan, tak pernah benar-benar sampai ke hadirat

KHAMENEI.ID– Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, manusia sering menunggu Ramadan sebagai puncak perjalanan spiritual. Masjid mulai ramai, jadwal ibadah disusun, dan semangat memperbaiki diri perlahan tumbuh. Namun ada satu bulan yang justru menjadi ruang persiapan paling sunyi, tetapi memperoleh perhatian luar biasa dari Rasulullah saw: bulan Sya’ban. Sya’ban bukan sekadar jeda

KHAMENEI.ID– Ada pekerjaan yang menjanjikan penghasilan besar. Ada pula profesi yang menawarkan gengsi dan kekuasaan. Namun ada satu jalan hidup yang sering kali berjalan sunyi: menjadi guru. Jalan ini menuntut kesabaran panjang, tenaga yang tak sedikit, sementara imbalan materi kerap tak sebanding dengan pengorbanannya. Justru di ruang sunyi itulah tersimpan sesuatu

KHAMENEI.ID– Ada orang yang memiliki ilmu, tetapi tak pernah mengajarkannya. Ada yang diberi mimbar, tetapi memilih diam. Ada pula yang memiliki pengaruh besar, namun menggunakannya hanya untuk memperbesar dirinya sendiri. Dalam pandangan agama, semua itu bukan sekadar pilihan hidup. Kelak, ia akan menjadi pertanyaan. Kita sering membayangkan hari kiamat sebagai saat

KHAMENEI.ID– Ada tokoh-tokoh yang semakin banyak dibicarakan justru semakin terasa sulit dijelaskan. Bukan karena sejarah tentang mereka terlalu sedikit, melainkan karena kebesaran mereka melampaui kemampuan bahasa. Fatimah Az-Zahra a.s adalah salah satunya. Nama beliau begitu akrab di telinga umat Islam, tetapi setiap kali mencoba menguraikan kedudukannya, selalu muncul kesadaran bahwa kata-kata

KHAMENEI.ID – Ada anggapan yang terus berulang setiap kali ulama berbicara tentang politik, keadilan, atau persoalan dunia. “Bukankah lebih baik ulama fokus mengajar agama? Bukankah mereka akan lebih dihormati jika tidak ikut dalam konflik sosial dan politik?” Bagi sebagian orang, pertanyaan itu terdengar masuk akal. Namun dalam pandangan Imam Ali

KHAMENEI.ID – Ada ironi besar dalam sejarah dunia modern. Negara-negara yang hari ini paling lantang berbicara tentang demokrasi, hak asasi manusia, dan kebebasan justru dibangun di atas jejak panjang kolonialisme, perampasan kekayaan bangsa lain, dan dominasi politik global. Di sisi lain, banyak negeri Muslim yang dahulu menjadi pusat ilmu pengetahuan

KHAMENEI.ID – Selama bertahun-tahun, kata perlawanan atau resistensi sering dipersempit menjadi istilah militer. Ia identik dengan perang, konflik, atau pertempuran bersenjata. Padahal, dalam pemikiran Imam Ali Khamenei qs, resistensi memiliki makna yang jauh lebih luas. Ia bukan sekadar respons terhadap agresi, melainkan sebuah paradigma untuk membangun kembali martabat dunia Islam.

KHAMENEI.ID– Ada penyakit yang membuat tubuh terbaring di ranjang. Tetapi ada pula penyakit yang jauh lebih sunyi. Ia tidak memerlukan obat dari apotek, tidak tampak dalam hasil pemeriksaan laboratorium, bahkan sering dianggap sebagai bagian biasa dari kehidupan. Padahal, penyakit inilah yang perlahan menggerogoti semangat, mengeraskan hati, dan membuat manusia kehilangan arah.

KHAMENEI.ID– Hari-hari terakhir bulan Sya’ban sering berlalu nyaris tanpa jejak. Perhatian banyak orang sudah tertuju kepada Ramadan yang tinggal menghitung hari. Padahal, dalam tradisi spiritual Islam, Sya’ban bukan sekadar ruang tunggu menuju bulan suci. Ia adalah masa pematangan batin, saat hati dibersihkan agar mampu menyambut cahaya yang lebih besar. Ada satu









