Politik

Selama Hati Masih Berani Menegur 

KHAMENEI.ID – Ada yang lebih berbahaya daripada melakukan kesalahan: kehilangan kemampuan untuk menyadari bahwa dirinya sedang salah. Sebab, selama seseorang masih bersedia menegur dirinya sendiri, masih ada pintu yang terbuka untuk kembali. Namun, ketika suara hati mulai bungkam, kesalahan dapat tumbuh menjadi kebiasaan, kebiasaan menjelma pembenaran dan pembenaran perlahan membentuk watak

Di Ghadir Khum Nabi Memilih Keadilan, Dunia Modern Memilih Kekuasaan

KHAMENEI.ID— Di tengah dunia yang semakin gaduh oleh perebutan kekuasaan, manusia modern sebenarnya sedang menghadapi satu krisis besar yang jarang dibicarakan secara jujur: krisis kepemimpinan moral. Negara-negara memiliki pemimpin, partai-partai memiliki elite, masyarakat memiliki penguasa, tetapi semakin sedikit orang yang benar-benar dipercaya sebagai tempat bersandar batin. Kekuasaan hadir di mana-mana,

Imperium Tak Pernah Abadi: Dari Soviet hingga Amerika, Sejarah Selalu Mengulang Kejatuhan 

KHAMENEI.ID— Ada satu kesalahan yang terus berulang dalam sejarah manusia: mengira bahwa kekuasaan yang tampak besar hari ini akan bertahan selamanya. Ketika sebuah negara memiliki militer terkuat, ekonomi terbesar, teknologi tercanggih, dan pengaruh global yang luas, manusia mudah percaya bahwa dominasi itu adalah takdir sejarah yang tak mungkin runtuh. Padahal

Di Hadapan Tuhan Ia Bersujud, di Hadapan Kezaliman Ia Berdiri Tegak

KHAMENEI.ID— Ada ironi yang terus berulang dalam sejarah: semakin seseorang tunduk sepenuhnya kepada Tuhan, semakin sulit ia ditundukkan oleh manusia lain. Karena itu, penguasa zalim selalu punya ketakutan yang sama terhadap agama yang hidup, bukan agama yang sekadar menjadi simbol, melainkan agama yang benar-benar membentuk keberanian batin manusia. Hari ini

Islamofobia dan Proyek Islam Kaffah: Mengapa Dunia Takut pada Kebangkitan Islam

KHAMENEI.ID — Di tengah perdebatan global tentang identitas, agama, dan politik, ada satu istilah yang semakin sering muncul: Islamofobia. Sebagian melihatnya sebagai fenomena sosial, sebagian lain sebagai propaganda politik. Dalam salah satu ceramahnya, Imam Ali Khamenei qs memandang isu ini dari sudut yang berbeda: Islamofobia bukan sekadar kebencian terhadap Islam,

Persatuan Nasional, Keamanan, dan Keadilan Sosial dalam Ancaman Krisis Modern 

KHAMENEI.ID— Ada masa ketika sebuah bangsa tidak diuji oleh perang besar, melainkan oleh kelelahan rakyatnya sendiri. Harga kebutuhan naik, ketidakpastian ekonomi merambat ke rumah-rumah, rasa curiga tumbuh di ruang politik, dan masyarakat perlahan kehilangan keyakinan bahwa masa depan masih bisa diperjuangkan. Dalam situasi seperti itu, ancaman terbesar sebenarnya bukan kemiskinan atau

Kebangkitan Islam dan Politik Perlawanan: Saat Dunia Muslim Menemukan Kembali Jati Dirinya

Ada momen dalam sejarah ketika sebuah peradaban menoleh ke belakang, lalu tiba-tiba menyadari bahwa ia sebenarnya berdiri di atas harta karun yang selama ini terabaikan. Dalam salah satu ceramahnya, Imam Ali Khamenei qs menggambarkan momen itu sedang terjadi di dunia Islam hari ini. Para intelektual, generasi muda, dan masyarakat luas—katanya—mulai

Jangan Terlelap oleh Lullaby Musuh: Kewaspadaan sebagai Iman dan Politik

Ada masa ketika senyum terasa lebih berbahaya daripada ancaman. Ia datang tanpa dentuman, tanpa suara keras, hanya sebuah bisikan yang menenangkan. Dalam salah satu ceramahnya, Imam Ali Khamenei qs mengingatkan bahwa sejarah berkali-kali memperlihatkan bagaimana bangsa atau individu justru tumbang bukan karena serangan langsung, melainkan karena tertidur oleh rasa aman

Netralitas yang Mematikan: Mengapa Ulama Tak Boleh Diam Menurut Imam Ali Khamenei

Ada satu anggapan yang kerap terdengar setiap kali agama bersentuhan dengan politik: bukankah lebih baik lembaga keagamaan tetap netral, menjauh dari konflik, dan fokus pada urusan spiritual? Bukankah dengan begitu wibawa mereka akan lebih terjaga? Dalam sejumlah ceramahnya, Imam Ali Khamenei menyebut gagasan ini sebagai sebuah kekeliruan logika—sebuah ilusi yang

Poros Perlawanan: Dari Qasem Soleimani hingga Nurani Dunia yang Terbangun

Sejarah sering bergerak diam-diam—hingga suatu hari ia meledak menjadi kesadaran global. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia menyaksikan sebuah kata yang semakin sering terdengar dari Timur Tengah hingga kampus-kampus Barat: resistensi. Ia bukan sekadar slogan politik, melainkan istilah yang menjelma menjadi identitas, gerakan, bahkan harapan. Dalam kerangka pemikiran yang konsisten disampaikan

Membaca Ulang Wajah Islam di Era Konflik Global

Di banyak sudut dunia Islam hari ini, sebuah paradoks terasa semakin terlihat jelas. Islam kerap hadir sebagai nama, tetapi justru dipakai untuk melawan Islam itu sendiri. Fenomena ini bukan sekadar konflik teologis, melainkan pergulatan identitas, politik, dan kekuasaan. Di tengah kabut itulah muncul istilah yang diinisiasi oleh Imam Khomeini ra