Kajian Keislaman

Imam Ali, Sahabat Sejati Rasul yang Tak Pernah Berjarak

KHAMENEI.ID– Ada kedekatan yang lahir karena hubungan darah. Ada pula yang tumbuh karena kesamaan cita-cita. Namun, ada jenis kedekatan yang jauh lebih langka: kedekatan yang dibentuk oleh pendidikan, pengorbanan, dan perjalanan ruhani yang ditempuh bersama. Itulah hubungan antara Imam Ali bin Abi Thalib a.s  dan Nabi Muhammad saw. Sebuah persahabatan sekaligus

Ratapan Langit di Kufah dan Hilangnya Wajah Keadilan 

KHAMENEI.ID— Ada kematian yang selesai bersama pemakamannya. Ada pula kematian yang justru memulai penderitaan panjang sebuah zaman. Syahadah Ali bin Abi Thalib a.s termasuk yang kedua. Ia bukan sekadar tragedi sejarah yang dikenang setiap tanggal tertentu, lalu dilupakan setelah air mata mengering. Luka itu, dalam banyak hal, masih hidup sampai

Manusia Takut Kehilangan Uang, Tapi Tidak Takut Kehilangan Akhirat 

KHAMENEI.ID— Ada satu gejala aneh dalam kehidupan modern hari ini: manusia bisa sangat serius mempersiapkan karier, investasi, dan masa depan duniawinya, tetapi begitu santai ketika berbicara tentang kematian dan akhir hidupnya sendiri. Orang rela begadang demi target pekerjaan, panik ketika kehilangan uang, dan cemas memikirkan status sosial, tetapi nyaris tidak

Ketika Hari Raya Hanya Menjadi Pesta: Agama Tinggal Menjadi Tradisi Sosial 

KHAMENEI.ID— Ada satu ironi yang perlahan menjadi biasa setiap kali Idulfitri tiba: manusia merayakan kemenangan, tetapi sering lupa apa yang sebenarnya dimenangkan. Jalanan penuh kendaraan, pusat perbelanjaan sesak, media sosial dipenuhi foto kebahagiaan, tetapi hati banyak orang justru kembali kosong beberapa hari setelah takbir berhenti berkumandang. Idulfitri yang semestinya menjadi

Orang Tidak Membenci Agama, Mereka Hanya Lelah Disakiti Atas Nama Agama

KHAMENEI.ID— Ada satu paradoks yang semakin sering terlihat dalam kehidupan keagamaan modern: semakin banyak orang berbicara atas nama moralitas, semakin sedikit yang mampu menyampaikannya dengan kelembutan. Nasihat berubah menjadi kemarahan. Dakwah terasa seperti penghakiman. Amar makruf nahi mungkar,yang seharusnya menjadi jalan merawat masyarakat, kadang justru tampil sebagai sumber ketegangan sosial.

Dunia Memuji Imam Ali Setelah Wafat, Tapi Menolaknya Saat Berkuasa 

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

Bukan Karena Salah, Tetapi Karena Terlalu Adil: Tragedi Pemerintahan Imam Ali 

KHAMENEI.ID— Ada ironi yang terus berulang dalam sejarah manusia: hampir semua orang memuji keadilan, tetapi tidak banyak yang siap menanggung konsekuensinya. Orang ingin pemimpin yang bersih, selama kebersihan itu tidak menyentuh kepentingannya. Mereka mendukung perubahan, selama perubahan itu tidak mengganggu privilese yang telah lama dinikmati. Kisah pemerintahan Ali bin Abi

Yang Pergi Bukan Sebuah Musim Ibadah, Melainkan Hati yang Pernah Hidup 

KHAMENEI.ID— Ada satu pemandangan yang selalu berulang setiap tahun setelah Ramadan berakhir: masjid mulai sepi, lantunan doa perlahan menghilang, dan manusia kembali tenggelam dalam ritme hidup yang tergesa-gesa. Malam-malam yang sebelumnya dipenuhi shalat, tangis, dan tilawah berubah kembali menjadi layar ponsel, jadwal pekerjaan, dan kesibukan tanpa jeda. Ramadan lewat begitu

Ketika Barat Membicarakan Perempuan, Mengapa Keluarga Selalu Hilang?

Pernahkah Anda membayangkan sebuah dunia di mana seorang perempuan bekerja sepanjang hari seperti laki-laki, pulang ke rumah, lalu memulai “shift kedua” sebagai pengurus rumah tangga dan pengasuh anak—tanpa ada satu pun dokumen internasional yang mengakui beban ganda ini? Dunia itu bukan fiksi ilmiah. Itulah realitas yang diciptakan oleh dokumen-dokumen hak

Cetak Biru Revolusi Keluarga: 16 Poin Kebijakan Imam Ali Khamenei Tentang Fondasi Masyarakat Islam

“Keluarga bukan sekadar unit sosial—ia adalah batu penjuru peradaban.” Itulah pesan tegas yang disampaikan Imam Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam dalam pengumuman bersejarah pada 13 September 2016. Sebuah dokumen kebijakan yang tidak hanya mengatur, tetapi merancang ulang seluruh tatanan kehidupan berkeluarga dalam bingkai masyarakat Islam. Berikut ini terjemahan resmi

“Jangan Percaya Musuh”: Imam Ali Khamenei, Politik Ketahanan, dan Kritik terhadap Barat

KHAMENEI.ID – Dalam dunia politik modern yang dipenuhi diplomasi, negosiasi, dan janji kerja sama internasional, Imam Ali Khamenei qs mengajukan satu peringatan yang terdengar keras sekaligus kontras: “Jangan percaya kepada musuh.” Kalimat itu bukan sekadar slogan politik, melainkan inti dari pandangannya tentang hubungan dunia Islam dengan kekuatan-kekuatan global yang ia anggap