Politik

Empat Sifat yang Perlahan Menghancurkan Sebuah Masyarakat

KHAMENEI.ID – Sebuah masyarakat tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Ada kalanya kehancuran justru bermula dari sesuatu yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya: keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, pendirian yang dipertahankan meski terbukti keliru, kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, dan kebiasaan menunda pekerjaan sampai kesempatan berlalu. Tak ada ledakan besar

Khawarij dan Bahaya Merasa Paling Benar dalam Agama

KHAMENEI.ID– Ada satu ironi yang terus berulang dalam sejarah: ancaman terbesar terhadap agama tidak selalu datang dari mereka yang memusuhinya secara terang-terangan. Sering kali, justru lahir dari orang-orang yang tampak paling religius. Bibir mereka fasih melafalkan ayat, dahi mereka hitam karena sujud, tetapi cara mereka memahami agama justru menjauhkan mereka dari

Imam Ali: Berani Memilih Kebenaran Saat Semua Menolaknya

KHAMENEI.ID– Ada saat-saat dalam sejarah ketika kebenaran berdiri sendirian. Bukan karena ia lemah, melainkan karena begitu sedikit orang yang berani mengakuinya. Pada saat seperti itu, ukuran keberanian bukanlah seberapa keras seseorang berbicara, melainkan seberapa teguh ia melangkah ketika seluruh dunia memilih arah yang berlawanan. Begitulah kisah awal keislaman Imam Ali a.s.

Ketika Kebohongan Memakai Wajah Kebenaran

KHAMENEI.ID– Tidak ada kebohongan yang berhasil bertahan lama jika ia tampil apa adanya. Karena itu, kebatilan hampir tak pernah datang dengan wajah yang menyeramkan. Ia lebih sering mengenakan pakaian yang tampak akrab: sepotong kebenaran, secuil fakta, atau narasi yang terdengar masuk akal. Justru di sanalah letak bahayanya. Yang menyesatkan bukanlah kebohongan

Membedakan Hak dan Batil di Era Banjir Informasi

KHAMENEI.ID– Setiap zaman memiliki ujian yang berbeda. Dahulu, orang mungkin kesulitan memperoleh informasi. Kini, tantangannya justru sebaliknya: terlalu banyak informasi, terlalu banyak analisis, terlalu banyak suara yang saling berebut mengklaim kebenaran. Di tengah hiruk-pikuk itu, membedakan mana yang hak dan mana yang batil menjadi pekerjaan yang jauh lebih rumit daripada sekadar

Khawarij dan Bahaya Dogma: Ketika Slogan Agama Menolak Pemerintahan

KHAMENEI.ID– Ada kalanya sebuah kalimat yang terdengar sangat religius justru menjadi pintu masuk bagi kekacauan. Sejarah menunjukkan bahwa masyarakat tidak selalu runtuh karena kekurangan orang saleh, melainkan karena munculnya tafsir yang memisahkan kesalehan dari realitas kehidupan bersama. Di titik itulah agama dapat berubah menjadi slogan, sementara akal sehat dan tanggung jawab

Keteguhan Imam Khomeini: Ketika Badai Tak Mampu Menggoyahkan Hati

KHAMENEI.ID– Ada orang yang tampak tenang karena pandai menyembunyikan kegelisahan. Ada pula yang terlihat kokoh karena terbiasa menahan air mata di depan orang lain. Namun ada keteguhan yang lahir dari tempat yang lebih dalam: hati yang telah selesai berdamai dengan kehendak Tuhan. Ketenangan semacam ini tidak bergantung pada situasi, tidak pula

Rakyat dan Pemimpin: Mengapa Tanggung Jawab Selalu Berjalan Dua Arah?

KHAMENEI.ID– Di setiap musim politik, kritik kepada pemerintah selalu terdengar lebih nyaring daripada pertanyaan kepada masyarakat. Kita terbiasa menuntut para pemimpin agar bekerja lebih baik, lebih bersih, lebih cepat, dan lebih adil. Namun jarang sekali muncul pertanyaan yang lebih sunyi: apakah rakyat juga memiliki tanggung jawab terhadap mereka yang memimpin? Dalam

Mengapa Umat Selalu Kalah? Ketika Solidaritas Digantikan Sikap Saling Membiarkan

KHAMENEI.ID– Ada kekalahan yang tidak bermula di medan perang. Ia lahir jauh sebelumnya, ketika orang-orang yang seharusnya saling menopang memilih diam. Ketika tangan yang mestinya terulur justru disimpan di balik punggung. Ketika setiap orang merasa urusan saudaranya bukan lagi urusannya. Dalam pandangan Imam Ali bin Abi Thalib a.s, kekalahan seperti itu

Rahasia Ketahanan Umat: Mengapa Iman kepada Janji Allah Menjadi Fondasi Perlawanan Menurut Imam Khamenei?

KHAMENEI.ID – Sejarah selalu menyisakan satu pertanyaan yang menarik: mengapa ada bangsa yang runtuh ketika menghadapi tekanan, sementara bangsa lain justru tumbuh semakin kuat setelah dihantam berbagai ujian? Jawabannya tidak selalu ditemukan pada kekuatan militer, besarnya cadangan ekonomi, atau kecanggihan teknologi. Banyak negara memiliki semua itu, tetapi tetap rapuh ketika

Benarkah Generasi Muda Iran Kehilangan Harapan?

KHAMENEI.ID – Ada sebuah narasi yang terus berulang: anak muda Iran disebut telah menjauh dari nilai-nilai agama, kehilangan harapan terhadap masa depan, dan tidak lagi memiliki rasa tanggung jawab terhadap negerinya. Narasi itu, menurut Ayatollah Ali Khamenei qs, bukan sekadar kesimpulan yang keliru. Ia merupakan bagian dari arus propaganda yang