Kajian Keislaman

Imam Ali as, Sahabat Sejati Rasul yang Tak Pernah Berjarak

KHAMENEI.ID– Ada kedekatan yang lahir karena hubungan darah. Ada pula yang tumbuh karena kesamaan cita-cita. Namun, ada jenis kedekatan yang jauh lebih langka: kedekatan yang dibentuk oleh pendidikan, pengorbanan, dan perjalanan ruhani yang ditempuh bersama. Itulah hubungan antara Imam Ali bin Abi Thalib a.s  dan Nabi Muhammad saw. Sebuah persahabatan sekaligus

Tafsir Surah Alfatihah Oleh Ayatullah Sayyid Ali Khamenei qs (Part 3)

Tafsir Ayat مَلِکِ یَومِ الدّین Setelah ayat-ayat awal Surah Al-Fatihah menuntun kita mengenal Tuhan sebagai Rabb semesta alam dan sumber kasih sayang yang tak terbatas, Al-Qur’an kemudian membawa kesadaran kita melangkah lebih dalam, menuju satu kenyataan yang tak terelakkan: “مٰلِکِ یَومِ الدّین” — Pemilik Hari Pembalasan. Di titik ini, hubungan

Tafsir Surah Al-Fatihah Oleh Ayatullah Sayyid Ali Khamenei qs (Part 2)

Makna Ar-Rahman dan Ar-Rahim Ar-Rahman dan Ar-Rahim keduanya diambil dari akar kata “Rahmat”, namun dengan dua perhatian dan sudut pandang yang berbeda. Ar-Rahman: Adalah sighah mubalaghah (bentuk hiperbolis). Dalam bahasa Arab, salah satu bentuk mubalaghah adalah fa’lan. Rahman menunjukkan banyaknya rahmat dan limpahan rahmat; menunjukkan luasnya lingkaran rahmat Ilahi. Ar-Rahim:

Tafsir Surah Al-Fatihah Oleh Ayatullah Sayyid Ali Khamaenei qs (Part 1)

Bismillahirrahmanirrahim Kami telah menyampaikan pendahuluan mengenai keharusan menafsirkan Al-Qur’an dan keharusan merujuk kepadanya, serta metode kerja tafsirnya. Ringkasnya adalah bahwa dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an, kami lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat berbahasa Persia saat ini, yaitu mengetahui terjemahan yang jelas dan lancar dari Al-Qur’an, kemudian menjelaskan konsep-konsep Al-Qur’an pada tingkat menengah. (Maksud

Antara Mimbar dan Istana: Siapa Sebenarnya yang Terseret Dunia?

Ada kecenderungan yang kian menguat dalam perbincangan publik: membelah rohaniwan ke dalam dua kubu yang seolah saling berseberangan—“pro-pemerintah” dan “non-pemerintah”. Yang satu dianggap dekat dengan kekuasaan, yang lain dipersepsikan lebih “murni”. Dari sana, lahirlah penilaian moral yang tergesa: yang ini bernilai, yang itu tercela. Padahal, pembelahan semacam itu bukan hanya

Hukum Tanpa Empati? Pesan Etika Peradilan dalam Pemikiran Imam Ali Khamenei qs

Ruang sidang sering dibayangkan sebagai tempat yang dingin. Meja kayu yang berat, palu hakim yang keras, berkas perkara yang menumpuk. Segalanya terasa tegas, pasti, dan tak kenal kompromi. Di sana, hukum bekerja seperti mesin: presisi, tajam, dan menentukan. Namun, dalam salah satu pandangan yang dinisbatkan kepada Imam Ali Khamenei, ada

Mengenal Konsep Wilayat Faqih (5) Dari Wacana ke Revolusi: Bagaimana Ide Menggerakkan Massa

Ada masa ketika sebuah gagasan tampak kecil, bahkan rapuh—dibicarakan di ruang-ruang terbatas, diperdebatkan oleh segelintir orang, dan diragukan oleh banyak pihak. Tapi sejarah sering bergerak dengan cara yang tak terduga. Ia diam-diam mengumpulkan energi, menumbuhkan keyakinan, hingga pada satu titik berubah menjadi gelombang besar yang tak bisa dibendung. Gelombang itu

Tidak Zalim Bahkan pada Musuh: Standar Tinggi yang Dilupakan Banyak Orang

Penjelasan Singkat Ayatullah Sayyid Ali Khamenei Tentang Sebuah Hadis عَن اَبی عَبدِ اللهِ عَلَیهِ السَّلام قالَ: یَنبَغی لِلمُؤمِنِ اَن یَکونَ فیهِ ثَمانُ خِصالٍ وَقورٌ عِندَ الهَزاهِزِ صَبورٌ عِندَ البَلاءِ شَکورٌ عِندَ الرَّخاءِ قانِعٌ بِما رَزَقَهُ اللهُ لا یَظلِمُ الاَعداءَ وَ لا یَتَحامَلُ لِلاَصدِقاءِ بَدَنُهُ مِنهُ فی تَعَبٍ وَ النّاسُ مِنهُ

Mengenal Konsep Wilayat Faqih (4) Perjuangan Tanpa Tujuan Adalah Kelelahan yang Panjang

Ada masa ketika masa depan terasa seperti lorong panjang tanpa ujung. Gelap, sunyi, dan membingungkan. Orang-orang bergerak, tetapi tak benar-benar tahu ke mana hendak menuju. Dalam situasi seperti itu, yang paling melelahkan bukanlah perjuangan itu sendiri, melainkan ketiadaan arah. Dan sejarah, berkali-kali, menunjukkan bahwa satu gagasan yang tepat bisa mengubah