

KHAMENEI.ID– Ada kedekatan yang lahir karena hubungan darah. Ada pula yang tumbuh karena kesamaan cita-cita. Namun, ada jenis kedekatan yang jauh lebih langka: kedekatan yang dibentuk oleh pendidikan, pengorbanan, dan perjalanan ruhani yang ditempuh bersama. Itulah hubungan antara Imam Ali bin Abi Thalib a.s dan Nabi Muhammad saw. Sebuah persahabatan sekaligus

KHAMENEI.ID– Ada satu pertanyaan yang hampir selalu muncul ketika hidup sedang terasa berat: mengapa saya harus mengalami semua ini? Pertanyaan itu lahir saat tubuh sakit, usaha gagal, rezeki terasa sempit, atau ketika seseorang harus memikul beban yang tampaknya tidak pernah selesai. Dalam dunia modern yang mengagungkan kenyamanan dan kecepatan, penderitaan

KHAMENEI.ID– Ada satu pertanyaan yang jarang disadari manusia ketika ia menangis di tengah malam, menyesali hidupnya, lalu perlahan mengangkat tangan untuk berdoa: dari mana sebenarnya datang keinginan untuk bertobat itu? Apakah murni lahir dari dirinya sendiri? Atau justru ada sesuatu yang lebih dalam, sesuatu yang diam-diam menariknya pulang? Dalam kehidupan

KHAMENEI.ID– Ada sesuatu yang perlahan hilang dari dunia pendidikan modern: rasa hormat terhadap ilmu sebagai sesuatu yang suci. Universitas hari ini begitu sibuk mencetak tenaga kerja, memburu ranking global, mengejar akreditasi, dan memproduksi gelar. Kampus berubah menjadi arena kompetisi industri. Mahasiswa belajar agar cepat diterima perusahaan. Orang tua membiayai pendidikan

KHAMENEI.ID– Ada fenomena menarik dalam kehidupan spiritual modern: manusia semakin suka mendengar agama yang menenangkan, tetapi semakin enggan mendengar agama yang mengguncang hati. Ceramah tentang kasih sayang Tuhan selalu penuh peminat. Kalimat-kalimat motivasi spiritual cepat menyebar di media sosial. Orang menyukai agama yang membuat dirinya merasa damai, diterima, dan aman.

KHAMENEI.ID– Ada banyak kebenaran yang gagal dipahami manusia bukan karena kurangnya penjelasan, tetapi karena hatinya terlalu dingin untuk merasakannya. Manusia modern hidup di zaman yang sangat rasional. Semua ingin diukur, dibuktikan, dijelaskan secara logis. Kita diajarkan berpikir cepat, menghitung untung-rugi, dan menilai segala sesuatu berdasarkan data. Tetapi diam-diam ada satu

KHAMENEI.ID– Ada kenyataan pahit dalam kehidupan manusia modern: kita hidup di zaman yang paling ramai berbicara tentang kemanusiaan, tetapi sering gagal memperlakukan manusia secara manusiawi. Orang mudah menghakimi mereka yang pernah jatuh. Yang lemah dianggap beban. Kebaikan sering dibiarkan berjalan sendirian. Dan kepada pendosa, manusia lebih cepat melempar kutukan ketimbang

KHAMENEI.ID – Di tengah gelombang krisis politik dan kerusuhan sosial, selalu muncul satu resep lama yang terdengar sederhana: berdamailah dengan Amerika, maka masalah akan selesai. Kalimat itu terus diulang dalam berbagai bentuk—di media, di ruang diskusi, hingga di media sosial. Sebagian menyebutnya jalan realistis. Sebagian lain menganggapnya satu-satunya pintu keluar dari

KHAMENEI.ID – Di banyak kampus hari ini, mahasiswa sibuk bergerak dari satu tugas ke tugas lain. Sebagian mengejar nilai, sebagian mengejar sertifikat, sebagian lagi tenggelam dalam hiruk-pikuk media sosial. Kampus perlahan berubah menjadi ruang administratif: penuh jadwal, penuh target, tetapi miskin percakapan yang sungguh-sungguh. Padahal sejarah bangsa-bangsa besar hampir selalu lahir

“Banyak rumah tangga hancur karena salah memahami peran suami dan istri. Ternyata, laki-laki bukan ‘raja’ yang bisa memaksa, dan perempuan bukan ‘pembantu’ yang harus melayani. Simak bimbingan akhlak berikut ini!” Masih dalam rangkaian nasihat Pemimpin Besar Revolusi, Ayatullah Agung Sayyid Ali Khamenei, dari buku “Bersama, Menuju Surga”, kita akan mengupas

“Pernikahan mewah belum tentu bahagia. Justru kesederhanaan di awal bisa menyelamatkan rumah tanggamu dari kehancuran finansial dan mental. Inilah bimbingan akhlak dari Imam Ali Khamenei yang jarang diketahui banyak orang.” Membangun keluarga bahagia bukanlah soal pesta megah, mahar fantastis, atau gaya hidup konsumtif. Menurut bimbingan akhlak yang dirangkum dalam antologi