Kabar

Menjaga Martabat Seorang Mukmin: Ketika Kebenaran Tak Harus Mempermalukan

KHAMENEI.ID– Di zaman ketika informasi bergerak lebih cepat daripada kebijaksanaan, nama baik seseorang sering kali menjadi korban pertama. Sekali tuduhan dilemparkan ke ruang publik, ia akan hidup jauh lebih lama daripada klarifikasi. Yang tersisa bukan lagi pencarian kebenaran, melainkan jejak prasangka yang sulit dihapus. Padahal, dalam pandangan Islam, kehormatan manusia bukan

Mukjizat Darahmu: Dari Kesedihan Personal ke Ketangguhan Kolektif

Bagaimana duka, ziarah, dan memori pengorbanan mengubah manusia biasa menjadi lebih berani dari dirinya sendiri. Ada satu kalimat yang terus terngiang sebelum tulisan ini dimulai: jangan tergesa menyebut sesuatu sebagai mukjizat. Sebab mukjizat bukanlah kilatan ajaib yang turun begitu saja dari langit. Ia adalah rangkaian panjang sebab-akibat, ribuan domino yang

Bukan Senjata, Tapi Ilmu: Mengapa Guru dan Buruh Adalah Mimpi Buruk Bagi Penjajah Dunia?

Pidato Ayatullah Sayyid Ali Khamenei qs di Hadapan Para Guru dan Pekerja Bismillahirrahmanirrahim Pertama-tama, saya ucapkan selamat datang kepada seluruh saudara-saudari terkasih—para guru dan pekerja. Saya berharap dengan taufik dan karunia Tuhan, Anda sekalian sebagai dua lapisan masyarakat yang aktif dan konstruktif, dapat selalu menjalankan peran dan tanggung jawab besar

Perempuan Iran dan Perang Ramadan

Maedeh Zaman Fashami, Jurnalis dan Peneliti Saat meninjau transformasi sosial dan politik besar, salah satu indikator terpenting adalah tingkat dan kualitas partisipasi perempuan. Revolusi Islam Iran tidak terkecuali. Meskipun banyak catatan resmi cenderung berfokus pada tokoh laki-laki dan aksi politik yang terlihat, pengamatan lebih dekat menunjukkan bahwa perempuan tidak pernah

Revolusi Iran dan Modal Sosial Ulama: Warisan Seribu Tahun yang Mengubah Sejarah

Fondasi Revolusi Revolusi tidak pernah lahir dari ruang kosong. Ia tumbuh dari ingatan panjang, dari kepercayaan yang menumpuk pelan-pelan seperti lapisan tanah yang mengeras menjadi fondasi. Ketika Revolusi Iran meledak pada 1979, banyak orang melihatnya sebagai ledakan politik. Namun dalam perspektif Imam Ali Khamenei, peristiwa itu lebih tepat disebut sebagai

Pesan Tahun Baru Pemimpin Revolusi Islam dalam Rangka Memasuki Tahun 1405 H.S

Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei hf, Pemimpin Agung Revolusi Islam, dalam pesannya menyambut tahun 1405 Hijriah Syamsi, meninjau kembali peristiwa-peristiwa sepanjang tahun 1404, termasuk tiga perang militer dan keamanan yang dipaksakan terhadap bangsa Iran. Beliau mengenang para syuhada, khususnya Pemimpin Revolusi yang syahid dan agung, para tunas muda di sekolah

Mengapa Kredibilitas Ulama Menjadi Fondasi Revolusi dan Masa Depan Umat?

Warisan 1000 Tahun Setiap revolusi biasanya dijelaskan dengan bahasa politik: krisis ekonomi, ketidakpuasan sosial, atau pergolakan kekuasaan. Namun dalam pandangan Imam Ali Khamenei, Revolusi Islam tidak bisa dipahami hanya melalui lensa itu. Ia melihatnya sebagai hasil dari sebuah proses panjang—bahkan sangat panjang—yang menumpuk selama berabad-abad. Bukan kerja satu generasi, melainkan

Tidak Zalim Bahkan pada Musuh: Standar Tinggi yang Dilupakan Banyak Orang

Penjelasan Singkat Ayatullah Sayyid Ali Khamenei Tentang Sebuah Hadis عَن اَبی عَبدِ اللهِ عَلَیهِ السَّلام قالَ: یَنبَغی لِلمُؤمِنِ اَن یَکونَ فیهِ ثَمانُ خِصالٍ وَقورٌ عِندَ الهَزاهِزِ صَبورٌ عِندَ البَلاءِ شَکورٌ عِندَ الرَّخاءِ قانِعٌ بِما رَزَقَهُ اللهُ لا یَظلِمُ الاَعداءَ وَ لا یَتَحامَلُ لِلاَصدِقاءِ بَدَنُهُ مِنهُ فی تَعَبٍ وَ النّاسُ مِنهُ

Mengenal Konsep Wilayat Faqih (4) Perjuangan Tanpa Tujuan Adalah Kelelahan yang Panjang

Ada masa ketika masa depan terasa seperti lorong panjang tanpa ujung. Gelap, sunyi, dan membingungkan. Orang-orang bergerak, tetapi tak benar-benar tahu ke mana hendak menuju. Dalam situasi seperti itu, yang paling melelahkan bukanlah perjuangan itu sendiri, melainkan ketiadaan arah. Dan sejarah, berkali-kali, menunjukkan bahwa satu gagasan yang tepat bisa mengubah

Manfaat Haji; Rumah Tuhan untuk Semua, dan Ilusi Kekuatan Musuh

Umat Jika pada bagian sebelumnya haji dipahami sebagai perjalanan menaklukkan ego, maka ayat berikutnya membuka lapisan yang lebih luas: haji bukan hanya perjalanan spiritual pribadi, tetapi juga proyek peradaban. Ia bukan sekadar ibadah individu, melainkan pertemuan akbar umat manusia yang sarat manfaat—manfaat spiritual, sosial, bahkan politik dalam arti paling luas.