Kajian Keislaman

Empat Sifat yang Perlahan Menghancurkan Sebuah Masyarakat

KHAMENEI.ID – Sebuah masyarakat tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Ada kalanya kehancuran justru bermula dari sesuatu yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya: keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, pendirian yang dipertahankan meski terbukti keliru, kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, dan kebiasaan menunda pekerjaan sampai kesempatan berlalu. Tak ada ledakan besar

Ketika Kekuasaan Menyembunyikan Wajahnya

KHAMENEI.ID– Ada zaman ketika kekerasan tak lagi datang dengan wajah garang. Ia mengenakan jas, berdiri di podium, berbicara tentang perdamaian, hak asasi manusia, dan keamanan dunia. Kalimat-kalimatnya terdengar santun. Senyumnya terukur. Di belakangnya berkibar bendera negara dan lambang lembaga internasional. Namun di tempat lain, bom jatuh, kota-kota hancur, dan manusia kehilangan

Ketika Tugas Menjadi Jalan: Makna Sabar dan Tawakal

KHAMENEI.ID– Ada pekerjaan yang selesai ketika laporan ditandatangani, gedung berdiri, anggaran terserap, atau sebuah kebijakan mulai berjalan. Tetapi ada pekerjaan yang ukurannya jauh lebih panjang: ia meninggalkan bekas bukan hanya pada dunia, melainkan juga pada batin orang yang mengerjakannya. Di situlah pekerjaan seorang pemimpin menemukan maknanya. Mengurus negara, lembaga, masyarakat, bahkan

Sejarah Dari Pengasingan ke Gagasan Pekan Persatuan

KHAMENEI.ID – Persatuan umat Islam tidak selalu lahir dari ruang-ruang besar dengan panggung megah dan pertemuan para pemimpin. Kadang, gagasan besar justru tumbuh dari tempat yang jauh dari pusat kekuasaan, di tengah keterasingan, dan dari percakapan sederhana antara orang-orang yang memiliki satu kegelisahan: bagaimana umat Islam tidak terus-menerus terpecah oleh perbedaan.

Tafsir Surah Al-Baqarah (Bag. 24): Munafik dan Klaim Perbaikan, Ketika Perusak Justru Mengaku Penyelamat

KHAMENEI.ID – Ada satu ciri munafik yang mungkin lebih berbahaya daripada sekadar kebohongan. Mereka tidak hanya menyembunyikan niat sebenarnya, tetapi juga membungkus kerusakan dengan nama kebaikan. Mereka tidak datang sebagai musuh yang terang-terangan menghunus pedang. Mereka datang dengan wajah yang tampak bersahabat, membawa slogan perbaikan, tetapi diam-diam menusukkan belati ke

Pendidikan dan Masa Depan Peradaban Islam

KHAMENEI.ID– Ada sebuah pertanyaan yang kerap terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya menentukan umur sebuah bangsa: manusia seperti apa yang ingin kita lahirkan? Peradaban tidak dibangun hanya dengan gedung tinggi, jalan raya, teknologi, atau pertumbuhan ekonomi. Semua itu bisa menjadi tanda kemajuan, tetapi bukan fondasinya. Di bawah setiap peradaban yang bertahan lama selalu

Bila Iman Hanya Menjadi Slogan

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika anak muda merasa paling revolusioner. Suaranya lantang, sikapnya tegas, dan keberaniannya menantang siapa saja yang dianggap tidak cukup radikal. Tetapi waktu mempunyai cara sendiri untuk menguji keberanian semacam itu. Ia memisahkan keyakinan yang tumbuh dari kedalaman pikiran dari keyakinan yang sekadar hidup di permukaan slogan. Di situlah

Ketika Politik Kehilangan Moralitas

KHAMENEI.ID– Ada kekuasaan yang membuat manusia semakin tinggi, tetapi ada pula kekuasaan yang justru membuatnya kehilangan ukuran tentang dirinya sendiri. Di situlah politik sering berubah menjadi permainan: siapa yang paling lihai membaca kelemahan lawan, siapa yang paling pandai menyusun siasat, siapa yang mampu mempertahankan kuasa lebih lama. Dalam permainan semacam itu,

Saat Sebuah Bangsa Menolak Mengakui Musuh

KHAMENEI.ID– Ada jenis kebutaan yang tidak lahir dari ketiadaan informasi, melainkan dari keengganan melihat. Di hadapan jejak campur tangan politik, perang, tekanan ekonomi, dan kekerasan yang berlangsung terang-terangan, sebagian orang justru memilih mengatakan: semua itu hanya khayalan. Musuh, dalam pengertian politik, kemudian menjadi kata yang tidak nyaman. Menyebutnya dianggap paranoia. Membicarakannya

Persatuan Islam di Bawah Bayang-Bayang Hegemoni Amerika

KHAMENEI.ID –  Imam Ali Khamenei qs: Ancaman terhadap Dunia Islam Bukan Sekadar Perang, tetapi Juga Perpecahan dan Penetrasi Persatuan dunia Islam kerap terdengar sebagai seruan moral. Namun bagi Imam Ali Khamenei qs, persatuan bukan sekadar cita-cita internal umat. Ia adalah arena pertarungan politik yang memiliki lawan nyata. Di balik konflik

Negosiasi dengan Amerika: Ketika Diplomasi Berubah Menjadi Alat Pemaksaan

KHAMENEI.ID – Di meja diplomasi, dua pihak semestinya datang dengan kepentingan masing-masing. Mereka berdebat, menawar, mengurangi tuntutan, lalu mencari titik temu. Tetapi bagaimana jika meja perundingan justru dipakai oleh pihak yang lebih kuat untuk memaksakan kehendaknya? Pertanyaan inilah yang menjadi pijakan penting dalam pandangan Imam Ali Khamenei qs mengenai negosiasi Iran