Politik

Empat Sifat yang Perlahan Menghancurkan Sebuah Masyarakat

KHAMENEI.ID – Sebuah masyarakat tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Ada kalanya kehancuran justru bermula dari sesuatu yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya: keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, pendirian yang dipertahankan meski terbukti keliru, kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, dan kebiasaan menunda pekerjaan sampai kesempatan berlalu. Tak ada ledakan besar

Ketika Keluarga Muda Berhenti Bertumbuh, Bangsa Kehilangan Masa Depan

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika sebuah bangsa sibuk menghitung pertumbuhan ekonomi, pembangunan gedung, panjang jalan, dan jumlah investasi. Hampir segala sesuatu diukur dengan angka. Namun ada satu angka yang sering luput dari perhatian: jumlah anak yang lahir dari sebuah keluarga. Padahal, di balik angka kelahiran itu tersimpan pertanyaan yang jauh lebih besar.

Persatuan Nasional dan Kepercayaan Publik yang Menentukan Kekuatan Bangsa

KHAMENEI.ID– Sebuah negara tidak selalu kehilangan kekuatannya ketika persenjataannya berkurang. Ada kalanya sebuah bangsa mulai rapuh justru ketika rakyatnya kehilangan sesuatu yang tidak kasatmata: kepercayaan, harapan, keyakinan pada masa depan, dan rasa bahwa mereka masih berjalan di jalan yang sama. Kekuatan nasional karena itu tidak semata-mata dapat dihitung dari jumlah tentara,

Persatuan Nasional dan Kerja Keras Pemimpin di Saat Negara Mendaki

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika sebuah bangsa tidak membutuhkan lebih banyak suara yang berteriak, melainkan lebih banyak orang yang bersedia bekerja. Bukan karena kritik harus dibungkam, melainkan karena kritik tanpa kepercayaan mudah berubah menjadi sinisme, sementara kepercayaan tanpa kritik bisa menjelma kepatuhan yang membutakan. Di titik itulah sebuah negara diuji: apakah ia

Ketika Kepercayaan kepada Musuh Menjadi Celah

KHAMENEI.ID– Ada kekalahan yang datang melalui serangan. Ada pula yang masuk melalui pintu yang kita buka sendiri. Dalam urusan negara, yang kedua sering kali lebih sulit dikenali. Sebab ia tidak selalu berbentuk rudal, embargo, atau ancaman terbuka. Kadang ia hadir sebagai kalimat yang terdengar meyakinkan di meja perundingan: sebuah janji, sebuah

Ketika Janji Diplomasi Tak Cukup untuk Sebuah Kepercayaan

KHAMENEI.ID– Dalam politik internasional, sebuah tanda tangan sering tampak lebih kokoh daripada sebuah janji. Tinta di atas kertas memberi kesan bahwa kesepakatan telah menemukan rumahnya. Tetapi pengalaman menunjukkan hal yang berbeda: kertas dapat tetap utuh sementara komitmen yang tertulis di atasnya menguap begitu saja. Di situlah persoalan kepercayaan dalam diplomasi menjadi

Ketika Klaim Demokrasi Barat Mulai Kehilangan Daya Pikat

KHAMENEI.ID – Selama puluhan tahun, dunia seperti menerima satu kesimpulan tanpa banyak bertanya: Barat adalah model. Demokrasi, kebebasan, hak asasi manusia, dan supremasi hukum diperlakukan bukan sekadar sebagai pilihan politik, melainkan sebagai standar universal. Negara-negara lain didorong untuk mengejar standar itu, sementara sistem yang berbeda kerap ditempatkan sebagai penyimpangan yang harus

Islamofobia dan Pertanyaan yang Tak Bisa Dibungkam

KHAMENEI.ID– Ada paradoks dalam cara sebuah agama diserang. Semakin keras sebuah gagasan dipukul, semakin besar kemungkinan orang bertanya mengapa ia dianggap begitu berbahaya. Larangan dapat melahirkan rasa ingin tahu. Cemoohan bisa membuka percakapan. Bahkan Islamofobia jika terus dipertontonkan secara berlebihan, dapat berubah menjadi pintu bagi orang-orang yang sebelumnya tidak pernah tertarik

Kebangkitan Islam dan Politik Perpecahan

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika agama tidak sekadar menjadi urusan iman, melainkan menjadi tenaga yang menggerakkan masyarakat. Ia masuk ke ruang sejarah, mengguncang tatanan yang mapan, membuka kemungkinan baru, dan membuat manusia bertanya kembali: untuk siapa kekuasaan bekerja, kepada siapa kekayaan berpihak, dan ke mana peradaban hendak diarahkan? Gagasan tentang bi’tsah kebangkitan

Bila Agama Menjauh dari Kekuasaan, Siapa yang Mengisi Kekosongan?

KHAMENEI.ID– Ada godaan besar bagi lembaga keagamaan untuk merasa lebih terhormat ketika berada jauh dari politik. Tidak ikut bertengkar, tidak masuk ke dalam perdebatan kekuasaan, tidak menyentuh urusan negara. Dari kejauhan, posisi seperti itu tampak suci. Bersih dari lumpur perebutan kepentingan. Tapi justru di situlah persoalannya. Sebuah lembaga yang terus-menerus menghindari

Kekuasaan yang Tak Boleh Menjadi Tuhan

KHAMENEI.ID– Kekuasaan hampir selalu punya godaan yang sama: semakin tinggi seseorang berdiri, semakin mudah ia lupa bagaimana rasanya berada di bawah. Dari istana sampai gedung pemerintahan, dari singgasana sampai podium demokrasi, sejarah memperlihatkan bahwa kekuasaan kerap berubah menjadi sesuatu yang ingin mempertahankan dirinya sendiri. Islam menawarkan gambaran yang berbeda. Dalam gagasan