Aqidah

Selama Hati Masih Berani Menegur 

KHAMENEI.ID – Ada yang lebih berbahaya daripada melakukan kesalahan: kehilangan kemampuan untuk menyadari bahwa dirinya sedang salah. Sebab, selama seseorang masih bersedia menegur dirinya sendiri, masih ada pintu yang terbuka untuk kembali. Namun, ketika suara hati mulai bungkam, kesalahan dapat tumbuh menjadi kebiasaan, kebiasaan menjelma pembenaran dan pembenaran perlahan membentuk watak

Islam dan Kebebasan Manusia: Pesan Abadi yang Tak Pernah Usang

KHAMENEI.ID– Kata “kebebasan” hari ini terdengar akrab. Ia hadir dalam pidato politik, slogan media sosial, hingga iklan-iklan yang menjual gaya hidup. Namun semakin sering diucapkan, semakin kabur pula maknanya. Manusia merasa bebas memilih, tetapi tetap terbelenggu oleh ketakutan, hawa nafsu, propaganda, dan kekuasaan yang tak selalu tampak. Di tengah paradoks itu,

Perjuangan Imam Husain Tak Pernah Usai: Karbala Menjadi Cermin Melawan Kezaliman

KHAMENEI.ID– Setiap tahun, jutaan orang mengenang tragedi Karbala. Air mata tumpah, kisah kepahlawanan diceritakan kembali, dan nama Imam Husain a.s terus bergema melintasi zaman. Namun, pertanyaan yang paling penting justru sering luput diajukan: apakah Karbala telah selesai? Dalam tradisi Ziarah Asyura, terdapat sebuah ikrar yang begitu kuat: إِنِّي سِلْمٌ لِمَنْ سَالَمَكُمْ،

Imam Ali dan Keyakinan yang Tak Pernah Goyah

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika seseorang kehilangan arah bukan karena kekurangan pengetahuan, melainkan karena kehilangan keyakinan. Keraguan merayap pelan, harapan menipis, lalu keberanian runtuh. Dalam sejarah, banyak orang cerdas gagal bertahan bukan karena lawannya lebih kuat, tetapi karena hatinya lebih dulu menyerah. Di tengah lanskap seperti itu, sosok Imam Ali a.s tampil

Tujuan Para Imam: Membangun Pemerintahan Islam yang Tertunda

KHAMENEI.ID– Sejarah sering kali dikenang sebagai rangkaian kemenangan dan kekalahan. Namun, dalam pandangan para Imam Ahlul Bait, sejarah jauh lebih rumit daripada sekadar siapa yang berkuasa dan siapa yang tersingkir. Ada cita-cita besar yang bergerak di balik setiap keputusan mereka, bahkan ketika keputusan itu tampak seperti kemunduran. Perdamaian Imam Hasan a.s

Menghormati Guru: Cara Kita Bersyukur kepada Tuhan

KHAMENEI.ID– Ada banyak profesi yang menentukan arah sebuah bangsa. Sebagian membangun jalan, sebagian menggerakkan ekonomi, sebagian menjaga keamanan. Namun hanya sedikit yang benar-benar membentuk manusia. Di antara sedikit itu, guru menempati tempat yang istimewa. Mereka bekerja dalam diam, tetapi hasil pekerjaannya menentukan wajah masa depan. Sayangnya, justru karena pekerjaannya berlangsung perlahan

Mengapa Islam Memuliakan Kerja: Bukan Sekadar Hasil, tetapi Kesungguhan

KHAMENEI.ID– Ada satu pertanyaan yang jarang kita ajukan ketika melihat seseorang bekerja: apa sebenarnya yang membuat sebuah pekerjaan bernilai? Apakah karena hasil akhirnya menguntungkan? Karena menghasilkan uang? Atau karena pekerjaan itu selesai tepat waktu? Dalam pandangan modern, nilai kerja sering diukur dari produktivitas. Semakin besar keuntungan yang dihasilkan, semakin tinggi penghargaan

Mengapa Manusia Tersesat dalam Fitnah? Bahaya Kelalaian yang Menghancurkan Akal Sehat

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika seseorang tidak kehilangan kecerdasannya, tetapi kehilangan arah. Ia masih mampu berpikir, membaca berita, menyampaikan pendapat, bahkan merasa sedang membela kebenaran. Namun tanpa disadari, langkahnya justru mengikuti arus yang menyesatkan. Di situlah fitnah bekerja: bukan selalu dengan kebohongan yang terang-terangan, melainkan dengan kabut yang mengaburkan batas antara benar

Jihad Nabi Muhammad: Perjuangan Mengubah Dunia yang Tenggelam dalam Kegelapan

KHAMENEI.ID– Tidak ada perubahan besar yang lahir dari jalan yang mudah. Setiap peradaban baru selalu dimulai oleh seseorang yang berani menantang kebiasaan lama, meski harus berdiri sendirian. Begitulah kisah Nabi Muhammad saw sejak detik pertama menerima wahyu. Kenabian bukanlah awal dari kemuliaan yang nyaman, melainkan awal dari perjuangan panjang yang menguras

Ketika Ulama Menepi, Agama Pun Terancam Kehilangan Suara

KHANENEI.ID – Ada sebuah anggapan yang kerap terdengar: lembaga keagamaan akan lebih dihormati jika tidak ikut campur dalam urusan politik, tidak terlibat dalam persoalan dunia, dan memilih berdiri di pinggir setiap perdebatan. Semakin jauh dari konflik, semakin tinggi martabatnya. Semakin tidak terdengar suaranya, semakin terjaga kehormatannya. Pandangan semacam itu, menurut pandangan

Ulama dan Negara Islam: Antara Dukungan, Nasihat, dan Tanggung Jawab

KHAMENEI.ID – Hubungan antara ulama dan negara Islam sering kali ditempatkan dalam dua kutub yang berlawanan. Di satu sisi, ulama dianggap harus selalu mendukung pemerintah tanpa kritik. Di sisi lain, setiap ulama yang mendukung negara atau terlibat dalam pemerintahan dicurigai telah kehilangan independensinya. Dua pandangan tersebut, dalam perspektif Sayyid Ali