Politik

Empat Sifat yang Perlahan Menghancurkan Sebuah Masyarakat

KHAMENEI.ID – Sebuah masyarakat tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Ada kalanya kehancuran justru bermula dari sesuatu yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya: keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, pendirian yang dipertahankan meski terbukti keliru, kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, dan kebiasaan menunda pekerjaan sampai kesempatan berlalu. Tak ada ledakan besar

Pahlawan yang Tak Pernah Sirna: Merawat Ingatan tentang Para Syuhada

KHAMENEI.ID– Setiap bangsa memiliki cara sendiri untuk mengingat para pahlawannya. Ada yang mengabadikan nama mereka di jalan, mendirikan patung, menulisnya dalam buku sejarah, atau menjadikan hari kematian mereka sebagai hari peringatan. Namun ingatan yang paling kuat barangkali bukanlah yang terpahat di batu. Ia hidup dalam cerita: tentang bagaimana seseorang menjalani hari-harinya,

Keadilan Akan Kosong Saat Kekuasaan Kehilangan Moral

KHAMENEI.ID– Ada banyak cara untuk mengenang seorang pemimpin. Namanya dapat diabadikan dalam peringatan tahunan, wajahnya dipasang di dinding, kisahnya diceritakan dari mimbar ke mimbar. Tapi ada satu cara mengenang yang jauh lebih berat: mencoba hidup dengan nilai yang pernah ia perjuangkan. Di sinilah persoalan kepemimpinan Imam Ali a.s menjadi relevan. Mengenal

Ketika Nama Ali Harus Menjadi Cara Memimpin

KHAMENEI.ID– Setiap zaman punya cara sendiri untuk memuja masa lalu. Kita menuliskan nama tokoh besar di spanduk, mencetak wajahnya di poster, menggelar seminar tentang pemikirannya, lalu merasa telah cukup dekat dengannya. Padahal ada jarak yang sering luput kita sadari: jarak antara mengagumi seorang tokoh dan meniru cara hidupnya. Pada pesan Ayatollah

Ketika Dunia Menolak Tunduk: Perlawanan terhadap Sistem Dominasi Global Imam Khamenei

KHAMENEI.ID –  Imam Khamenei: Dunia Sedang Bergerak dari Tatanan Dominasi Menuju Tatanan Baru Selama berabad-abad, dunia seolah menerima satu aturan tidak tertulis: ada negara yang berhak menguasai, dan ada negara yang ditakdirkan untuk dikuasai. Ada pusat kekuasaan yang menentukan arah politik, ekonomi, dan kebudayaan, sementara negara-negara lain ditempatkan sebagai pengikut.

Ada Harga yang Terlalu Mahal untuk Sebuah Perdamaian 

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika sebuah bangsa diuji bukan hanya oleh krisis yang datang dari luar, melainkan oleh cara ia memahami krisis itu sendiri. Di tengah kerusuhan, tekanan politik, dan kegaduhan informasi, selalu muncul suara yang menawarkan jalan keluar yang tampak sederhana: duduklah, berundinglah, selesaikan masalah dengan Amerika. Ada pula seruan lain

Kesetaraan Gender dan Keadilan Gender: Ketika Hak Tak Harus Seragam

KHAMENEI.ID– Ada dua kata yang sering dipertentangkan dalam perbincangan tentang perempuan: kesetaraan dan keadilan. Keduanya terdengar seperti saudara dekat, tetapi dalam praktik dapat membawa kita ke arah yang berbeda. Kesetaraan mengandaikan ukuran yang sama; keadilan bertanya apakah ukuran itu memang tepat bagi setiap orang. Dalam pandangan Islam yang disampaikan melalui pidato

Saat Sebuah Bangsa Menggugat Dunia 

KHAMENEI.ID– Sebuah revolusi tidak selalu mengguncang istana. Kadang ia mengguncang sesuatu yang lebih sulit disentuh: cara manusia memahami dunia. Pada mulanya, sebuah gagasan mungkin hanya terdengar seperti suara dari pinggir sejarah. Ia berbicara tentang keadilan ketika dunia merasa telah menemukan bentuk kekuasaan yang paling masuk akal. Ia mengkritik dominasi ketika dominasi

Mereka yang Menunggu Negara Retak 

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika sebuah perbedaan kecil di dalam pemerintahan tiba-tiba dibaca sebagai pertanda keretakan besar. Satu keputusan yang diperdebatkan, satu persoalan kelembagaan, atau satu ketegangan antarpejabat dapat berubah menjadi berita tentang “krisis”. Bukan karena persoalannya memang sebesar itu, melainkan karena ada pihak yang menunggu celah untuk membesarkannya. Gambaran semacam itu

Ketika Ilmu Kehilangan Arah

KHAMENEI.ID– Universitas sering dibayangkan sebagai tempat manusia mengejar pengetahuan. Di sana buku dibaca, teori diperdebatkan, penelitian dilakukan, dan gelar dibagikan. Tetapi ada pertanyaan yang lebih sulit: untuk apa ilmu itu digunakan setelah seseorang menemukannya? Pertanyaan itu menjadi penting ketika kampus semakin sibuk berbicara tentang politik, karier, teknologi, dan kompetisi global. Semua

Imam Khamenei Peringatkan Dunia Islam: Jangan Terjebak di Bawah Bayang-Bayang Amerika

KHAMENEI.ID – Persatuan dunia Islam bukanlah jalan yang tanpa rintangan. Di balik seruan untuk mempererat hubungan antarnegara dan antarma­zhab, terdapat kepentingan-kepentingan besar yang justru memperoleh keuntungan dari perpecahan. Karena itu, menurut Syahid Imam Ali Khamenei qs, siapa pun yang benar-benar menginginkan persatuan umat Islam harus memahami pula siapa dan apa