Kajian Keislaman

Menjaga Martabat Seorang Mukmin: Ketika Kebenaran Tak Harus Mempermalukan

KHAMENEI.ID– Di zaman ketika informasi bergerak lebih cepat daripada kebijaksanaan, nama baik seseorang sering kali menjadi korban pertama. Sekali tuduhan dilemparkan ke ruang publik, ia akan hidup jauh lebih lama daripada klarifikasi. Yang tersisa bukan lagi pencarian kebenaran, melainkan jejak prasangka yang sulit dihapus. Padahal, dalam pandangan Islam, kehormatan manusia bukan

Ketika Ulama Menepi, Agama Pun Terancam Kehilangan Suara

KHANENEI.ID – Ada sebuah anggapan yang kerap terdengar: lembaga keagamaan akan lebih dihormati jika tidak ikut campur dalam urusan politik, tidak terlibat dalam persoalan dunia, dan memilih berdiri di pinggir setiap perdebatan. Semakin jauh dari konflik, semakin tinggi martabatnya. Semakin tidak terdengar suaranya, semakin terjaga kehormatannya. Pandangan semacam itu, menurut pandangan

Ulama dan Negara Islam: Antara Dukungan, Nasihat, dan Tanggung Jawab

KHAMENEI.ID – Hubungan antara ulama dan negara Islam sering kali ditempatkan dalam dua kutub yang berlawanan. Di satu sisi, ulama dianggap harus selalu mendukung pemerintah tanpa kritik. Di sisi lain, setiap ulama yang mendukung negara atau terlibat dalam pemerintahan dicurigai telah kehilangan independensinya. Dua pandangan tersebut, dalam perspektif Sayyid Ali

Islam Muhammadi vs Islam Amerika: Ketika Agama Dipisahkan dari Politik

KHAMENEI.ID – Ada sebuah gagasan yang terus berulang dalam sejarah modern dunia Islam: agama sebaiknya dipisahkan dari politik. Agama ditempatkan di masjid, di ruang ibadah, di wilayah pribadi manusia. Sementara politik diserahkan kepada mereka yang menguasai negara, ekonomi, dan kekuasaan. Sekilas, gagasan itu terdengar seperti jalan menuju ketenangan. Agama dianggap akan

Ikhtiar dan Doa: Mengapa Perubahan Tidak Pernah Datang dengan Sendirinya

KHAMENEI.ID– Ada satu harapan yang hampir selalu hadir dalam hidup manusia: semoga keadaan berubah menjadi lebih baik. Harapan itu muncul ketika memasuki tahun baru, saat memulai pekerjaan baru, ketika sembuh dari sakit, atau ketika sedang terjebak dalam masa-masa sulit. Namun, ada pertanyaan yang sering luput kita ajukan kepada diri sendiri: apakah

Zikir dan Pelayanan: Ketika Mengingat Tuhan Mengubah Cara Kita Mengabdi

KHAMENEI.ID– Ada anggapan yang diam-diam mengakar dalam kehidupan modern: zikir adalah urusan pribadi, sedangkan bekerja adalah urusan dunia. Yang satu berlangsung di sajadah, yang lain di ruang rapat, kantor pelayanan, atau jalanan yang hiruk-pikuk. Seolah-olah keduanya hidup di dua alam yang berbeda. Padahal, tradisi Islam menawarkan pandangan yang jauh lebih utuh.

Melayani Tuhan dengan Melayani Manusia

KHAMENEI.ID– Ada anggapan yang masih sering terdengar: beribadah kepada Tuhan identik dengan memperbanyak ritual. Semakin lama seseorang menghabiskan waktu dalam doa, zikir, atau ibadah personal, semakin dekat pula ia dianggap dengan Sang Pencipta. Padahal, kehidupan beragama tidak berhenti di ruang-ruang ibadah. Ia justru diuji ketika seseorang berhadapan dengan manusia lain, dengan

Zikir kepada Allah: Jalan Keluar dari Kelalaian yang Tak Terasa

KHAMENEI.ID– Ada satu penyakit batin yang sering kali tidak disadari, tetapi diam-diam menggerogoti arah hidup manusia. Penyakit itu bukan kemiskinan, bukan pula kebodohan, melainkan kelalaian. Ia hadir tanpa suara, membuat seseorang tetap sibuk, tetap bekerja, bahkan tetap beribadah, tetapi kehilangan kesadaran tentang untuk apa semua itu dijalani. Dalam pandangan Islam, kelalaian

Imam Ridha, Di’bil al-Khuza’i, Puisi dalam Islam, Hadiah Imam Ridha, Kisah Ahlul Bait, khamenei, imam ali khamenei

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika puisi bukan sekadar rangkaian kata yang indah. Ia adalah media paling berpengaruh, jauh sebelum surat kabar, radio, televisi, atau media sosial lahir. Sebait syair dapat berpindah dari mulut ke mulut, menembus kota-kota, menggerakkan hati, membentuk opini, bahkan mengubah nasib seseorang. Di dunia Islam klasik, penyair bukan hanya

Tafsir Surah Al-Fatihah (Bag. 20): Jangan Hanya Memohon Nikmat, Mohonlah agar Nikmat Itu Tidak Berakhir dengan Kesesatan

KHAMENEI.ID – Setiap hari seorang Muslim mengulang doa yang sama dalam Surah Al-Fatihah. Minimal tujuh belas kali ia memohon, اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ۝ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ “Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat; bukan jalan mereka yang dimurkai

Generasi Muda Iran dan Pertarungan Narasi: Benarkah Mereka Kehilangan Harapan?

KHAMENEI.ID – Setiap bangsa memiliki cara untuk mengenang para pahlawannya. Ada yang mengabadikan nama mereka dalam patung dan monumen, ada yang menulis kisah hidupnya dalam buku, atau menjadikan keberaniannya sebagai bagian dari ingatan kolektif sebuah bangsa. Bagi Imam Ali Khamenei qs, Iran pun memiliki para pahlawannya sendiri. Namun, pahlawan tertinggi