Aqidah

Empat Sifat yang Perlahan Menghancurkan Sebuah Masyarakat

KHAMENEI.ID – Sebuah masyarakat tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Ada kalanya kehancuran justru bermula dari sesuatu yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya: keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, pendirian yang dipertahankan meski terbukti keliru, kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, dan kebiasaan menunda pekerjaan sampai kesempatan berlalu. Tak ada ledakan besar

Apa Arti Maju Jika Manusia Tak Bahagia 

KHAMENEI.ID– Sebuah bangsa bisa memiliki universitas yang maju, industri yang tumbuh, jalan raya yang panjang, teknologi yang canggih, dan senjata yang membuat negara lain berpikir dua kali. Tapi semua itu belum tentu membuat warganya merasa hidup dengan tenang. Sebab kemajuan sebuah masyarakat tidak hanya terlihat dari apa yang berhasil dibangun di

Suara Kecil yang Menentukan Nasib Negara 

KHAMENEI.ID– Ada sesuatu yang sering luput ketika orang berbicara tentang demokrasi: rakyat kerap diperlakukan penting hanya ketika suara mereka dibutuhkan. Mereka datang ke bilik suara, memilih, lalu kembali menjadi penonton. Setelah itu, kekuasaan berjalan dengan logikanya sendiri. Rakyat berada di luar pagar, sementara keputusan tentang hidup mereka dibuat di dalam. Pandangan

Mereka yang Belajar untuk Mengubah Dunia 

KHAMENEI.ID– Sebuah universitas bisa melahirkan ribuan sarjana tanpa pernah benar-benar melahirkan gagasan. Gelar bertambah, jabatan terisi, kantor-kantor memperoleh tenaga baru. Namun ilmu belum tentu bergerak. Sebab ukuran keberhasilan pendidikan tinggi bukan hanya berapa banyak orang yang lulus, melainkan seberapa jauh mereka mampu mengubah cara manusia memahami dunia. Gagasan itulah yang menjadi

Tauhid Bukan Sekadar Keyakinan: Cara Islam Membaca Manusia, Dunia, dan Masa Depan

KHAMENEI.ID – Ada sebuah pertanyaan mendasar ketika manusia berbicara tentang agama: apakah agama hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, ataukah ia juga menawarkan cara untuk memahami seluruh kehidupan? Dalam pandangan Islam, jawabannya jauh lebih luas daripada sekadar ritual. Tauhid bukan hanya keyakinan yang diucapkan dalam ibadah. Ia adalah cara pandang

Di Balik Mahar dan Pesta yang Berlebihan 

KHAMENEI.ID– Pernikahan sering dimulai dengan sesuatu yang sederhana: dua manusia saling memilih, lalu berjanji untuk berjalan bersama. Tetapi sebelum janji itu sempat menjadi kehidupan, ia kadang telah dikelilingi terlalu banyak angka, pesta, tuntutan, dan perhitungan. Pernikahan yang semestinya menjadi awal perjalanan justru berubah menjadi proyek besar yang menguras tenaga, uang, bahkan

Jangan Serahkan Jalanmu kepada Janji Orang Lain 

KHAMENEI.ID– Ada kalanya masalah terbesar dalam sebuah hubungan bukan terletak pada kerasnya perbedaan, melainkan pada hilangnya kepercayaan. Dua pihak boleh berbeda kepentingan, bahkan saling berhadapan sebagai lawan. Mereka masih mungkin duduk satu meja selama ada keyakinan bahwa kata-kata yang diucapkan hari ini tidak akan disangkal esok pagi. Negosiasi, dalam pengertian paling

Kita yang Terlalu Banyak Bicara tentang Keadilan 

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika manusia merasa harus pergi jauh untuk menemukan kata-kata yang sebenarnya telah lama tinggal di rumahnya sendiri. Keadilan, kebebasan, martabat manusia, kehidupan yang layak, semuanya terdengar seperti kosakata modern yang lahir dari pergulatan dunia Barat. Seolah-olah masyarakat Islam baru mengenal gagasan itu setelah berhadapan dengan modernitas. Anggapan semacam

Hukum dan Janji tentang Hari Esok 

KHAMENEI.ID– Sebuah masyarakat tidak hanya membutuhkan kebebasan untuk bergerak. Ia juga membutuhkan kepastian tentang ke mana gerak itu akan dibawa. Tanpa kepastian, kehidupan bersama perlahan berubah menjadi ruang tunggu yang gelisah: orang bekerja tanpa tahu aturan besok, pelaku usaha berinvestasi tanpa tahu kebijakan berikutnya, dan pemerintah mengambil keputusan tanpa pijakan yang

Sebelum Kabut Membuat Kita Lupa Cara Melihat 

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika kebohongan tidak lagi datang sebagai kebohongan. Ia mengenakan pakaian hukum, berbicara tentang hak asasi manusia, mengaku membela orang tertindas, dan berdiri dengan wajah seolah-olah berada di pihak kebenaran. Justru karena itulah ia menjadi berbahaya. Kebenaran dan kebatilan, dalam banyak keadaan, tidak hadir sebagai dua benda yang mudah