Kajian Keislaman

Imam Ali Khamenei: Jangan Sampai Seluruh Hidup Dihabiskan untuk Sesuatu yang Akan Ditinggalkan

KHAMENEI.ID – Manusia sering kali sibuk mempersiapkan masa depan, tetapi lupa memikirkan untuk apa sebenarnya masa depan itu dijalani. Kita hidup dalam masyarakat yang sangat menghargai pencapaian. Pendidikan dinilai dari peluang pekerjaan yang dihasilkan. Pekerjaan diukur dari besarnya penghasilan. Kesuksesan sering kali ditentukan oleh kepemilikan, jabatan, dan kemampuan menikmati kehidupan.

Imam Ridha, Di’bil al-Khuza’i, Puisi dalam Islam, Hadiah Imam Ridha, Kisah Ahlul Bait, khamenei, imam ali khamenei

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika puisi bukan sekadar rangkaian kata yang indah. Ia adalah media paling berpengaruh, jauh sebelum surat kabar, radio, televisi, atau media sosial lahir. Sebait syair dapat berpindah dari mulut ke mulut, menembus kota-kota, menggerakkan hati, membentuk opini, bahkan mengubah nasib seseorang. Di dunia Islam klasik, penyair bukan hanya

Tafsir Surah Al-Fatihah (Bag. 20): Jangan Hanya Memohon Nikmat, Mohonlah agar Nikmat Itu Tidak Berakhir dengan Kesesatan

KHAMENEI.ID – Setiap hari seorang Muslim mengulang doa yang sama dalam Surah Al-Fatihah. Minimal tujuh belas kali ia memohon, اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ۝ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ “Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat; bukan jalan mereka yang dimurkai

Generasi Muda Iran dan Pertarungan Narasi: Benarkah Mereka Kehilangan Harapan?

KHAMENEI.ID – Setiap bangsa memiliki cara untuk mengenang para pahlawannya. Ada yang mengabadikan nama mereka dalam patung dan monumen, ada yang menulis kisah hidupnya dalam buku, atau menjadikan keberaniannya sebagai bagian dari ingatan kolektif sebuah bangsa. Bagi Imam Ali Khamenei qs, Iran pun memiliki para pahlawannya sendiri. Namun, pahlawan tertinggi

Semakin Dihormati, Semakin Rendah Hati: Jalan Melawan Kesombongan

KHAMENEI.ID– Ada ironi yang kerap luput kita sadari. Ketika seseorang mulai dihormati, justru pada saat itulah ia menghadapi ujian yang paling sunyi. Bukan lagi ujian kemiskinan, keterbatasan, atau penolakan, melainkan godaan yang jauh lebih halus: merasa dirinya memang pantas berada di atas orang lain. Penghormatan memang menyenangkan. Pujian terasa menghangatkan hati.

Mendahulukan Ridha Allah, Menjaga Keadilan bagi Kawan dan Lawan

KHAMENEI.ID– Di tengah dunia yang mengukur keberhasilan dari angka, jabatan, dan tepuk tangan, ada satu pertanyaan yang jarang diajukan: untuk siapa sebenarnya kita bekerja? Pertanyaan itu terdengar sederhana, tetapi justru menjadi titik yang menentukan arah hidup seseorang. Sebab ketika tujuan bekerja berubah, cara seseorang mengambil keputusan pun ikut berubah. Dari ruang

Lupa kepada Allah, Awal Runtuhnya Nilai-Nilai Kehidupan

KHAMENEI.ID– Ada banyak orang yang mengira sebuah komunitas, lembaga, atau bahkan bangsa akan runtuh karena serangan dari luar. Sejarah memang mencatat banyak peradaban tumbang akibat perang atau tekanan musuh. Namun, lebih sering daripada itu, keruntuhan justru bermula dari dalam: ketika nilai-nilai yang dahulu dijaga perlahan ditinggalkan, ketika rasa syukur berubah menjadi

Lembutnya Karunia Allah: Saat Usaha Manusia Menemukan Maknanya

KHAMENEI.ID– Ada keyakinan yang diam-diam tumbuh dalam kehidupan modern: semakin keras seseorang bekerja, semakin besar peluangnya untuk berhasil. Kita diajarkan bahwa disiplin, strategi, dan ketekunan adalah kunci yang membuka hampir semua pintu. Namun, pengalaman sering berbicara lain. Ada orang yang telah mengerahkan seluruh tenaga, tetapi hasilnya tak kunjung datang. Sebaliknya, ada

Tuhan dan Laut: Mengenali Allah di Hamparan Samudra

KHAMENEI.ID– Ada banyak cara manusia mengenal Tuhan. Sebagian menemukannya dalam keheningan doa, sebagian lain melalui perenungan atas kitab suci. Namun, ada pula yang merasakan kehadiran-Nya justru ketika berdiri di tengah samudra yang tak bertepi. Di hadapan lautan, manusia mendadak sadar bahwa dirinya hanyalah setitik kecil di antara keluasan ciptaan. Kesadaran itulah

Dakwah Melanjutkan Jejak Para Nabi

KHAMENEI.ID– Ada anggapan yang diam-diam tumbuh di tengah masyarakat bahwa dakwah adalah urusan para ustadz, kiai, atau orang-orang yang menghabiskan hidupnya di mimbar dan pesantren. Sementara yang lain cukup menjadi pendengar. Pandangan seperti ini terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya menyempitkan makna dakwah itu sendiri. Sebab sejak awal, Islam tidak memandang penyampaian pesan

Imam Husain, Cahaya yang Tak Pernah Padam

KHAMENEI.ID– Ada saat-saat ketika hati terasa redup. Bukan karena kehilangan akal untuk berpikir, melainkan karena kehilangan cahaya untuk melangkah. Di tengah kesibukan, hiruk-pikuk informasi, dan tekanan hidup yang seolah tak memberi jeda, manusia modern sering kali merasa asing dengan dirinya sendiri. Pada titik itulah, banyak orang mencari tempat untuk kembali, bukan