

KHAMENEI.ID – Ada orang yang semakin dipuji semakin sulit melihat kekurangannya sendiri. Ia mengira sanjungan sebagai bukti kebaikan, keselamatan sebagai tanda bahwa dirinya tidak bersalah, dan kelimpahan nikmat sebagai pengakuan bahwa hidupnya berada di jalan yang benar. Tanpa disadari, ia sedang membangun keyakinan tentang dirinya dari hal-hal yang justru belum tentu

KHAMENEI.ID– Di tengah dunia yang semakin percaya pada kekuatan teknologi, strategi, dan kalkulasi politik, ada satu unsur yang sering dianggap berada di pinggir arena sejarah: iman. Padahal, berkali-kali sejarah menunjukkan bahwa perubahan besar tidak hanya lahir dari senjata, jumlah massa, atau kekuatan ekonomi, melainkan juga dari sesuatu yang lebih dalam;

KHAMENEI.ID– Ada kalanya sebuah kapal perang bukan sekadar kapal perang. Ia menjelma menjadi simbol. Ia membawa lebih dari baja, mesin, radar, dan persenjataan. Ia mengangkut sesuatu yang jauh lebih berat: kepercayaan diri sebuah bangsa. Ketika kapal perusak Jamaran diluncurkan dan bergabung dengan armada laut Iran, yang dirayakan sesungguhnya bukan hanya

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika kebenaran tidak lagi disembunyikan secara terang-terangan, melainkan dikaburkan. Yang salah dibuat tampak wajar, yang zalim dipoles menjadi kebijakan, dan yang diam dianggap sebagai bentuk kebijaksanaan. Dalam situasi seperti itu, pertarungan terbesar bukan sekadar melawan kekuasaan, melainkan melawan kabut yang menutupi pandangan manusia terhadap kebenaran. Di tengah

KHAMENEI.ID– Di medan perang, musuh yang jelas sering kali lebih mudah dihadapi daripada kawan yang berada di pihak yang sama tetapi berbeda arah. Sejarah Islam menunjukkan bahwa tantangan terbesar bukan selalu datang dari luar, melainkan dari dalam, ketika batas antara kebenaran dan kekeliruan menjadi samar, ketika orang-orang yang sama-sama mengaku

KHAMENEI.ID– Sejarah Islam tidak hanya menyimpan kisah tentang siapa yang memimpin setelah Nabi Muhammad saw wafat, tetapi juga menyimpan perdebatan panjang tentang standar kepemimpinan itu sendiri. Pertanyaan yang sesungguhnya bukan sekadar siapa yang menjadi khalifah, melainkan siapa yang paling memenuhi kriteria yang diajarkan Islam untuk memikul amanah sebesar itu. Di

Apa rahasia dibalik usia pernikahan yang diberkahi? Mengapa Islam sangat menekankan pernikahan muda sementara Barat justru menggesernya ke usia paruh baya? Berikut adalah pandangan mendalam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, tentang “usia tepat untuk menikah” berdasarkan fitrah manusia dan ajaran Islam yang otentik. Tidak Boleh Terpengaruh Budaya Barat Salah satu tuntutan

Dalam era globalisasi yang dibanjiri arus informasi dan nilai-nilai universal yang didengung-dengungkan, masyarakat dunia kerap dihadapkan pada satu narasi dominan mengenai isu perempuan. Namun, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, mengajak publik untuk melakukan langkah yang lebih mendasar, yaitu mengosongkan pikiran dari kata-kata klise produk Barat. Ajakan ini bukan sekadar retorika, melainkan

KHAMENEI.ID– Di zaman ketika profesi guru sering diukur dari gaji, sertifikasi, atau jabatan administratif, kita kerap lupa bahwa pendidikan sesungguhnya adalah pekerjaan yang mengubah nasib manusia. Seorang guru bukan sekadar penyampai informasi. Ia adalah penunjuk jalan. Dan dalam pandangan Islam, posisi itu begitu mulia hingga hubungan antara murid dan guru

KHAMENEI.ID– Ada ironi yang sering muncul dalam percakapan publik modern. Ketika sebuah negara memperkuat angkatan bersenjatanya, sebagian orang segera mencurigainya sebagai tanda ambisi perang. Padahal sejarah berkali-kali menunjukkan kenyataan yang berbeda: bangsa yang kuat justru sering kali lebih mampu menjaga perdamaian dibanding bangsa yang rapuh. Keamanan adalah kebutuhan yang sering

KHAMENEI.ID– Ada sebuah ironi yang sering luput kita sadari dalam dunia pendidikan. Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin besar pula godaan untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain. Padahal, pendidikan sejatinya lahir dari perjumpaan manusia dengan manusia, bukan dari hubungan antara penguasa dan yang dikuasai. Kita terbiasa mendengar bahwa murid harus









