Politik

Menjaga Martabat Seorang Mukmin: Ketika Kebenaran Tak Harus Mempermalukan

KHAMENEI.ID– Di zaman ketika informasi bergerak lebih cepat daripada kebijaksanaan, nama baik seseorang sering kali menjadi korban pertama. Sekali tuduhan dilemparkan ke ruang publik, ia akan hidup jauh lebih lama daripada klarifikasi. Yang tersisa bukan lagi pencarian kebenaran, melainkan jejak prasangka yang sulit dihapus. Padahal, dalam pandangan Islam, kehormatan manusia bukan

Pemisahan Agama dan Politik: Ketika Narasi Musuh Menjadi Keyakinan Kita

KHAMENEI.ID– Ada satu gagasan yang berulang kali muncul dalam perdebatan modern: agama sebaiknya dipisahkan dari politik. Kalimat itu terdengar sederhana, bahkan bagi sebagian orang terdengar masuk akal. Politik dianggap wilayah kekuasaan yang keras dan penuh kompromi, sementara agama dipandang sebagai urusan pribadi yang suci dan spiritual. Namun benarkah keduanya memang

Ghadir Khum: Ketika Kepemimpinan Bukan Sekadar Kekuasaan

KHAMENEI.ID – Setiap masyarakat selalu bergulat dengan satu pertanyaan yang sama: siapa yang berhak memimpin dan untuk apa kekuasaan digunakan? Sejarah manusia dipenuhi pergantian raja, presiden, panglima, dan penguasa. Namun, di tengah panjangnya perjalanan sejarah itu, ada satu peristiwa yang dalam pandangan Islam memiliki makna jauh melampaui penunjukan seorang pemimpin.

Doktrin “Allahu Akbar”: Membaca Ulang Tatanan Kekuasaan dan Prinsip Pertolongan Ilahi dalam Ranah Perlawanan

KHAMENEI.ID – “Allahu Akbar” bukan sekadar slogan keagamaan; melainkan sebuah “doktrin politik-keamanan” yang menantang tatanan kekuasaan hierarkis di dunia. Dalam pandangan dunia materialis, “kekuasaan” diukur melalui indikator keras (hard indicators) — PDB, hulu ledak nuklir, dan hak veto politik. Dalam tatanan ini, bangsa-bangsa yang tertindas konsisten didefinisikan sebagai bangsa “kecil”,

Pemimpin sebagai Cermin Bangsa: Dari Keteladanan Menuju Perubahan 

KHAMENEI.ID– Ada kebiasaan yang terus berulang dalam kehidupan berbangsa: ketika masyarakat dianggap bermasalah, rakyatlah yang pertama kali disalahkan. Ketika korupsi merajalela, ketika etika publik merosot, ketika kejujuran terasa semakin langka, yang sering muncul adalah keluhan tentang moral masyarakat yang memburuk. Seolah-olah sumber persoalan selalu berada di bawah. Padahal, sejarah menunjukkan

Negosiasi dengan Amerika dan Ilusi Perdamaian: Mengapa Imam Ali Khamenei Menolak Bergantung pada Barat?

KHAMENEI.ID – Di tengah gelombang krisis politik dan kerusuhan sosial, selalu muncul satu resep lama yang terdengar sederhana: berdamailah dengan Amerika, maka masalah akan selesai. Kalimat itu terus diulang dalam berbagai bentuk—di media, di ruang diskusi, hingga di media sosial. Sebagian menyebutnya jalan realistis. Sebagian lain menganggapnya satu-satunya pintu keluar dari

Karbala dan Dunia Modern: Mengapa Tirani Selalu Takut pada Ingatan Manusia?  

KHAMENEI.ID– Sejarah selalu punya cara aneh untuk mengulang dirinya. Kekuasaan yang tampak paling perkasa sering justru sedang menyembunyikan ketakutannya yang paling besar. Hari ini Amerika tampak menjulang sebagai simbol dominasi dunia modern. Pangkalan militernya tersebar di berbagai penjuru bumi. Pengaruh ekonominya masuk ke ruang-ruang paling pribadi kehidupan manusia. Film-filmnya membentuk

Di Atas Meja Kekuasaan, Satu Tanda Tangan Bisa Menjadi Azab Panjang Sebuah Bangsa 

KHAMENEI.ID— Ada kebijakan yang selesai begitu masa jabatan berakhir. Namun ada pula keputusan yang terus hidup diam-diam, merembes ke masa depan, memengaruhi generasi yang bahkan belum lahir ketika keputusan itu dibuat. Sebuah tanda tangan di atas meja kekuasaan kadang lebih panjang umurnya daripada orang yang menandatanganinya. Itulah sebabnya jabatan, dalam

Kriteria Pemimpin Ideal: Imam Ali Khamenei tentang Agama, Independensi, dan Perlawanan terhadap Korupsi

KHAMENEI.ID – Di tengah hiruk-pikuk politik modern yang dipenuhi pencitraan, perang slogan, dan pertarungan kepentingan, pertanyaan tentang siapa pemimpin yang layak dipilih menjadi semakin rumit. Publik dibanjiri janji, survei, dan propaganda. Namun Imam Ali Khamenei qs menawarkan ukuran yang jauh lebih mendasar: bukan siapa yang paling populer, melainkan siapa yang paling

Dunia Memuji Imam Ali Setelah Wafat, Tapi Menolaknya Saat Berkuasa 

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

Bukan Karena Salah, Tetapi Karena Terlalu Adil: Tragedi Pemerintahan Imam Ali 

KHAMENEI.ID— Ada ironi yang terus berulang dalam sejarah manusia: hampir semua orang memuji keadilan, tetapi tidak banyak yang siap menanggung konsekuensinya. Orang ingin pemimpin yang bersih, selama kebersihan itu tidak menyentuh kepentingannya. Mereka mendukung perubahan, selama perubahan itu tidak mengganggu privilese yang telah lama dinikmati. Kisah pemerintahan Ali bin Abi