Aqidah

Empat Sifat yang Perlahan Menghancurkan Sebuah Masyarakat

KHAMENEI.ID – Sebuah masyarakat tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Ada kalanya kehancuran justru bermula dari sesuatu yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya: keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, pendirian yang dipertahankan meski terbukti keliru, kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, dan kebiasaan menunda pekerjaan sampai kesempatan berlalu. Tak ada ledakan besar

Lebih Sulit Bertahan daripada Menjadi Revolusioner

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika menjadi revolusioner terasa mudah. Suasana sedang bergolak, perubahan menjadi bahasa sehari-hari, dan keberanian mendapat tepuk tangan. Orang-orang muda berdiri dengan keyakinan, mengucapkan kalimat-kalimat yang menyala, menentang kemapanan dan merasa berada di sisi sejarah. Namun sejarah memiliki ujian yang jauh lebih panjang daripada keberanian sesaat: bertahan. Di sinilah

Ketika Pertahanan Menjadi Cara Mencegah Perang

KHAMENEI.ID– Perang sering kali dimulai jauh sebelum peluru pertama ditembakkan. Ia bermula dari sebuah keyakinan: bahwa lawan tidak akan mampu membalas. Karena itu, sebuah negara yang ingin hidup damai tidak cukup hanya menyatakan bahwa ia tidak menghendaki perang. Ia juga harus memastikan bahwa siapa pun yang berniat menyerangnya berpikir berkali-kali sebelum

Saat Identitas Tak Perlu Meminta Maaf 

KHAMENEI.ID– Di sebuah panggung internasional, orang biasanya berlomba menunjukkan apa yang mereka miliki: kecepatan, kekuatan, medali, teknologi, atau kemampuan menaklukkan lawan. Namun ada jenis kemenangan lain yang tidak tercatat di papan skor. Ia hadir dalam bentuk yang lebih sunyi: keberanian untuk tetap menjadi diri sendiri ketika dunia di sekeliling kita terus

Kekuatan dari Dalam dan Harga Sebuah Bangsa yang Mandiri

KHAMENEI.ID– Ada bangsa yang tampak besar karena luas wilayahnya, ada yang disegani karena senjatanya, dan ada pula yang berpengaruh karena kekuatan ekonominya. Tetapi di balik semua itu ada satu ukuran yang sering luput: seberapa jauh sebuah bangsa mampu berdiri di atas kekuatannya sendiri. Sebab ketergantungan bukan sekadar persoalan ekonomi. Ia bisa

Sebelum Mengurus Negara, Belajarlah Melihat Keseluruhannya 

KHAMENEI.ID– Sebuah negara tidak hanya bisa melemah karena konflik terbuka. Ia juga dapat tersendat oleh sesuatu yang jauh lebih sunyi: para pengelolanya tidak saling mengetahui apa yang sedang dikerjakan. Di satu ruangan, pejabat pemerintahan berbicara tentang kebijakan ekonomi. Di ruangan lain, pejabat pertahanan menyusun strategi menghadapi ancaman. Di tempat berbeda, birokrat

Ketika Keluarga Muda Berhenti Bertumbuh, Bangsa Kehilangan Masa Depan

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika sebuah bangsa sibuk menghitung pertumbuhan ekonomi, pembangunan gedung, panjang jalan, dan jumlah investasi. Hampir segala sesuatu diukur dengan angka. Namun ada satu angka yang sering luput dari perhatian: jumlah anak yang lahir dari sebuah keluarga. Padahal, di balik angka kelahiran itu tersimpan pertanyaan yang jauh lebih besar.

Persatuan Nasional dan Kepercayaan Publik yang Menentukan Kekuatan Bangsa

KHAMENEI.ID– Sebuah negara tidak selalu kehilangan kekuatannya ketika persenjataannya berkurang. Ada kalanya sebuah bangsa mulai rapuh justru ketika rakyatnya kehilangan sesuatu yang tidak kasatmata: kepercayaan, harapan, keyakinan pada masa depan, dan rasa bahwa mereka masih berjalan di jalan yang sama. Kekuatan nasional karena itu tidak semata-mata dapat dihitung dari jumlah tentara,

Persatuan Nasional dan Kerja Keras Pemimpin di Saat Negara Mendaki

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika sebuah bangsa tidak membutuhkan lebih banyak suara yang berteriak, melainkan lebih banyak orang yang bersedia bekerja. Bukan karena kritik harus dibungkam, melainkan karena kritik tanpa kepercayaan mudah berubah menjadi sinisme, sementara kepercayaan tanpa kritik bisa menjelma kepatuhan yang membutakan. Di titik itulah sebuah negara diuji: apakah ia

Ketika Kepercayaan kepada Musuh Menjadi Celah

KHAMENEI.ID– Ada kekalahan yang datang melalui serangan. Ada pula yang masuk melalui pintu yang kita buka sendiri. Dalam urusan negara, yang kedua sering kali lebih sulit dikenali. Sebab ia tidak selalu berbentuk rudal, embargo, atau ancaman terbuka. Kadang ia hadir sebagai kalimat yang terdengar meyakinkan di meja perundingan: sebuah janji, sebuah

Ketika Janji Diplomasi Tak Cukup untuk Sebuah Kepercayaan

KHAMENEI.ID– Dalam politik internasional, sebuah tanda tangan sering tampak lebih kokoh daripada sebuah janji. Tinta di atas kertas memberi kesan bahwa kesepakatan telah menemukan rumahnya. Tetapi pengalaman menunjukkan hal yang berbeda: kertas dapat tetap utuh sementara komitmen yang tertulis di atasnya menguap begitu saja. Di situlah persoalan kepercayaan dalam diplomasi menjadi