Aqidah

Selama Hati Masih Berani Menegur 

KHAMENEI.ID – Ada yang lebih berbahaya daripada melakukan kesalahan: kehilangan kemampuan untuk menyadari bahwa dirinya sedang salah. Sebab, selama seseorang masih bersedia menegur dirinya sendiri, masih ada pintu yang terbuka untuk kembali. Namun, ketika suara hati mulai bungkam, kesalahan dapat tumbuh menjadi kebiasaan, kebiasaan menjelma pembenaran dan pembenaran perlahan membentuk watak

Mengapa Umat Selalu Kalah? Ketika Solidaritas Digantikan Sikap Saling Membiarkan

KHAMENEI.ID– Ada kekalahan yang tidak bermula di medan perang. Ia lahir jauh sebelumnya, ketika orang-orang yang seharusnya saling menopang memilih diam. Ketika tangan yang mestinya terulur justru disimpan di balik punggung. Ketika setiap orang merasa urusan saudaranya bukan lagi urusannya. Dalam pandangan Imam Ali bin Abi Thalib a.s, kekalahan seperti itu

Rahasia Ketahanan Umat: Mengapa Iman kepada Janji Allah Menjadi Fondasi Perlawanan Menurut Imam Khamenei?

KHAMENEI.ID – Sejarah selalu menyisakan satu pertanyaan yang menarik: mengapa ada bangsa yang runtuh ketika menghadapi tekanan, sementara bangsa lain justru tumbuh semakin kuat setelah dihantam berbagai ujian? Jawabannya tidak selalu ditemukan pada kekuatan militer, besarnya cadangan ekonomi, atau kecanggihan teknologi. Banyak negara memiliki semua itu, tetapi tetap rapuh ketika

Dunia Islam dan Jalan Perlawanan: Mengapa Umat Harus Menentukan Masa Depannya Sendiri

KHAMENEI.ID – Selama lebih dari satu abad, umat Islam seperti berjalan di tanah miliknya sendiri dengan arah yang ditentukan orang lain. Mereka memiliki jumlah penduduk yang besar, wilayah yang luas, kekayaan alam yang melimpah, dan bangsa-bangsa yang hidup serta memiliki kesadaran. Namun semua itu belum selalu berbanding lurus dengan kemampuan untuk

Hidup Adalah Arena Latihan: Mempersiapkan Akhirat di Tengah Kesibukan Dunia

KHAMENEI.ID– Di tengah ritme hidup yang semakin cepat, manusia modern sering merasa seolah-olah sedang mengejar garis akhir. Pekerjaan, pendidikan, karier, bisnis, hingga ambisi pribadi memenuhi hampir seluruh ruang hidup. Namun, di balik kesibukan itu, ada satu pertanyaan yang jarang benar-benar kita renungkan: untuk apa semua perlombaan ini berlangsung? Imam Ali bin

Hijrah Menuju Syahid: Ketika Iman Mengalahkan Cinta pada Kehidupan

KHAMENEI.ID– Ada satu pertanyaan yang selalu muncul setiap kali mendengar kisah orang-orang yang dengan sukarela berangkat ke medan perang demi membela keyakinannya: apa yang membuat seseorang rela meninggalkan rumah, keluarga, kenyamanan, bahkan peluang menikmati usia panjang? Jawabannya mungkin tidak pernah sesederhana keberanian. Di balik setiap langkah menuju medan jihad, ada hijrah

Jihad di Jalan Allah: Pintu Surga yang Dibuka untuk Para Pejuang

KHAMENEI.ID– Tidak semua pengorbanan tercatat dalam buku sejarah. Ada yang hanya dikenang oleh keluarga, ada yang hidup dalam ingatan sebuah bangsa, dan ada pula yang, menurut keyakinan agama, dicatat di tempat yang jauh lebih abadi: di sisi Allah. Dalam Islam, perjuangan demi mempertahankan agama, kehormatan, dan keselamatan umat bukan sekadar tindakan

Islam Rahmatan Bukan Berarti Lunak kepada Musuh

KHAMENEI.ID– Ada satu kecenderungan yang kerap muncul dalam kehidupan beragama: memilih bagian-bagian ajaran yang terasa menenangkan, lalu mengabaikan bagian lain yang menuntut ketegasan. Akibatnya, lahirlah berbagai istilah yang terdengar indah, tetapi perlahan kehilangan makna aslinya. Salah satunya adalah gagasan tentang Islam rahmani yang kerap dimaknai sebagai ajaran untuk selalu bersikap lembut

Keadilan Imam Ali: Ketika Perlindungan Berlaku untuk Semua

KHAMENEI.ID– Ada satu ukuran yang paling mudah untuk menilai sebuah pemerintahan: apakah orang yang paling lemah merasa aman hidup di dalamnya. Sebab keadilan tidak pernah diuji ketika ia melindungi orang yang sejalan, melainkan ketika ia menjaga hak mereka yang berbeda keyakinan, berbeda pandangan, bahkan berbeda kepentingan. Di titik itulah warisan kepemimpinan

Imam Ali dan Hak Membela yang Tertindas, Tanpa Memandang Agama

KHAMENEI.ID– Di tengah dunia yang semakin lantang berbicara tentang hak asasi manusia, ironi justru kian sering terlihat. Pembelaan terhadap korban acap kali bergantung pada identitas: agama, kebangsaan, ras, bahkan afiliasi politik. Seolah-olah penderitaan seseorang baru layak diperhatikan jika ia berasal dari kelompok yang sama. Di tengah logika yang sempit itu, lebih

Makna Ghadir: Ketika Kepemimpinan Berpadu dengan Kesucian Moral

KHAMENEI.ID– Ada banyak cara memilih seorang pemimpin. Sebagian mengandalkan suara mayoritas, sebagian lagi bertumpu pada garis keturunan, kekuatan politik, atau kecakapan mengelola kekuasaan. Namun, peristiwa Ghadir menawarkan ukuran yang sama sekali berbeda. Di sana, kepemimpinan tidak sekadar dipahami sebagai jabatan, melainkan amanah yang hanya layak dipikul oleh manusia yang paling bersih