Aqidah

Tugas Pemimpin Islam: Membuka Jalan Manusia Menuju Surga

KHAMENEI.ID– Kekuasaan sering kali diukur dari angka. Berapa besar pertumbuhan ekonomi, seberapa tinggi investasi, atau berapa banyak pembangunan yang berhasil diwujudkan. Semua itu penting. Namun dalam pandangan Islam, ada ukuran yang jauh lebih mendasar daripada sekadar keberhasilan administratif. Seorang pemimpin tidak hanya diminta mengatur kehidupan dunia, tetapi juga membantu manusia menemukan

Revolusi Imam Khomeini: Ketika Perubahan Besar Dimulai dari Hati

KHAMENEI.ID– Setiap revolusi biasanya dikenang lewat demonstrasi, pergolakan politik, atau runtuhnya sebuah rezim. Namun, sejarah sering menyembunyikan sebuah kenyataan yang lebih sunyi: tidak ada perubahan besar yang benar-benar bertahan jika manusia di dalamnya tidak lebih dahulu berubah. Sebelum jalanan dipenuhi massa, ada hati yang dibangunkan. Sebelum sebuah bangsa bergerak, ada jiwa

Transformasi Bukan Kehilangan Jati Diri: Saat Modernitas Berubah Menjadi Penjajahan Pikiran

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika sebuah bangsa merasa sedang bergerak maju, padahal sesungguhnya sedang berjalan menjauh dari dirinya sendiri. Jalan raya dibangun, gedung-gedung menjulang, gaya hidup berubah, dan kata “modern” dielu-elukan sebagai tanda kemajuan. Namun, di balik semua itu, diam-diam terjadi sesuatu yang lebih dalam: cara berpikir mulai dipinjam, ukuran benar dan

Mab’ats Nabi Muhammad: Ketika Para Nabi Datang Membangunkan Nurani Manusia

KHAMENEI.ID– Setiap zaman memiliki wajah penderitaannya sendiri. Dahulu, manusia diperbudak oleh berhala dan penguasa yang menganggap dirinya tuhan. Hari ini, bentuknya mungkin berganti menjadi kerakusan, ketimpangan sosial, manipulasi informasi, atau penyembahan terhadap kekuasaan dan materi. Wajahnya berubah, tetapi akar masalahnya tetap sama: manusia kehilangan arah dan melupakan jati dirinya. Di situlah

Mengapa Barat Memusuhi Perempuan Iran? Perspektif Imam Khamenei tentang Peran Wanita, Revolusi, dan Standar Ganda Hak Asasi Manusia

KHAMENEI.ID – Setiap kali isu perempuan Iran muncul dalam pemberitaan internasional, narasi yang paling sering diangkat adalah tentang “penindasan” dan “pembelaan hak-hak perempuan”. Namun, menurut Imam Ali Khamenei qs, di balik slogan-slogan tersebut tersembunyi persoalan yang jauh lebih mendasar. Yang dipersoalkan Barat bukan semata-mata hak perempuan, melainkan posisi strategis perempuan

Jangan Menjadi Bani Israil: Pelajaran tentang Kesabaran dan Optimisme dari Nabi Musa Menurut Imam Ali Khamenei

KHAMENEI.ID – Di zaman yang serba cepat, manusia semakin sulit menunggu. Kita ingin perubahan terjadi seketika. Program pembangunan harus langsung berhasil. Perjuangan harus segera membuahkan kemenangan. Bahkan doa pun sering kali diharapkan mendapat jawaban secepat notifikasi di layar telepon genggam. Ketika harapan tidak segera menjadi kenyataan, yang muncul bukan lagi

Universitas Bukan Sekadar Pabrik Gelar: Ketika Ilmu Kehilangan Arah

KHAMENEI.ID – Universitas sering dibayangkan sebagai tempat orang-orang berilmu berkumpul. Di sana mahasiswa belajar, dosen mengajar, laboratorium melakukan penelitian, dan para akademisi mengejar penemuan baru. Namun, bagi Syahid Ayatollah Ali Khamenei qs, pengertian universitas tidak berhenti pada aktivitas akademik semata. Universitas, katanya, adalah tempat ilmu. Kalimat ini terdengar sederhana. Tetapi

Menzalimi Pekerja: Ketika Upah yang Tertahan Menghapus Amal Kebaikan

KHAMENEI.ID– Ada banyak cara seseorang berbuat baik. Bersedekah, membangun rumah ibadah, membantu sesama, atau menghabiskan waktu untuk berbagai kegiatan sosial. Namun ada satu perbuatan yang sering dianggap sepele, padahal dampaknya begitu besar: menzalimi pekerja. Kezahatan itu tidak selalu berupa kekerasan atau penghinaan. Kadang ia hadir dalam bentuk yang jauh lebih halus:

Kebebasan dalam Islam: Merdeka dari Penjara Materi

KHAMENEI.ID– Ada satu cara pandang yang diam-diam membentuk kehidupan manusia modern: keyakinan bahwa hidup dimulai saat lahir, berakhir saat mati, lalu selesai. Dalam pandangan ini, manusia hanyalah makhluk biologis yang diberi waktu singkat untuk menikmati dunia sebelum akhirnya lenyap. Tak heran jika kebebasan kemudian diukur dari seberapa luas seseorang bisa memuaskan

Imam Ali dan Kata-Kata yang Tak Pernah Cukup

KHAMENEI.ID– Ada tokoh-tokoh yang bisa dijelaskan dengan sederet data sejarah. Kita mengenal tahun kelahirannya, perjalanan hidupnya, kemenangan dan kekalahannya. Namun ada pula pribadi yang selalu melampaui kata-kata. Semakin banyak orang berbicara tentangnya, semakin terasa bahwa bahasa memiliki batas. Di titik itulah sosok Imam Ali bin Abi Thalib a.s berdiri: bukan sekadar

Kekuatan Anak Muda dan Keberanian Mengambil Keputusan

KHAMENEI.ID– Revolusi, perubahan sosial, atau lompatan besar dalam sejarah tidak pernah lahir dari sekadar gagasan yang indah. Ia membutuhkan manusia yang berani bertindak. Di setiap zaman, selalu ada sekelompok orang yang memilih bergerak ketika sebagian besar memilih menunggu. Menariknya, sejarah berkali-kali menunjukkan bahwa kelompok itu hampir selalu didominasi oleh anak-anak muda.