

Apa rahasia dibalik usia pernikahan yang diberkahi? Mengapa Islam sangat menekankan pernikahan muda sementara Barat justru menggesernya ke usia paruh baya? Berikut adalah pandangan mendalam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, tentang “usia tepat untuk menikah” berdasarkan fitrah manusia dan ajaran Islam yang otentik. Tidak Boleh Terpengaruh Budaya Barat Salah satu tuntutan

Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei hf, dalam sebuah pesan memperingati 10 Ordibehesht (30 April), Hari Nasional Teluk Persia, menekankan bahwa setelah dua bulan berlalu sejak mobilisasi militer dan agresi terbesar oleh para penguasa zalim dunia di kawasan ini, sebuah babak baru bagi Teluk Persia dan Selat Hormuz telah dimulai. Beliau menilai

Suasana khidmat menyelimuti pelataran Makam Suci Imam Ali Ar-Ridho as, Sabtu, 25 April lalu. Di tengah semarak perayaan 10 Hari Mulia (Dahe-ye Karamat), tak kurang dari 12.000 santri cilik penghafal Al-Quran berkumpul, bersimpuh bersama ibu mereka. Namun, pertemuan kolosal bertajuk “Malaikat Perlawanan” ini bukan sekadar perayaan rutin; ia adalah sebuah

Di sela keriuhan perayaan 10 Hari Mulia (Dahe-ye Karamat) dan milad Imam Ridho as, sebuah fragmen sejarah yang intim tersingkap di kompleks Makam Suci Imam Ridho. Direktur Jenderal Wakaf Astan Quds Razavi, Alireza Esmaeilzadeh, secara resmi memamerkan catatan tangan (manuskrip) asli peninggalan Asy-Syahid Ayatollah Seyed Ali Khamenei qs. Catatan-catatan ini

Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei hf, Pemimpin Agung Revolusi Islam, dalam pesannya menyambut tahun 1405 Hijriah Syamsi, meninjau kembali peristiwa-peristiwa sepanjang tahun 1404, termasuk tiga perang militer dan keamanan yang dipaksakan terhadap bangsa Iran. Beliau mengenang para syuhada, khususnya Pemimpin Revolusi yang syahid dan agung, para tunas muda di sekolah