Politik

Selama Hati Masih Berani Menegur 

KHAMENEI.ID – Ada yang lebih berbahaya daripada melakukan kesalahan: kehilangan kemampuan untuk menyadari bahwa dirinya sedang salah. Sebab, selama seseorang masih bersedia menegur dirinya sendiri, masih ada pintu yang terbuka untuk kembali. Namun, ketika suara hati mulai bungkam, kesalahan dapat tumbuh menjadi kebiasaan, kebiasaan menjelma pembenaran dan pembenaran perlahan membentuk watak

Kekuatan yang Tak Bisa Dibom: Mengapa Budaya dan Narasi Lebih Menentukan daripada Senjata

KHAMENEI.ID – Tank dapat menghancurkan bangunan. Rudal mampu meluluhlantakkan pangkalan militer. Bom bisa meratakan sebuah kota hanya dalam hitungan menit. Namun sejarah berkali-kali menunjukkan bahwa tidak satu pun senjata mampu menaklukkan keyakinan, identitas, dan narasi yang hidup di tengah masyarakat. Sebab, kekuatan sejati sebuah bangsa sering kali tidak lahir dari

Mengapa Imam Khamenei Menyebut Amerika sebagai Simbol “Jahiliah Modern”?

KHAMENEI.ID – Ketika berbicara tentang “jahiliah”, banyak orang langsung membayangkan masyarakat Arab sebelum diutusnya Nabi Muhammad saw.: kehidupan yang dipenuhi penyembahan berhala, ketidakadilan, fanatisme suku, dan kerusakan moral. Namun, menurut Imam Ali Khamenei qs, jahiliah bukan sekadar fenomena sejarah. Ia adalah pola pikir dan sistem kehidupan yang dapat muncul kembali

Membaca Zaman, Menjaga Arah: Ketika Ketahanan Bangsa Berawal dari Kesadaran

KHAMENEI.ID – Setiap zaman memiliki tanda-tandanya sendiri. Kadang tanda itu hadir dalam bentuk perubahan yang mencolok: pergantian rezim, krisis ekonomi, atau konflik yang mengguncang dunia. Namun Imam Ali Khamenei qs memandang bahwa kebanyakan perubahan besar justru bergerak perlahan, nyaris tak terdengar, seperti arus bawah laut yang menggeser arah sebuah benua

Perang yang Tak Terlihat: Ketika Musuh Berusaha Meretas Cara Berpikir Bangsa

KHAMENEI.ID – Ada perang yang tidak diawali ledakan bom. Tidak ada deru pesawat tempur, tidak terdengar suara peluru, dan tidak meninggalkan puing-puing bangunan. Namun dampaknya bisa jauh lebih berbahaya daripada perang bersenjata. Perang itu berlangsung di dalam pikiran manusia. Imam Ali Khamenei qs menggambarkan bentuk peperangan ini dengan sebuah analogi

Islam Bukan Sekadar Ibadah, Bukan Pula Sekadar Politik

KHAMENEI.ID – Ada dua cara yang sama-sama dapat menghilangkan wajah asli Islam. Yang pertama adalah menjadikannya sekadar urusan sajadah, doa, dan hubungan pribadi dengan Allah swt. Yang kedua adalah mengubahnya menjadi semata-mata alat perebutan kekuasaan, tanpa akhlak, kasih sayang, dan penyucian jiwa. Keduanya tampak berlawanan, tetapi sesungguhnya berakhir pada titik yang

Bagaimana Nabi Muhammad Membangun Peradaban? Pelajaran dari 23 Tahun Membentuk Umat

KHAMENEI.ID –  Menurut Imam Ali Khamenei qs, kejayaan Islam tidak lahir dari kekuasaan, tetapi dari pembinaan manusia yang kemudian melahirkan masyarakat berperadaban. Ketika berbicara tentang lahirnya peradaban Islam, banyak orang langsung membayangkan penaklukan kota-kota besar, berdirinya pemerintahan Madinah, atau meluasnya wilayah kekuasaan kaum Muslim. Padahal, menurut beliau, semua itu hanyalah

Iman yang Melahirkan Keberanian untuk Menolak Dominasi dalam Pandangan Imam Ali Khamenei qs

KHAMENEI.ID – Selama lebih dari satu abad, Asia Barat menjadi papan catur kekuatan-kekuatan besar dunia. Dari runtuhnya Kesultanan Utsmaniyah hingga lahirnya negara-negara modern, dari kolonialisme Eropa hingga dominasi Amerika Serikat, kawasan yang kaya energi ini nyaris tak pernah lepas dari campur tangan asing. Pemerintahan berganti, rezim jatuh, perang berkecamuk, tetapi

Iman yang Mengubah Peta Dunia: Mengapa Kekuatan Besar Tersendat di Asia Barat?

KHAMENEI.ID – Selama puluhan tahun, Asia Barat—atau yang lebih sering disebut Timur Tengah—dipandang sebagai panggung tempat negara-negara adidaya memainkan pengaruhnya. Perang, kudeta, intervensi militer, hingga perebutan sumber daya seolah menjadi pola yang terus berulang. Banyak pemerintahan berganti, banyak perjanjian ditandatangani, tetapi arah kawasan nyaris selalu ditentukan oleh kekuatan-kekuatan besar dari