

KHAMENEI.ID – Sebuah masyarakat tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Ada kalanya kehancuran justru bermula dari sesuatu yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya: keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, pendirian yang dipertahankan meski terbukti keliru, kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, dan kebiasaan menunda pekerjaan sampai kesempatan berlalu. Tak ada ledakan besar

KHAMENEI.ID– Ada pemimpin yang tampak besar karena kekuasaan yang berada di tangannya. Ada pula yang menjadi besar justru karena dirinya tidak pernah sepenuhnya ditelan oleh kekuasaan. Pada titik itulah sosok Imam Khomeini qs menjadi menarik untuk dibaca kembali: bukan semata sebagai pemimpin Revolusi Iran, melainkan sebagai gambaran tentang bagaimana kekuasaan politik

KHAMENEI.ID – Ada cara sederhana untuk mengenang Nabi Muhammad: memperbanyak pujian, menggelar perayaan, lalu kembali menjalani kehidupan seperti biasa. Tetapi bagi Imam Khamenei, cara semacam itu terlalu kecil untuk seorang Nabi yang pengaruhnya melampaui zamannya. Dalam sebuah pidato di hadapan para peziarah dan warga sekitar Haram Imam Ali Ridha, Imam Ali

KHAMENEI.ID– Ada kegagalan yang tidak selalu tampak sebagai kegagalan. Ia tidak menimbulkan keruntuhan gedung, tidak membuat sirene berbunyi, bahkan kadang tetap terlihat rapi di atas kertas. Salah satunya adalah ketika sebuah gagasan besar tentang transformasi pendidikan disimpan terlalu lama tanpa pernah benar-benar dijalankan. Di situlah persoalan pendidikan sering bermula: bukan karena

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika kebingungan bukan lagi akibat kurangnya informasi, melainkan karena terlalu banyak suara yang berebut menentukan apa yang dianggap benar. Fakta datang bersamaan dengan tuduhan, opini bercampur dengan kebohongan, dan emosi bergerak lebih cepat daripada akal sehat. Di tengah keadaan semacam itu, sebuah kata menjadi penting: tabyin menjelaskan, menerangkan,

KHAMENEI.ID– Ada bangsa yang bertahun-tahun hidup dari pengetahuan orang lain. Ia membaca buku yang ditulis di negeri lain, memakai teori yang dirumuskan di universitas asing, mengimpor teknologi yang tak sepenuhnya ia pahami, lalu menyebut dirinya berkembang. Pengetahuan datang seperti barang jadi: diterima, digunakan, dikagumi. Tetapi ada pertanyaan yang pelan-pelan menjadi semakin

KHAMENEI.ID– Sebuah revolusi bisa jatuh bukan hanya karena musuh datang dari luar. Ia juga dapat kehilangan arah ketika orang-orang di dalamnya terlalu sibuk mengurus hari ini, sampai lupa bertanya: ke mana sebenarnya perjalanan ini hendak dibawa? Pertanyaan semacam itu terasa penting ketika sebuah gerakan politik telah melewati usia mudanya. Pada masa

KHAMENEI.ID– Ada ironi dalam sejarah sebuah bangsa: tekanan yang dimaksudkan untuk melemahkan kadang justru memaksa bangsa itu menemukan kekuatannya sendiri. Pintu-pintu ditutup, akses dipersempit, perdagangan dipersulit. Namun di balik semua itu, ada pertanyaan yang lebih menentukan: apa yang dilakukan sebuah bangsa ketika ia tak lagi bisa terlalu bergantung kepada orang lain?

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika manusia takut pada senjata karena senjata dapat membunuh tubuh. Kini ada sesuatu yang bekerja lebih pelan, lebih halus, dan karena itu sering luput dari perhatian: media. Ia tidak selalu menghancurkan bangunan atau menumpahkan darah. Ia cukup mengubah cara manusia melihat dunia, menentukan apa yang dianggap penting, siapa

KHAMENEI.ID– Ada kekuatan yang tidak selalu tampak dalam statistik ekonomi, jumlah persenjataan, atau luas wilayah. Ia tumbuh lebih pelan, tetapi justru karena itu sulit diukur: kesadaran manusia untuk menolak ketundukan. Dalam sejarah politik dunia Islam, kesadaran semacam ini kerap disebut kebangkitan Islam, sebuah keadaan ketika agama tidak lagi berhenti sebagai keyakinan

KHAMENEI.ID– Ada bangsa yang lama hidup dalam sejarah, tetapi tidak selalu menjadi penentu sejarahnya sendiri. Nama mereka tercatat dalam buku-buku, kekuasaan silih berganti, kerajaan tumbuh dan runtuh, tetapi rakyat tetap berada di pinggir panggung. Mereka menyaksikan keputusan besar dibuat atas nama mereka, tanpa benar-benar diminta menentukan ke mana negeri itu hendak









