

KHAMENEI.ID – Sebuah masyarakat tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Ada kalanya kehancuran justru bermula dari sesuatu yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya: keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, pendirian yang dipertahankan meski terbukti keliru, kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, dan kebiasaan menunda pekerjaan sampai kesempatan berlalu. Tak ada ledakan besar

KHAMENEI.ID— Ada kematian yang selesai bersama pemakamannya. Ada pula kematian yang justru memulai penderitaan panjang sebuah zaman. Syahadah Ali bin Abi Thalib a.s termasuk yang kedua. Ia bukan sekadar tragedi sejarah yang dikenang setiap tanggal tertentu, lalu dilupakan setelah air mata mengering. Luka itu, dalam banyak hal, masih hidup sampai

KHAMENEI.ID— Ada momen-momen dalam hidup ketika manusia kalah bukan karena lawannya terlalu kuat, melainkan karena dirinya sudah lebih dulu merasa kecil. Rasa takut datang diam-diam, membesar di kepala, lalu melumpuhkan langkah sebelum pertempuran benar-benar dimulai. Di zaman modern, bentuknya bisa bermacam-macam: takut gagal, takut kehilangan pekerjaan, takut melawan ketidakadilan, atau

KHAMENEI.ID— Ada kematian yang berhenti di liang kubur. Ada pula kematian yang justru memulai sejarah panjang tentang perlawanan, ingatan, dan nurani manusia. Kesyahidan Imam Ali a.s dan Imam Husain a.s termasuk jenis yang kedua. Tubuh mereka memang terkubur, tetapi darah mereka terus bergerak melintasi zaman, menggugat kekuasaan, menampar kemunafikan, dan