Sejarah

Selama Hati Masih Berani Menegur 

KHAMENEI.ID – Ada yang lebih berbahaya daripada melakukan kesalahan: kehilangan kemampuan untuk menyadari bahwa dirinya sedang salah. Sebab, selama seseorang masih bersedia menegur dirinya sendiri, masih ada pintu yang terbuka untuk kembali. Namun, ketika suara hati mulai bungkam, kesalahan dapat tumbuh menjadi kebiasaan, kebiasaan menjelma pembenaran dan pembenaran perlahan membentuk watak

Bagaimana Nabi Muhammad Membangun Peradaban? Pelajaran dari 23 Tahun Membentuk Umat

KHAMENEI.ID –  Menurut Imam Ali Khamenei qs, kejayaan Islam tidak lahir dari kekuasaan, tetapi dari pembinaan manusia yang kemudian melahirkan masyarakat berperadaban. Ketika berbicara tentang lahirnya peradaban Islam, banyak orang langsung membayangkan penaklukan kota-kota besar, berdirinya pemerintahan Madinah, atau meluasnya wilayah kekuasaan kaum Muslim. Padahal, menurut beliau, semua itu hanyalah

Islam Politik dan Mimpi Lama yang Menjadi Nyata: Mengapa Islam Tidak Hanya Mengatur Masjid, tetapi Juga Negara

KHAMENEI.ID – Selama berabad-abad, banyak orang menganggap agama cukup tinggal di ruang ibadah. Masjid mengurus salat, ulama mengurus doa, sementara negara berjalan dengan logikanya sendiri. Dalam pandangan seperti ini, Islam hanya dipahami sebagai hubungan pribadi antara manusia dan Tuhan. Ia menghibur hati, tetapi tidak mengatur masyarakat. Ia mengajarkan akhlak, tetapi

Zainab Kubra: Wanita yang Menulis Ulang Sejarah dengan Kemuliaan

Dalam pandangan Islam, perempuan tidak pernah ditempatkan sebagai figur pinggiran yang hanya menjadi pelengkap peradaban. Sebaliknya, Islam mengangkat derajat perempuan sebagai pelaku utama dalam peristiwa-peristiwa besar yang membentuk jalan sejarah umat manusia. Salah satu bukti paling nyata dari kebenaran ini adalah kepribadian agung Sayyidah Zainab Kubra, putri dari Amirul Mukminin

Zainab al-Kubra dan Akhlak Mulia: Menjaga Kebenaran dengan Martabat

KHAMENEI.ID– Ada peristiwa yang mengubah sejarah karena sebuah pengorbanan. Namun ada pula peristiwa yang tetap hidup berabad-abad karena seseorang menolak membiarkannya tenggelam dalam lupa. Tragedi Karbala adalah contoh paling nyata. Di sana, Imam Husain a.s gugur mempertahankan prinsip. Tetapi gema pengorbanan itu tidak berhenti di padang Karbala. Ia terus berdenyut

Ketika Semangat Asyura Menjadi Tenaga Peradaban

KHAMENEI.ID– Ada peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah yang tidak pernah benar-benar berakhir. Waktunya memang berlalu, para pelakunya telah lama tiada, tetapi denyut maknanya terus hidup, menyeberangi generasi dan memasuki kehidupan orang-orang yang bahkan tidak pernah menyaksikannya secara langsung. Asyura adalah salah satu peristiwa semacam itu. Lebih dari sekadar tragedi, Karbala adalah

Di Antara Runtuhnya Berhala dan Lahirnya Harapan 

KHAMENEI.ID– Setiap peradaban memiliki momen-momen yang mengubah arah sejarah. Ada peristiwa yang tidak hanya mengguncang sebuah bangsa, tetapi juga meninggalkan jejak yang terus memengaruhi perjalanan manusia berabad-abad kemudian. Dalam pandangan Islam, salah satu momen terbesar itu adalah kelahiran Nabi Muhammad saw, sebuah peristiwa yang bukan sekadar kelahiran seorang manusia, melainkan

Zainab dan Keberanian Melawan Fitnah: Ketika Seorang Perempuan Menyelamatkan Pesan Karbala

KHAMENEI.ID – Dua hari setelah tragedi Karbala, padang pasir masih menyimpan jejak darah para syuhada. Tubuh-tubuh mulia tergeletak tanpa kepala. Keluarga Rasulullah saw kehilangan pelindung mereka. Anak-anak menjadi yatim. Para perempuan menjadi tawanan. Di tengah suasana yang bagi manusia biasa hanya menyisakan kesedihan dan kehancuran, muncul seorang perempuan yang mengubah

Bahaya Kemunduran Revolusi: Ketika Perubahan Berhenti dan Elit Kembali Menjadi Penguasa

KHAMENEI.ID – Sejarah menunjukkan bahwa menggulingkan sebuah rezim sering kali lebih mudah daripada menjaga ruh perubahan tetap hidup. Banyak bangsa berhasil melakukan revolusi. Mereka turun ke jalan, menumbangkan penguasa lama, mengubah konstitusi, bahkan membangun sistem politik baru. Namun setelah beberapa tahun berlalu, mereka mendapati sesuatu yang ironis: wajah-wajah mungkin berubah,

Mengapa Dunia Islam Terus Menderita? Imam Ali Khamenei Menyoroti Luka Besar: Perpecahan Umat

KHAMENEI.ID – Ada sebuah pertanyaan yang terus berulang dalam sejarah dunia Islam: mengapa bangsa-bangsa Muslim, yang memiliki jumlah penduduk besar, sumber daya melimpah, serta warisan peradaban yang panjang, masih sering berada dalam posisi yang lemah? Mengapa sebagian negara Muslim menghadapi tekanan ekonomi? Mengapa konflik internal terus muncul? Mengapa intervensi asing,