Politik

Empat Sifat yang Perlahan Menghancurkan Sebuah Masyarakat

KHAMENEI.ID – Sebuah masyarakat tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Ada kalanya kehancuran justru bermula dari sesuatu yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya: keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, pendirian yang dipertahankan meski terbukti keliru, kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, dan kebiasaan menunda pekerjaan sampai kesempatan berlalu. Tak ada ledakan besar

Perempuan dan Pertarungan atas Nama Hak Asasi Manusia

KHAMENEI.ID– Di tengah riuh perdebatan tentang hak perempuan, ada satu ironi yang terus mengusik: perempuan kerap dibicarakan sebagai objek, tetapi jarang didengar sebagai subjek sejarah. Mereka disebut ketika hendak membuktikan keberhasilan sebuah gerakan, dijadikan alasan untuk membenarkan intervensi, atau dihadirkan dalam pidato tentang kebebasan. Namun ketika perempuan itu sendiri turun ke

Ketika Kebebasan Berbicara Dikendalikan oleh Diktator Media

KHAMENEI.ID– Ada bentuk kekuasaan yang tidak perlu mengirim tentara untuk membungkam seseorang. Ia cukup menghilangkan namanya dari layar, menghapus fotonya dari mesin pencarian, atau membuat sebuah gagasan tidak pernah sampai kepada pembaca. Di zaman ketika informasi tampak begitu melimpah, penghapusan justru bisa menjadi bentuk kekuasaan yang paling senyap. Kita hidup dalam

Kekuasaan yang Tak Boleh Menjadi Milik Pribadi 

KHAMENEI.ID– Ada banyak cara manusia memerintah. Sebagian lahir dari ambisi, sebagian dari ketakutan, dan sebagian lagi dari hasrat untuk mempertahankan kekuasaan. Sejarah memperlihatkan, kekuasaan yang tak dikendalikan oleh moral pada akhirnya mudah berubah menjadi alat untuk memperbesar kepentingan segelintir orang. Dalam Islam, persoalan pemerintahan tidak berhenti pada siapa yang memegang kekuasaan,

Palestina dan Jalan Panjang Menuju Perdamaian Timur Tengah

KHAMENEI.ID– Ada konflik yang tak selesai hanya karena senjata berhenti menyalak. Ada luka yang terus bekerja di bawah permukaan politik, melintasi generasi, dan membuat setiap kesepakatan tampak seperti jeda sebelum pertikaian berikutnya. Bagi persoalan Palestina, luka itu bukan sekadar soal perbatasan atau hubungan antarnegara. Ia menyangkut pertanyaan yang lebih mendasar: siapa

Ketika Perubahan Terlalu Mudah Dibayangkan

KHAMENEI.ID– Ada jenis kesalahan yang tidak lahir dari niat buruk, melainkan dari keyakinan bahwa persoalan terlalu sederhana. Orang ingin mengubah sesuatu, lalu segera bekerja. Semangat menyala, keputusan dibuat, program diluncurkan. Tetapi di tengah perjalanan, perubahan tersandung oleh sesuatu yang sejak awal luput dihitung: kenyataan selalu lebih rumit daripada gagasan tentang kenyataan.

Bahaya Terbesar Adalah Ketika Kita Tak Lagi Mengenali Musuh

KHAMENEI.ID– Ada jenis ancaman yang datang dengan suara keras: pernyataan politik, tekanan ekonomi, propaganda, atau ancaman terbuka dari sebuah kekuatan yang bermusuhan. Tetapi ada ancaman lain yang jauh lebih sunyi. Ia tidak mengetuk pintu. Ia masuk melalui kelengahan. Ketika sebuah bangsa berhenti mengenali siapa yang sedang berhadapan dengannya, bahaya sesungguhnya mungkin

Persatuan dan Kemurnian Iman: Mengapa Kita Tak Perlu Menyingkirkan Semua Orang

KHAMENEI.ID– Ada godaan yang selalu muncul ketika sebuah kelompok merasa sedang berada dalam masa perubahan: menyaring orang. Yang dianggap kurang teguh disisihkan, yang berbeda dicurigai, yang pernah keliru ditempatkan di luar lingkaran. Atas nama kemurnian, batas-batas diperketat. Atas nama perjuangan, jumlah orang justru diperkecil. Di titik itulah pertanyaan tentang persatuan dan

Mereka yang Mengubah Nasib Sebuah Negeri

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika nasib sebuah negara tidak ditentukan oleh pidato para pejabat, rapat para elite, atau kalkulasi para penguasa. Ia justru bergantung pada anak-anak muda yang bersedia berdiri ketika keadaan memaksa banyak orang untuk menunduk. Dalam sejarah Iran modern, mereka disebut syahid yaitu orang-orang yang mempertaruhkan hidupnya demi sesuatu yang

Ketika Kekuasaan Menyembunyikan Wajahnya

KHAMENEI.ID– Ada zaman ketika kekerasan tak lagi datang dengan wajah garang. Ia mengenakan jas, berdiri di podium, berbicara tentang perdamaian, hak asasi manusia, dan keamanan dunia. Kalimat-kalimatnya terdengar santun. Senyumnya terukur. Di belakangnya berkibar bendera negara dan lambang lembaga internasional. Namun di tempat lain, bom jatuh, kota-kota hancur, dan manusia kehilangan

Ketika Tugas Menjadi Jalan: Makna Sabar dan Tawakal

KHAMENEI.ID– Ada pekerjaan yang selesai ketika laporan ditandatangani, gedung berdiri, anggaran terserap, atau sebuah kebijakan mulai berjalan. Tetapi ada pekerjaan yang ukurannya jauh lebih panjang: ia meninggalkan bekas bukan hanya pada dunia, melainkan juga pada batin orang yang mengerjakannya. Di situlah pekerjaan seorang pemimpin menemukan maknanya. Mengurus negara, lembaga, masyarakat, bahkan